Belajar Berempati dengan Pelihara Binatang

Sepertinya anak dan binatang peliharaan adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Tanpa dijelaskan panjang lebar, kita semua tahu lah kalau merawat binatang bisa mengajarkan anak soal tanggung jawab. Selain itu, memelihara binatang di rumah adalah cara (lain) mengajarkan anak untuk berbuat baik, dia akan belajar memperlakukan orang di sekitarnya dengan baik dan sabar. Di rumah kami ada akuarium berisi ikan hias dan Igo antusias sekali melihat serta membantu kami memberi makan ikan-ikan tersebut. Nah, mulai deh berpikir untuk membelikan Igo hewan jenis lain yang bisa dia pegang. Tadinya pilihan kami jatuh pada kucing tapi nenek buyut Igo tidak setuju karena perawatannya pasti merepotkan orang serumah. Haha. Belum lagi pertimbangan Igo yang batita masih belum bisa mengatur rasa gemas (baca: keagresifannya) terhadap binatang, takut si kucing dijambak dan balik mencakar Igo. Akhirnya … pilihan kami pun jatuh pada … kura-kura Brazil. Hahaha … standar.

Dari segi perawatan, kura-kura Brazil ga banyak mau kok. Cukup ganti air akuariumnya dan diberi makan. Igo juga sudah bisa mengingatkan kami untuk melakukan hal tersebut. Biasanya dia akan menunjuk akuarium kecil si kuwa-kuwa (istilah Igo) dan berkata, “Bu, kuwa-kuwa mamam” atau “Ayah, air … air”. Tiap kali kami atau mbaknya Igo mengganti dan memberi makan, Igo selalu berpartisipasi. Belakangan dia baru ngeh kalau si kuwa-kuwa bisa memasukkan kepalanya ke dalam ‘rumah’ … girangnya bukan main. “Kuwa-kuwaaaa … malu … malu”. Hahaha.

Mau membelikan binatang peliharaan untuk anak? Monggo lho. Tapi sebaiknya perhatikan panduan di bawah ini:

Memilih binatang yang cocok

Semua jenis binatang pasti memukau anak-anak, sangatlah penting untuk memilih jenis binatang yang tepat untuk keluarga, rumah, dan gaya hidup Anda. Pastikan anak bisa berpartisipasi dalam merawat binatang tersebut, toh ini kan intinya? Pertimbangkan juga tingkat keagresifan binatang, jangan sampai membahayakan keselamatan anak.

Merawat binatang peliharaan

Anak belajar mengembangkan kemampuan sosialnya dengan merawat binatang peliharaan tapi ada baiknya orangtua memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Batita masih belum bisa mengontrol sifat agresif dan cenderung kasar saat emosinya naik, awasi mereka tiap kali berdekatan dengan binatang peliharaannya.
  • Anak berusia di bawah 10 tahun masih belum bisa diberikan tanggung jawab penuh untuk merawat anjing atau kucing. Dampingi agar kebersihan dan kesehatan binatang peliharaan tetap terjaga.
  • Orangtua adalah role model terdekat. Anak belajar tanggung jawab merawat binatang peliharaan dengan memperhatikan perilaku ayah dan ibunya lho.

Keuntungan memiliki memelihara binatang di rumah

Memiliki binatang peliharaan di rumah membawa dampak positif bagi anak. Perasaan positif anak terhadap peliharaannya bisa mendongkrak rasa percaya diri. Anak juga belajar untuk berempati. Tak hanya itu, anak juga belajar proses kehidupan seperti reproduksi, sakit, dan kematian.

Nah … tunggu apa lagi, ajak si kecil merawat dan menyayangi binatang dari kecil yuk … manfaatnya banyaaaak ….


24 Comments - Write a Comment

  1. “Anak belajar tanggung jawab merawat binatang peliharaan dengan memperhatikan perilaku ayah dan ibunya lho.” Nah, elo role model yg kayak gmn buat Igo, Mand? Setau gue, lo melihara biawak di rmh. Wkwkwkwk

    1. “Memperhatikan bagaimana ayah dan ibu merawat si binatang peliharaan”. Kl orangtuanya ga ngajarin merawat atau ga peduli sm binatang peliharaan di rumah … anak akan meniru perilaku itu. Sialan … biawak itu mah comes with the house tauuuuk … lagian kynya udah migrasi deh … abis tikus lagi banyak (T__T)

  2. waahhh… kalo gw ‘binatang peliharaannya': semut, cicak, kodok, kupu-kupu, kadal, ulat bulu, cacing, pokoknya semua yang ada di dalem rumah atau nggak sengaja hinggap di kebon belakang, hiahahahaha… sama kayak Lita, males repot :D

Post Comment