Baby Blues: Komik Parenting Abadi

Baby Blues adalah kumpulan komik strip yang jujur dan lucu banget.

Ceritanya simpel, tentang kehidupan pasangan kelas menengah, Wanda dan Darryl yang baru mempunyai bayi perempuan bernama Zoe (dan selanjutnya, mereka akan punya dua anak lagi!).

Mereka harus beradaptasi dengan bangun tengah malam, urusan keuangan yang pas-pasan sampai menghadapi orang tua mereka.

Sebagai ibu baru (lagi) untuk anak kedua saya, saya menikmati setiap panelnya. Saya dan suami rasanya punya teman senasib yang harus bangun malam, kurang tidur dan mengurus bayi.

Sampai ada satu panel yang mengena betul ke saya. Saat Darryl (si suami) menjerit: “I’m a premature dad!”

Yep…Seorang bayi bisa lahir dalam keadaan cukup bulan, 37 minggu ke atas. Pada saat itu, seluruh fisiknya sudah siap menghadapi dunia.

Tapi, nggak seberuntung bayi, orang tua yang sudah siap-siap semuanya, pasti tidak akan pernah siap. Setiap bayi pasti bikin dunia jungkir balik. Walaupun dia bukan anak pertama lagi.

Setelah membaca panel itu, pada suatu dini hari, saya menatap muka malaikat bayi saya yang sedang tidur. Lalu saya menatap wajah lelah suami saya yang baru saja berhasil menidurkan si kakak yang terbangun karena tangisan adik bayinya.

Kami lalu bertatapan dan nyengir. Ya Darryl, bukan cuma kamu, tapi semua orang tua adalah orang tua ‘prematur’.

Pada detik itu, bagi saya, komik Baby Blues tak lagi sekedar komik lucu tentang siang-malam bersama bayi baru. Baby Blues adalah komik tentang perjalanan menjadi orang tua, menjadi sebuah keluarga.

Kreator komik strip ini, Rick Kirkman dan Jerry Scott, berhasil menghadirkan momen-momen itu. Kekuatan mereka ada di karakter Darryl dan Wanda yang kuat serta cerita jadi orang tua yang ditampilkan apa adanya: tak selamanya indah.

Dengan materi abadi seperti ini, tak heran kalau komik strip ini bertahan sejak tahun 1990 hingga kini. Cerita jadi orang tua memang tak akan pernah habis.

Kini, saya sudah resmi jadi fans Baby Blues.

Saya berhasil dibuat senyum sampai ketawa ngakak, sambil ‘berkaca’ dari perjalanan Darryl dan Wanda mengurus Zoe. Karena sering kali mentertawakan Darryl dan Wanda sama saja dengan menertawakan kebodohan serta kehebohan saya dan suami saat belajar bagaimana jadi orang tua.

Dan… saya juga melihat senyum yang sama saat wajah lelah Darryl dan Wanda tersenyum penuh syukur melihat Zoe, di bibir saya dan suami. Setiap hari :)

*Ditulis oleh Gina S. Noer (@ginaSnoer), “a premature mom” dari Biru Langit (2,5 tahun) dan Akar Randu (15 hari)


29 Comments - Write a Comment

  1. Pingback: Ira

  2. nenglita

    looove this book alot! Coba waktu abis melahirkan udh baca buku ini, pasti akan lebih ngakak. Eh tapi skg juga masih sih, remembering ‘kebodohan’ dan ‘kehebohan’ di awal2 jadi ibu selalu menyenangkan :))

    TFS gina :)

  3. ameeel

    waahhhh… lucu nih buat kado temen yang mau melahirkan anak pertama! soalnya sejauh ini mereka mengira akan kedatangan makhluk mungil lucu menggemaskan, hahahaha… gw nggak tega merusak bayangan indah mereka dan bilang kalo jadi emak-emak nggak selamanya indah :D
    TFS ya moms!
    btw, ini di Gramedia ada kan ya? yang judulnya ‘Siaga Satu Anak Pertama’ harganya berapa ya kalo boleh tau?

  4. Duh bagus banget reviewnya Gina. You said everything I wanted to say about this book and more :) Iya bener, yang bikin komik ini istimewa karena bukan cuma lucu aja, tapi mampu bikin kita refleksi dan menertawakan diri sendiri juga. Gue paling ngakak (miris) pas orang tuanya Darryl dateng ngunjungin mereka. I could totally relate to how Wanda felt about her mother in law. Jadi malu sendiri bok :D

Post Comment