Oleh-Oleh dari Klinik Laktasi

by: - Tuesday, February 15th, 2011 at 9:00 am

In: Breastfeeding Newborn (Birth-4 weeks) Pregnancy 36 responses

0 share

Saat hamil 37 minggu, saya pernah konsultasi ke Klinik Laktasi di RS Saint Carolus. Tujuannya nggak lain dan nggak bukan adalah untuk menuntut ilmu (halah) cara-cara memproduksi/melancarkan ASI. Maklum, saya memang berniat banget untuk menyusui anak saya sampai usianya 2 tahun (Alhamdulillah, tercapai juga sekarang). Dan saat itu, saya terus terang, sering merasa parno dan takut sendiri kalau-kalau saya nggak akan bisa menyusui anak saya.

Waktu itu, saya datang jam 8 pagi, eh sudah antri dong. Alhasil saya baru dipanggil sekitar jam 9.30-an. Tapi, meski begitu, saya nggak merasa rugi karena saya emang niat banget mau kasih ASI ke anak saya. Dan ikut kelas laktasi di Carolus adalah salah satu usaha saya untuk mewujudkan cita-cita itu.

Ternyata, kata suster yang menemui saya, saya sudah rada telat lho datang ke situ. Sebaiknya, kata si suster, saya sudah mulai memijat payudara sejak usia kehamilan 32 minggu. Tapi kata si suster, nggak apa-apa. “Kan kalau dipijat-pijat payudaranya terus kontraksi, emang sudah waktunya Bu. Jadi syukur-syukur bisa langsung lahir.” Ah suster bisa aja, hehehe..

Anyway, berikut ini cara-cara pijat payudara yang diajarin suster dan bidan di Klinik Laktasi Carolus. Mudah-mudahan bisa membantu para ibu-ibu sekalian yaa.. :-)

Breast massage during pregnancy (starting from 32 weeks and up)

  • Cuci tangan hingga bersih
  • Kompres puting dgn kapas/kain/tissue bersih yg sudah dibasahi dengan minyak kelapa/zaitun selama 5-10 menit.
  • Bersihkan puting dan aerola dengan kapas/kain/tissue tersebut. Untuk daerah puting, bersihkan dengan teliti dan tekan-tekan hingga kotoran dan sel-sel mati ikut terangkat. Ini berguna untuk membuka pori-pori puting sehingga ASI kelak bisa mengalir lancar dan tidak mampet. Jika puting mampet, kondisi akan berbahaya karena bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar susu (mastitis).
  • Tarik puting, kemudian puntir ke arah dalam. Lakukan hingga 30 kali. Ini berguna untuk melembutkan puting sehingga saat bayi menyusu, lidah bayi yang lembut tidak akan teriritasi oleh puting ibu yang masih keras.
  • Kompres kedua payudara dengan waslap yang direndam dalam air hangat. Diamkan hingga waslap terasa dingin. Ulangi sebanyak 3 kali.

Breast massage after giving birth

  • Cuci tangan hingga bersih
  • Lumuri tangan dan payudara dengan minyak kelapa/zaitun hingga rata.
  • Letakkan kedua telapak tangan di kedua belah payudara bagian dalam. Putar tangan ke arah luar hingga mengarah kembali ke bawah payudara. Kemudian sentakkan perlahan. Lakukan ini 30 kali.
  • Letakkan tangan kiri menyangga payudara kiri. Kemudian, jari telunjuk, tengah dan kelingking tangan kanan disatukan dan dipijatkan ke arah puting dengan gerakan spiral. Rasakan kelenjar air susu yang bergerindil di bawah jemari Anda. Gerakan ini dilakukan merata dari seluruh bagian payudara kiri menuju arah puting kiri. Lakukan gerakan serupa untuk payudara kanan. Gerakan ini dilakukan  di masing-masing payudara sebanyak 30 kali dengan tujuan untuk melancarkan dan melarutkan lemak-lemak dalam kelenjar air susu.
  • Lakukan gerakan yang mirip dengan gerakan nomor tiga, namun kali ini, gunakan telapak tangan. Ulangi sebanyak 30 kali.
  • Kompres kedua payudara dengan waslap yang direndam dalam air hangat dan dingin. Lakukan secara bergantian, 3 kali dengan air hangat, 2 kali dengan air dingin, selang-seling.

Note:

  • Minyak kelapa/zaitun bisa diganti dengan baby oil. Klinik Laktasi Carolus memilih minyak kelapa/zaitun karena kedua jenis minyak itu benar-benar alami dan jarang menimbulkan reaksi alergi pada tubuh.
  • Kedua jenis pijat ini dilakukan dua kali setiap hari, sebelum mandi pagi dan mandi sore.
  • Setelah melahirkan, disarankan untuk kembali ke Klinik Laktasi. Kali ini, ibu akan diajari cara dan posisi menyusui bayi dengan benar. Atau jika tidak, bagi ibu-ibu bekerja, disarankan untuk mengunjungi klinik tersebut 2-3 minggu sebelum kembali kerja. Bidan dan suster akan memberikan konsultasi tentang cara memerah dan menyimpan ASI untuk stok minum bayi selama ibu bekerja. Mereka juga akan mengajarkan pengasuh bayi untuk memberikan ASI perahan (ASIP) kepada bayi dengan sendok atau baby cup feeder. Carolus sangat mengharamkan penggunaan dot bayi karena bisa menyebabkan bingung puting dan bayi enggan menyusu pada payudara ibu. (Kalau saya sih, cuek aja kasih ASIP pake dot, hehehe..)
  • Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi Klinik Laktasi RS St Carolus di 3154187, 3904441 ext 2271. Klinik ini buka Senin – Jumat pukul 08.00 – 13.00 WIB dan Sabtu pukul 08.00 – 10.00 WIB, kecuali hari libur/tanggal merah. Untuk konsultasi dengan bidan dua tahun lalu, biaya yang dikenakan sebesar Rp 64.500.

Nah ibu-ibu, selamat mencoba! :-)

*Dikirim oleh Irawati Diah Astuti (@irrasistible), ibu dari Nadira Puri Arundhati Prabowo (2 tahun)

*gambar dari sini

Share this story:

Recommended for you:

36 thoughts on “Oleh-Oleh dari Klinik Laktasi

  1. Pingback: mommiesdaily
  2. Pingback: nenglita
  3. Pingback: suyoen
  4. Pingback: boeindri
  5. Pingback: mira kanaka
  6. Pingback: bebemiam
  7. Pingback: reginacaeli28
  8. Pingback: Imawati Rawenda
  9. sayang gw pas hamil nggak ikutan kelas laktasi. malah abis melahirkan, ada kelas laktasi juga nggak ikutan *sok tau gitu, huhuhu* tapi akhirnya nyerah ke klinik laktasi juga pas usia Langit 4 bulanan akibat stock ASIP yang kejar tayang. beneran berguna banget ternyata.
    Buat mommies yg lagi hamil, mendingan ikutan deh. berguna banget soalnya!

  10. aku dulu ga ngerti, udah mulai breast massage jauh2 hari sejak minggu ke-32. hi3x untung ga kontraksi. dan yap, aku dulu juga ke klinik laktasi carolus 1 minggu setelah melahirkan & sangat merasakan manfaatnya. dulu aku dtg pagi2 pk 7, pasien 1. malah suami boleh ikutan masuk hihi…

  11. Pingback: Ira
    1. Iya adanya di Carolus aja. Di RS lain sekarang ada tapi seringnya sih materi yang diajarkan dan instrukturnya gak sebagus di Carolus. Coba telp aja dulu deh jeng ke Carolus. Lumayan lho :)

      *maap telat balesnya :D*

  12. aku hamil 34 minggu ke klinik laktasi carolus. Entah krn breast massage ato kecapean eh 36 minggu terpaksa melahirkan SC. Setelah lahir ternyata ASI yg keluar cm bbrp tetes saja. Pengen banget balik lagi ke klinik laktasi tp suami agak ragu ASI bakalan bisa deras ngga setelah dari sana. Soalnya di RS juga di massage oleh suster laktasi tapi ya ga bs deras juga.

    1. ak juga SC jeung..lahir di usia kehamilan 39 minggu.. wktu itu sama sekali ASI ku belum keluar & baru keluar setelah 3 hari..tapi krn bekal di carolus & kebetulan rs bersalin yg ak tempati jg ada klinik laktasinya..jd ak diajarin spy bisa keluar ASInya..n memang berhasil.. yang penting yakin aja kalau kita pasti bisa kasih ASI, krn klo dah kepikiran ga bisa kasih ASI atau ASI kurang deras jg berpengaruh ke ASI nya sendiri..yakin aja..
      Jangan cuma di massage aja jeung..usahakan untuk terus perah supaya bisa keluar terus & ga bengkak..
      Selamat mencobaa…

  13. hehe..sekarang biayanya dah diatas 100rb.. tapi manfaatnya dibandingkan dengan biaya segitu ya jaooohhhh bgt..
    krn ASI yg dihasilkan dr payudara ibu adalah yg terbaik utk anak kita..

  14. aku juga lahiran SC usia 36 minggu krn ketuban merembes, menurut dokter itu masih masuk prematur krn usia janin blum genap 36 minggu (lebih muda 2 minggu), terpaksa disuntik antibiotik & pematangan paru2 bayi supaya siap saat dilahirkan. seminggu sebelumnya sempat ke klinik laktasi carolus tp oleh dokter & susternya udah ga boleh di massage lagi krn memancing kontraksi. setelah SC ASI keluar sih sedikit2, ada pelayanan laktasi gratis juga. cuma masalah timbul krn puting flat & bayi g mau hisap langsung. terpaksa asi dipompa. cuma mngkn krn stress kerjaan (br 2 minggu lahiran sudah dikirim kerjaan, plus kecapean harus ngurus anak pertama sendirian plus bingung2 cara ngurusnya (jauh dr ortu & mertua), plus karena usia saat melahirkan sudah hampir 40th..akhirnya asi yg keluar cuma sedikit, meski konstan sampai sekarang bayi usia 3bln tapi ya segitu2 aja cuma 10cc, ga berkurang juga ga tambah. untungnya PD ga pernah bengkak. selama ini aku selalu berpikir positif, asiku pasti banyak..tp tetap saja segitu2 aja. Yahh tetap harus disyukuri meski baby harus minum sufor, asi+sufor, di usia seperti saya yg menikah telat, sangat disyukuri sekali bisa langsung dapet momongan meski asi nya terbatas, dibandingkan rekan2 lain menikah di usia muda tapi sulit sekali punya anak…jadi tetap semangat aja ya, yg penting kita sudah usaha maksimal untuk berusaha kasih asi ke bayi kita

  15. Pingback: Reni Susanto
  16. Pingback: teti novitasari
  17. Pingback: TingkahAnak.com
  18. Pingback: Mommies Daily
  19. Pingback: Pritta Aditya
  20. Pingback: Devina
  21. Pingback: Andri Ponco
  22. Pingback: Mommies Daily
  23. Pingback: Dyah Arini
  24. Pingback: Bunga hania
  25. Pingback: Yuti Kinasih
  26. Pingback: tifani windasari s

Leave a Reply