stepford

MamaYeah; The Image of a Perfect Mom?

Pasti Mommies udah pada tau kan tentang @MamaYeah? Twitter account yang pas hari-hari pertama kehadirannya begitu menghebohkan. Banyak sekali respon dari mommies di timeline. Ada yang enjoy membaca tweet demi tweet sambil ketawa guling-gulingan, ada yang langsung report as spam karena merasa tweetnya offensive, kurang kerjaan dan nggak guna. Ada juga yang kadang suka kadang nyinyir..tergantung lagi merasa kena sindiran apa enggak :D

Buat yang belum tau, silahkan check accountnya @mamayeah deh. Ceritanya nih..si @mamayeah ini adalah sosok ibu-ibu sempurna: stay at home mom yang juga punya penghasilan sendiri, IMD, ASIX, MPASinya selalu homemade, pinter masak, anaknya nggak pernah kena MSG, handal dalam mengurus rumah dan suami, pokoknya supermom deh. Dan karena namanya juga supermom, jadi @mamayeah ini ngerti banget dengan semua hal dan trend yang lagi happening di dunia parenting. Dan dia membeberkan semuanya di sana, the good ones and the bad ones.

Stepford wives, the-beyond-belief perfect wives

Saya sendiri, walaupun ada yang membuat saya merasa tersentil, termasuk golongan yang ketawa-ketawa membaca tweetnya.  Abis, emang gaya nyentilnya kocak gimana dong? :D. Dan ini bukan karena saya setuju dengan tweetnya yang seolah-olah memojokkan ibu-ibu yang dianggap belum seutuhnya jadi ibu lho (karena melahirkan melalui c-section atau tidak IMD atau tidak memberikan ASIX). Justru karena saya melihatnya yang dicela itu kayaknya adalah stigma yang mencap bahwa untuk jadi ibu yang baik harus melalui semua tahap itu (parenting goes well beyond the pregnancy and the toddler stage), dan juga kegalauan ibu-ibu yang merasa tidak sempurna itu dalam menjustifikasikan bahwa dirinya sudah mencoba memberikan yang terbaik.

Udah sering banget kan ada ribut-ribut kecil di blog atau di Twitter tentang working mom vs stay at home home, tentang melahirkan vaginal birth vs c-section, tentang ASI Vs Susu Formula, tentang penggunaan label stay at home mom Vs full time mom. Memang yang seharusnya bagaimana? Well, some things are non arguable…dan sisanya..yang paling bener ya yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi kita sendiri. Jadi hanya kita yang tau kapabilitas kita dan apa yang terbaik untuk keluarga kita. Apalagi pastinya semua keputusan itu udah dipertimbangkan masak-masak, udah dipikir benar-benar pros dan consnya. Jadi memang sutralah yaa..nggak usah dibahas karena sampe kapanpun juga nggak akan ketemu ujungnya :)
Aneh memang kalo @mamayeah selain bisa bikin ketawa juga ternyata bisa membuat saya sadar bahwa ternyata salah satu parenting skill yang harus kita miliki adalah contenment ya. Content/puas/ikhlas dengan diri kita, puas dengan pencapaian kita (karena kita sudah memberikan yang terbaik apapun hasilnya), content dengan keputusan-keputusan yang kita ambil untuk anak karena to the best of our judgment, memang itu yang terbaik untuk keluarga kita. Nah kalo udah content, kita nggak akan pusing dengan stigma dan omongan orang, kita nggak perlu repot mencari pembenaran atau mencoba menjelaskan ke orang why we did what we did. Jadinya kita bisa fokus untuk mengurus hal-hal yang lebih penting lagi. Kalo kita sendiri aja sebagai orang tua nggak content dengan hidup kita and our place in this world bagaimana kita bisa mengaplikasikan positive parenting ke anak, mengajarkan mereka untuk percaya diri dan mempunyai penghargaan diri yang kuat?

Ehh kok jadi serius? Ciyeee…content niyeee…hehehe…content sama bebal memang beda-beda tipis sih..:p
Trus, trus, ada juga nih hal lain yang saya pelajari dari tweet-tweetnya @mamayeah, yaitu bahwa ternyata kita sebagai ibu-ibu pun nggak luput dari drama peer-pressure (and we thought we are out of high-school?). Tapi kenyataannya masih ada yang merasa terpaksa untuk mengikuti trend. Padahal, udah iri (nggak pake dengki) dengan tetangga yang punya mobil baru, kakak ipar yang jalan-jalan ke Australia, pengen punya tas baru, ehh sekarang juga ditambah dengan tekanan untuk membeli stroller merk A, diaper bag merk B, feeding set merk C dan mainan-mainan mahal dari toko mainan paling hip.
Ada memang yang masuk kategori financially wealthy sehingga kalau membeli perlengkapan anak yang paling mahal pun masih termasuk receh untuk kantongnya. Tapi..enngg kalo mau jujur, mungkin…..mungkin lhoo…(jadi deg-degan sendiri) banyak juga diantara kita yang sebenernya belum mampu. Ya uang untuk beli sih pasti ada-ada aja, tapi apa prioritasnya udah bener? Kan jangan sampe uang yang harusnya bisa masuk untuk investasi dana pendidikan, dana darurat dan dana pensiun, atau bayar kartu kredit malah ditukarkan dengan barang yang sebenernya nggak perlu-perlu amat. Tau sih kesannya kepo banget ngurusin uang orang..’terserah gue dehh uang uang gue..kok dia yang ribet’..tapi kalo kita selalu bilang we want the best for our children, then maybe we have to ask ourselves..what is best for them? For their future?. Is it the latest toys? One thing I’ve learned about parenting is that it’s never about the parents, it’s always about the child. Jadi lucu aja kan kalo orang tuanya kena peer pressure. Kalo memang nggak mampu ya mendingan nggak usah ikut-ikutan kan..(jeritan hati para editor Mommies Daily, nih..:D )

Memang sih nggak heran kalo first time mom, untuk yang anaknya masih balita, lebih fokus dengan hal-hal jangka pendek dan sifatnya fungsional karena memang kebutuhan untuk sisi fungsionalnya lebih banyak. Bukannya saya berpikir bahwa ibu-ibu yang heboh dengan segala urusan kelengkapan anak jadi nggak mikirin sisi psikologisnya ya, tapi pasti ada saatnya kita terbawa dengan kesibukan itu sampai waktu main kita dengan anak jadi berkurang atau kita jadi nggak punya energi lagi untuk main sama anak. Saya pernah tertohok dengan kata-katanya Najelaa Shihab, “Banyak ibu-ibu yang terlalu memikirkan asupan makan anaknya tapi melupakan hal yang juga (atau bahkan) lebih penting, yaitu asupan untuk otak anak dan pertumbuhan psikologisnya”. Sejak saat itu saya jadi lebih takut kalo anak saya nonton sinetron daripada makan chiki-chikian :D

Selain peer pressure tentang barang-barang yang lagi trend, @mamayeah juga menyinggung tentang kekompetitifan ibu-ibu yang kadang suka membandingkan milestone anaknya dengan anak lainnya. Jadi secara nggak sadar kita menganggap anak-anak kita sebagai pencapaian kita. (Hmm…sejujurnya untuk hal ini saya masih labil sih :D, bangga dengan anak pastinya diharuskan, tapi kalau mengaktualisasikan diri lewat anak gimana ya? Kan esensi dari parenting itu untuk anak-anak kita, bukan untuk kita. Oh well, let’s talk about this some other time!). But anyway, kids are special in their own ways, perkembangannya berbeda antara satu sama lain, dan juga skill dan kemampuannya. Cara kita mendidiknya dan gennya juga beda.

Masih ada lagi sih hal-hal lain yang bikin saya mikir dari tweet-tweetnya @mamayeah. Seperti trend aktivasi otak tengah, video/lagu baby Einstein dan lain lain yang mengacu pada instant parenting. It’s not a secret that there’s no instant way to raise a successful and well rounded kid. Semua ada prosesnya dan kita sebagai orang tua juga harus rajin membekali diri dengan ilmu-ilmu parenting, rasa cinta yang berlebihan saja tidak cukup. Tapi kayanya tulisan udah cukup serius yaa untuk sesuatu yang diambil dari twitter account @mamayeah

Akhir kata, mudah-mudahan nggak ada yang tersinggung ya Mommies dengan postingan ini. Kalo ada manfaatnya silahkan diambil, kalo nggak ada silahkan di report as spam..(eh nggak bisa ya..:p). Maklumin aja ya kalo ada kesalahan karena kesempurnaan itu mutlak milik @mamayeah ;)


129 Comments - Write a Comment

  1. pertamaxx *kayak di kaskus*, sungguh… satu yang bikin saya nggak pernah rajin ngeblog soal milestones anak adalah… setres kalo baca blog orang lain yang isinya hari ini anak saya imunisasi ini, makan anu, dibeliin ini supaya itu, udah bisa lari2 umur 12 bulan *sementara anak saya baru bisa jalan waktu itu…*

    arghhh… *jambak-jambak* semakin saya blogwalk semakin setres. Jadilah saya menarik diri dari pergaulan sadistik itu. Dan bisa dibilang kalo saya cuek berat sama peer pressure. Tambeng banget kali ya. Kadang sedih juga sih anak saya ga pernah dibelanjain di maderker, jinjerbred, ga punya stroller keren. Tapi masak saya harus ngebela2in beli barang yang keren2 pake ngutang2 CC? kata financial planner saya beli barang kudu efisien *cieeeee.. pake fin-plan niyeeeeee*

    Hail MamaYeah! walo ga follow tetep ngintipin timeline yg bodor banget.

    bodor niyeeee :D

    1. Wuih, owner milis MPASIRumahan bisa kena peer pressure juga yah? :D Tweetnya @MamaYeah emang panas2 nyentil si, daku juga follow, sering ikutan ngakak, sekaligus juga sering tertohok dengan telak. Tapi (nyontek Ira ni) sesekali emang perlu kok ngetawain diri sendiri, “We need an occasional slap on the face, just like MY does to me. Just as gentle reminder, you know.”

  2. Mantep tulisannya! haha ..
    saya termasuk yg follow akun @mamayeah. Merasa tersindirnya krn saya c-sec dan gak lulus ASIX aja sih..tp sy tetap merasa sbg ibu sejati tuh! selainnya ga masyalaah..krn saya ga pernah maksain anak mesti harus pake baju bermerk, stroller bermerek, baby bag bermerk..eh ini mah emaknya yg pelit yak =))

  3. buat saya sih, hidup ini seru, keras, tapi lucu. adalah sehat kalau kita bisa ikhlas menjalaninya, dan sesekali menertawakannya.

    MamaYeah adalah bentuk parodi, dan biasanya yang jadi ‘korban’ parodi adalah segala sesuatu yg ekstrem. fanatik banget dengan pandangannya, pokoknya cara lain pasti salah.

    jadi kalo saya sih, ngapain tersinggung. justru parodi2 kayak gini bisa jadi semacam alat kontrol buat diri kita, agar nggak terjebak di sudut ekstrem. agar nggak terperangkap dalam persaingan ga sehat. agar nggak menipu diri dengan berpura2 ‘wah’ padahal semuanya cuma pencitraan.

    setuju banget ama Hani, jadi apapun, entah Presiden atau Mamak2, dalam hidup tetep aja kuncinya ikhlas dan jujur pada diri sendiri. juga sekalian berkaca, kita kalo nyela2 orang lain kayaknya enak bener ya: itu walikota bego banget sih, itu pelatih timnas gimana sih, itu direktur gimana sih! belum lagi kalo kita liat orang2 beken diparodikan, wah, ketawanya sampe jungkel2. pas kita sendiri yang digituin, masa senyum aja ga bisa? ;)

    1. mamayeah ini buat gw lucu, tapi krn gw belum ibu, jd ya gw gak tau juga, semenyinggung *halah* apa sih tweet mereka…

      tapi gw setuju banget sama Yanti. hidup ini udah keras… klo segala-galanya spaneng… yaoli, bisa bundir muda kita… *ciee…muda niyeee*

      life is a humor ya book… senyum dong ah… *ciee… manis niyeee klo senyum niyeee…*

      salutlah mamayeah, kepikiran aje lo… teteup lucu & menyegarkan ya bok…
      dan salutlah Han, bagus nih postingnya… *bagus ni yeee* :D

  4. waahh..Mbak Hanzky…loove this post!

    baru tau ttg si MamaYeah ini :p karna emang bukan tweeps juga sih… :D
    bener juga ya, lucu juga bahwa dunia parenting sekarang ini koq bisa jadi typical dan seperti ada ‘standar’ dan ‘trend’-nya sendiri bagi sebagian orang..dan gw setuju banget kalo contenment itu penting, karena pasti tiap anak unik, dan dengan sendirinya tentunya tiap orang tua juga unik dan punya parenting style masing2, yang sudah sepatutnya PD dan puas sama dirinya juga…

    great article! :D

  5. I wish the real @mamayeah doesn’t exist kalo nggak, gue bisa semakin garuk2 dinding iri, peer-pressure para ibu2 juga semakin tinggi, drama semakin banyak, oh what-a-twitterverse
    you rock Mamayeah, I’m your big fans

  6. :D klo saya ga’ follow cm sering ngintip n selalu KGG dibuatnya, seperti cr lain untuk instropeksi diri jg sebenernya..ternyata ‘kompetisi’ sesama ibu ada juga yaaa, saya pikir klo udah jadi ibu, kita bisa saling memahami..sy tmasuk yg melahirkan secara c-sect, sempet bikin ga PD krn mrk pikir mlahirkan scara c-sect lbh enak..pdhal mah sama aja..utk kbutuhan anak saya lbh suka dgn kebutuhan dan fungsinya apa juga dgn budget yg ada, dan intinya tidak memaksakan..anak kita ngliat kita ada aja udah seneng bgt lho..IMO siy yaaa ini :D

  7. jadi pengen follow @mamayeah, dan kalau mmg isinya ada yg menohok, mungkin kita perlu di”pecut” dulu supaya bisa menjadi ibu yang baik semaksimal mungkin, jangan kita bersembunyi dibalik justifikasi melulu ya gak moms…
    saya follow dulu yaaaak
    to Hanzky: love this post toooooo :)

  8. *keduax* hehe… saya termasuk yg ketawa2 twitnya @mamayeah dan kagum lho sama dia. twit yg kreatif, cerdas & orisinil. memang YEAH banget, deh! bayangkan, hanya 9 hari sejak twit pertamanya yg tertanggal 12 jan, followersnya sdh 1200 lebih!

    anyway, saya paling bingung kalo ketemu orang dan ditanya, “anaknya sudah bisa apa?” errr… dan saya juga gak inget anakku di umur berapa bisa apa… betapa ibu yg sangat tidak sempurna saya :(

  9. Yea..mamayeah emang lagi nge-hits banget hehehe. Saya yang punya account twitter tp gak pernah saya pakai, gara2 MY saya jadi baca Timeline nya MY. Reaksinya saya, senyum2 saja. MY bener2 menelanjangi fenomena yang malanda ibu2 jaman2 sekarang sih (tms saya lho…) :D

    Ah Mbak Depeeee, menyentil diriku yaaaa hahahah. Saya tms yg rajin nge-blog niiih. Dita sudah 31 bulan. Artinya saya sudah bikin 31 postingan yang menceritakan milestones Dita hehehe. Tepatnya bukan milestone sih, tapi perkembangan Dita. Krn bukan yang baik2 saja yg ditulis, “ketertinggalan” Dita juga saya tulis lhooo hehehhe

    Soal peer presure, sama nih sama mbak Depe. Saya cuek bebek. Bukan apa-apa, krn emang gak punya cukup duit buat itu. Slowcooker aja sy gak punya *ngelirik mbak Depe*, apalagi Quinny Zap. Quinny Zap nih yeeee…. *ngelirik mamayeah* :D

  10. Baby_ZK

    Yang bikin akun MamaYeah ini pasti gak nyangka ‘proyek iseng’-nya bisa ngehits sampe sejauh ini. Kalo saya sendiri termasuk penggemar MamaYeah, saya juga follow twit serupa kaya @SarkasTwit dll, emg pada dasarnya agak bakat juga sih kesana, haha (not!)
    Kesan pertama saya sih (kalo memang MamaYeah ini seorang ibu) kok sempet ya mikir bikin ginian? Aku aja yang anak baru satu, WM berasa rempong ngurus anak, masak buat anak, main, dll. ga sempet deh buat nyinyir2an. Atau mungkin MY memang bukan 1 org jadi proyek iseng berjamaah. Becandaannya juga ‘lokal’ banget, soal GAP casting call, dessert table, gak boleh ngeluh, buat kita merasa ‘hey orang ini ada di dalam lingkaran kita, dekat kita’ Haha, memang yah MamaYeah is a perfect mother sampe bisa ambil topik sedetail2nya.
    Ah yang tau siapa sebenarnya MamaYeah cuma Benny Israel kan? hahaha..
    Pertanyaannya, sampai kapan proyek isengnya ya? sebulan? dua bulan? selamanya?
    MamaYeah komen disindyang dong.. ditunggu byk fans pastinya nya nya.. *echo* :D
    Seleb niyeeee…

  11. sanetya

    Cakep lah, Han!

    Pas akun ini keluar, gue ketawa2 aja. Beneran ketawa2 lho, bukan ketawa2 lantas misuh2 krn tersinggung. Padahal gue working mom (yg sll pulang di “pelukan” tukang ojek HAHAHAHA), ga ASIX, dan Igo pun tidak full makan home made food. Sepertinya I have every reason to hate the account but I don’t. On working mom, gue kerja krn selain keluarga kami butuh double income ya karena gue maunya kerja kantoran. Sudah dibahas dng suami dan dia mendukung. Soal ga ASIX, I made peace with this one. Nyesel? Pasti. Lalu apakah gue harus dendam sm tiap statement soal ASIX? Nope (kecuali yg memang offensive). Soal home made food, ya let’s just say we have our own rules tp bukan berarti Igo dibiarkan jajan sembarangan, MSG ria, dan tidak terurus ya. Dan karena “secara sadar” gue melakukan/memutuskan ketiga hal itu ya sudah … ikhlas aja, PD aja.

    Haha soal milestone anak … bangga sm jumawa beda tipis menurut gue. Bedanya gimana? Pilihan kata. Hehe. Gue ga pernah kecil hati kl misalnya dlm meraih pencapaian mnrt usia, Igo ada yg “telat”. Tiap anak itu unik, selama gue lihat Igo perkembangannya tidak terlalu ketinggalan … biarin aja, toh ada pencapaian2 lain yg mungkin sudah diraih lebih dulu. Pencapaian ni yeee … berat amat bahasa lo … wakakakaka…

    Last but not least, yes … parenting is about the child not the parent. As long as our child is happy why should we give a damn about what people say.

  12. Mrs. Adi

    two thumbs up mbak hani, nice article… awalnya memang ngerasa akun ini g banget, tapi lama kelamaan malah saya jadi belajar banyak dari parodiannya, walau saya g follow… setuju jadi orang tua itu ikhlas dan jujur pd diri sendiri (walau kyknya ilmu saya belum sampe sana)… pokoknya i love you @mamayeah ni yeeeeeeee :D

  13. Mbak Hanzky, again, I love your post (and nice to meet you for the first time during the MD workshop).

    MamaYeah actually “saved my life”. Yes, saya termasuk ibu gagal ASIX. Walau saya ga malu karena ngasih anak sufor (it’s not poison anyway), saya males buat bilang-bilang ke orang2, mengingat fenomena dunia ibu-ibu jaman sekarang. Tapii, berkat baca tweet-tweetnya yang blak-blakan bilang kata SUFOR, lama-lama saya ga alergi lagi bilang sufor. Padahal dulu rasanya kata itu harooom sekali diucapkan, hehehe :D

    Reading her tweets makes me stronger and appreciate myself even more.
    We are the best mom for our children, no matter what :)

  14. Setubuh Han! Jadi inget postingan di blog sendiri (maap numpang narsis gini, hahaha.. *pret!*). Kamsud gue, peer pressure itu menyebalkan. Kalo kita gak kuat-kuat mengatasinya, jadi nyusahin diri sendiri. Wong anaknya juga gak masalah koq dikasih mainan ELC atau keluaran Pasar Gembrong misalnya, or baju made in ITC or Jinjersnep. Yang bikin kompetisi kan emaknya. Dan kalo kita terus-menerus terjebak di dalamnya, perilaku itu bakal dicontoh sama bocah-bocah deh. Yang ada beban keluarga nambah karena nggak cuma emaknya yang ‘maksa’ eh anak-anak juga. Capeekkk…

  15. Hahahaha.. Nice posting..
    Walau bukan follower MY, tapi kadang-kadang suka ngintip TLnya..
    Emang awalnya agak sensi tapi makin kesin jadi bawaannya cengar cengir kalo baca. Yang ada jadi makin penasaran. Emang sih ada beberapa twitnya yang menurutku agak rude/kasar. Tapi ya sutralah.. Yang penting gak ganggu gw juga..
    Melahirkan melalui c-sect banyak yang mikir itu enak dan gak sakit, well think again.. Sakit juga kok.. Dan penyembuhannya malah lebih lama.. Tapi bukan berarti bukan ibu yg baik toh, jadi anak durhaka.. Itu mah gimana nanti kita mendidik anak kita, bukan karena ngelahirin normal/c-sect..
    Setuju bgt sama quote2 di postingan.. :)

  16. oh iya, bagi yang masih mikir kalo lahiran sesar itu gak bikin kita jadi ibu yang sesungguhnya… sinih, saya belek perutnya! dan rasakan derita cenat cenut selama ENAM bulan *curhat*

    1. Hihihi gw suka nih komen yg ini,,,klo ada yg kek gitu aku juga mau mba mbantuin belek perutnya ,,,, ga tau apa derita en perut yg tak kunjung kempes berkesudahan *curhat ni yeee*

      Mba Hanzky, nice posting,…
      komennya sama ma yg lain :D

      MamaYeah ngetup ni yeee

  17. Mbak Han, suka tulisannya, hehehe…
    Aku pun follower MY, asli ngakak guling2 waktu baca, sempet ngerasa tersindir, tp balik lg, jd inputan positif banget, TL nya MY malah jd alat kontrol buatku, aku jg yg tmsk suka ngeblog soal milestone anak, tp ya apa adanya, dan emang jd catatan kenangan yg tujuannya nanti bs di liatin ke anakku saat dia besar nanti :)
    So far siy, berusaha tau apa yg jadi tren di parenting life, tp kembali lagi, filter paling penting, disesuaikan aja sm kondisiku n keluarga…dan again setuju banget sm “content”, karena setiap kondisi anak ataupun orang berbeda…:)

    Keep on rocking MY and MD…hehehe

  18. Hehehe, MamaYeah. Dulu gue cinta sama orang ini. Twit-twitnya sarkas abis, dan membabat semua perilaku esktrem dari us, ibu2. And I don’t think she’s that perfect anyway. I can picture her delivering via c-sec, not IMD, not ASIX, befriend with formula, and sometimes let the kids having unhealthy snack. Tapi yang pasti dia salah satu ibu2 yang muak sama typical ibu2 judgemental yang preaching around dan ngerasa diri paling hebat hanya karena ngelahirin normal, IMD, ASIX, antisufor, ngasih only home-made food to the kids dan menganggap rendah ibu2 lain yang nggak melakukan salah satu/ semua hal tersebut. Kayak gue. :D

    Tapi itu dulu. Sekarang gue nggak follow dia lagi karena buat gue twit2-nya udah gak asik lagi, udah lebih ke bitchy dibanding ke hilariously true. Sama-lah dengan orang di balik blog “Who Do You Think He Are” yang tadinya lucu banget, tapi lama-lama jadi bitchy dan katro.

    :)

  19. ijin share di facebook ya….

    hmmm… membuka pikiran dan pemahaman tentang arti menjadi orang tua selama ini. bonding dan kualitas pertemuan dengan anak akan lebih ngefek.
    saya suka tulisan ini
    makasiy =))

  20. ameeel

    hiahahahaha… gara-gara nggak ngerti cara twitteran, malah baru denger nih tentang mamayeah :D

    tapi asli, lucu banget ya tweet-tweetnya… bener-bener nyindir emak-emak masa kini yang suka sok anti sufor, anti MSG, hobi ke maderker, dll :D

    setuju ama Putri, pasti yang punya akun ini adalah emak-emak yang emang udah muak sama typical ibu-ibu judgemental yang ngerasa diri paling hebat…

    nice post Han :)

  21. Hai, saya belum jadi ibu tapi udah follow akun MY. First time I read her tweet I was laughing out loud.. thinking ‘Is this how the moms hang out?’ Padahal belum jadi ibu tapi dah keder duluan =))

    I don’t get it why people take it offensive, I think their (MY) tweets are healthy for moms ego all around, not just in Indonesia. The pressure of being the perfect mom is harsh but the most important thing is about the kids, not about the moms (I’m so with you on that).

    Hey, my mom is WM, I drink Sufor, I eat MSG in chiki and all, I don’t wear branded clothes when I was a child, I turn out okay. Don’t u too, moms?

    :)

    1. saya rasa, kamu ngga ngerti letak offensive nya krn kamu blom jadi ibu, say..
      buat para most of moms, ngelahirin normal lebih “bermatabat” dibanding sesar, padahal sih menurut saya hal itu tidak berpatokan ke situ kan yaa.. terlalu sempit kalo semua tlalu di generalisasi.. =)

  22. Wahh.. kalo saya mah lbh puas dgn “me & myself” ..
    why shud worried about what others think? capek sendiri lahhh.. :D
    lagipula..saya ngga ingin menciptakan generasi (anak) yang konsumtif dan suka show off!..
    lebih ingin menciptakan anak yg lbh “berisi” daripada “bertopeng” …

  23. Berhubung aku blm punya anak, masih bisa ketawa lepas ngakak baca twit-nya @MamaYeah… Gak ngerasa ada yg perlu dipersewotkan bin reportasSpam juga. Wlo aku bs berempati juga sih (cieee empati niyeee), pasti gak enak lah berada didalam never-ending competition mulai dr lahiran normal/csect, sampe pake gendongan bayi merk apa. Eh tp klo @MamaYeah sampe nyeletuk : “Belom punya anak niyeeee…..” Aku bakal sewot jg kale ya? Hehehe…. #curcol

  24. Hmm…jadi intinya belajar atau ambil hikmah dr kesempurnaan si @mamayeah yee :). Thanks banget nih Hanzky atas ulasannya, apalagi buat gw yg sekarang lg ada di first time being a mom phase, ‘pelajarannya’ berguna bgt :).

  25. Nah… Peer pressure ini yang bikin saya hiatus dari kegiatan nulis milestone anak di multiply plus blogwalkingnya. Dari yang awalnya seneng ngikutin perkembangan anak temen-temen lama-lama jadi suka minder kalo Cinta belum bisa ini itu. Apalagi kalo “nemu” postingan yang jelas banget semangat saingannya… Oh nooooo!
    Saya juga sempat males kumpul sesama ibu-ibu karena isinya ngomongin anaknya udah bisa apa? Takutnya saya jadi lost focus, instead of konsentrasi untuk mendidik anak sesuai kepribadian bakat minatnya dgn style yg sesuai dgn keluarga kami, malah jadi ikut-ikutan biar diterima sama kelompok-kelompok tertentu.
    Saya berterima kasih banget sama si MamaYeah yang sudah menyadarkan saya kalo gapapa kok ga jadi ibu yang sempurna. Karena kesempurnaan itu memang cuma milik @MamaYeah :D
    Love this article a lot mbak Hany.

  26. seneng baca cerita moms disini bijak bijak. Mau tanya dulu, kalau udah usaha normal malah mau water birth, tapi taunya ga ada pembukaan setelah 7jam disiksa dengan induksi, setelah itu nyerah di c-secx. di tusuk pula tulang belakangnya tanpa belas kasihan, kategorinya apa? hi hi hi tetep ga normal yah? pengorbanan ibu terlalu besar untuk dikategorikan yang mana lebih baik. Ada yang pernah comment,’ibunya kucing juga melahirkan normal kok’ trus apa yang special? Yah, buat anak anak ibunya spesial karena itu ibu mereka, sama seperti kita merasa anak kita spesial kan? Biar anak lain mau didandanin dan dinaikin stroller apa juga, tetep yang ada anak kita lebih spesial. Nah itu bedanya ngebandingin materi dan anak. Stroller boleh lebih keren. Tapi anak kita ga akan less special buat kita, hiks*langsung peluk mereka*

  27. hehehehe.. saya juga bukan pengikut tweeter walo punya account gara2 dipaksa mak Lita *ihhihihih*.. jd krn artikel ini br baca tweeternya mamayeah.. anggep aja hiburan lah, lucu kok :D
    soal mengasuh n membesarkan anak, mommy knows best! cape kalo dengerin komentar org, selama kita udah berusaha sedaya upaya kita kasih yg terbaik ya sudah.. biarkan org2 kepo itu berlalu hehe..

  28. aku juga ngelahirinnya c-section, ga IMD, gak full ASI, makanan padat pertama bukan bubur tepung gasol, working mommy, diaper bag-nya bukan merk Allerhand…. tapiii,,, tiap kali pulang kantor selalu disambut penuh cintah ama anak, kalo aku yg nyuapin makanannya abis, dan menurutku dia bahagia & bangga punya mommy kayak daku *blushing*
    so, what’s da matter hehehe..

  29. artikelnya bagusss bgt Han!
    Gue suka baca tweet2nya mamayeah, even belom jd ibu2, gue suka kesentil loh. Krn klo tweet2nya mamayeah ini diperluas maksudnya, semua org bisa kesentil.
    Most of the time, we’re trying too hard to be perfect in public eye. Mo dalemnya belang belonteng, penyok2 ga karuan, yg penting gmn org liatnya. Pencitraan lah bahasa happeningnya :))

    IMO, in a process to be a perfect person, kita suka lupa kalo tingkat kesempurnaan tiap individu itu beda2. Kita suka lupa, kalo standard sempurna org lain belum tentu cocok sama kita.

    So gue sepakat bgt ttg content&ikhlas ini. in fact, setahun belakangan ini gue memang lg mencoba mempraktekkan hal ini. Feeling content is a key for happiness in life.

  30. sebelum tau ada @mamayeah .. aku sih emg sudah membiasakan my baby dengan DVD baby einstein .. bagus isinya, lumayan sdh punya 10 koleksi. Emg dirancang for baby & anakku suka sekali. Banyak kok dijual ditukang2 dvd itc kuningan ^^.

  31. Kok bisa ada yang marah sih wahahahaha lucu banget kok!

    justru kalo bukan dari golongan yang disindir jadi ga lucu dong? jadi ga usah marah jg? coba bapak2 atau anak remaja yang baca, pasti , ” apa sih?” dan juga ga butuh pembenaran (aku ga ASIX krn….) ataupun pembelaan (eh aku ke kidzania bukan ikut2 tren lho, tp emang bagus, blabla) krn itu yang bikin mamayeah lucu. momzillas everywhere should loosen up a bit. :D

    lucu ah, another hiburan dunia maya ga penting. lumayan :)

  32. jujur ya….sejak saya follow MY, saya lebih santai ngejalanin proses parenting ini. Gak gitu stress sm milestones krn setiap bayi itu beda2, apalagi sama barang2 bayi lagi. No more onlineshop, cukup tau apa itu maderker,jinjernep,zara,gep,kerier mahal n setroler (ngiler krn pengen kn wajar yahh…).Goosshh, ternyata saya punya style sendiri n saya lebih pede n kenapa juga baru saya sadari hal itu ya?
    ternyata apa yg saya junjung tinggi dari milis n blog itu waaaaayyy too far from my style…
    Saya cesar, induksi 18jam, ‘dipaksa’ belajar jalan sehari setelah cesar, u know how it feel? HELL YEAH!! Tapi saya hepi, bahkan pengen segera hamil lagi, cesar lagi pun gak masalah…..hehehe….
    Mbak Hanzky, asli saya tertohok juga sama quote dari Najeela Shihab itu hihihihi….*untunganaksayadilarangnontontipisampeumursetaunsamaeyangnya hehehee….
    Etaaapii…saya ASIX loh…tpi gak IMD sih….
    ASIX ni yeeeee…..

  33. liat tweet mamayeah bikin aku sadar.. santai ajaa kali, jgn terlalu stress dan ngoyo ngurusin anak dengan segala standar2 jaman sekarang. toh ibu kita juga berhasil besarin kita. hihihihi

  34. gw follow MY and i like her sarcasm :D

    termasuk bukan emak yg perfect donk… la wong ngelahirin Csec, ga lulus IMD, sempet ga bisa ASIX, sekarang si ASIX tapi pake botol (teteup gagal jadi perfect mom), ga bisa masak jadi seadanya buat suami dirumah :D huehehehehe

    stroller pun 2nd (kasiaaannn kasiaaannn), ngga pake baju jinjersnep, baby einstein? ah itu sih tgl nyari di net trs donlod (emaknya hacker ini mah :p), mothercare? beli di FO aja pasti 90% lbh murah (pedit emaknya)

  35. Mbak Hanzky,
    Nice article! Especially about being content with one’s self. Klo dipikir2, gak akan cukup semua penghasilan di dunia kalau kita gak pernah bisa puas dengan apa yg dimiliki :) Including being a so-called “supermom”… kalau terlalu terlena dengan predikat itu, malah yg ada anak2 kita dicuekin krn kita terlalu sibuk berusaha to be that supermom.
    Buat gue, dunia anak itu simple (hanya emak, bapak, dan eyang2nya yg buat jadi complicated): Klo laper makan, biar gak bosen main, dan diyakinkan klo orang tuanya gak akan pernah ninggalin dia (working or not working, yg penting quality time). I think all moms are supermoms in their kids’ eyes, cuma kita aja yg gak nyadar akan hal itu dan bisa2 putting ourself down too much krn membanding2kan dgn image supermom atau peer-pressure yg lain.
    As for MY’s tweets, baru tau tadi… dan buka sekilas, memang parodi sekali… just a person yg concerned about the stigma of the “perfect” mom yg berkembang saat ini :)

  36. Ehh baru tau ada akun MamaYeah gara2 baca tulisan ini hehehe (emak2 ngga gaul), barusan jd penasaran intip isi akun twitternya :p

    “One thing I’ve learned about parenting is that it’s never about the parents, it’s always about the child”…setuju nih sama statment mba Hani soal ini, dan bbrp hari yg lalu tanpa sengaja gw juga nge-twit kurleb sama diakun twitter gw gara2 senep liat temen yg sibuk show off bela beli brg bermerk, spa disana sini, perawatan di salon ini itu, sibuk nge gym biar bentuk badan ok, boleh2 aja sih, tp anak tuh diurus dulu, kesian liat anaknya dititip tetangga sampe malem, ngga diperhatiin udah makan apa belom, pake baju ampe dekil dan lusuh, kesannya gw rese’ amat yakkk ngurusin org tp ya gimana lagi gemes bgt dan miris liat anak2nya :(

    Back again, jujur nih ya, gw unsubscribe dari bbrp milis parenting karena kadang berasa ngga nyaman aja sama standard2 yg diciptakan oleh ntah siapa, karena kayaknya gw ngga termasuk golongan mereka hahahahaha…..Melahirkan 2x, dua2nya C-Section, soal ASIX? yg sulung gagal, adeknya berhasil, homemade food? i’m tryin’ my best, sebagai working mom gw slalu sempetin masak, kalo ngga sempet? ya beli aja, MSG? ya kalo pas makan diluar atau beli makanan kemungkinan sih pake MSG ya, merem aja lah hehehe…..soal milestones gw juga ngga pernah ambil pusing, ngga pernah nanya2 juga anak org udah bisa apa, berap badannya brp, makannya sehari brp kali, minum susu apa, tidurnya brp kali….takut malah jd parno sndiri ntar banding2in sama anak org jd ya udah lah nyantai aja, yg penting lebih fokus ke anak aja :)

  37. MY jauh lebih kocak dan cukup nyinyir dari si MJ, klo baca timelinenya bikin ngakak…walopun ada yg ketampar juga sih tp asik gak bikin setress gw jd inget sama temen2 yg rajin nulis status di fb “anakku baru masuk les musik sm balet,alhamdulillah” (dlm hati gue: les musik sm balet pake alhamdulilah yg ada baca not balok lancar bacaan ngaji sm sholat wassalam,duh gue jd inget mamayeah sm mamahdedeh)

    gw setuju sm kata2 mommy Tita (gpp yes sok akrab pdhl blm kenalan hehehe) yg “unsubscribe dari bbrp milis parenting karena kadang berasa ngga nyaman aja sama standard2 yg diciptakan oleh ntah siapa, karena kayaknya gw ngga termasuk golongan mereka” gw pun juga suka ngerasa bgtu…tp ambil yg positif2 ajalah..yg gak berkenan ya bodo amat..

    gw cesar 2x, asi ampe 6 bln doang 7 bln kesana asi campur sufor, susu anak sampe skrg abang n adenya gw ksh Dancow full cream aja tuh, gk ada 1,2,3 nya…(bukan yg kaya DHA sapi, sm formula ina itu…) trus waktu hamil boro2 dengerin lagu klasik yg ada hamil dengerin lagu britpop trus waktu hamil anak pertama ntn soundernaline diri sebelah spiker gede bgt…imunisasi cm yg diwajibkan aja, yg dianjurkan jarang diikutin, jauh kan kesan sempurnanya…gpp deh yg ptg gw selalu berusaha memberikan yg terbaik untuk anak dan suami…

    Gw sblmnya gak follow mamayeah tp sering baca timeline nya..lama2 cenat cenut juga ya gak follow MY, akhirnya follow dech trus jd berusaha melakukan hal2 yg lebih penting dulu.. yg gak tlalu penting tar aja dech….untung ada mamayeah,kita jd tertolong dan gk jd emak2 alay…hehehehe

  38. love this post, mbak han …

    resep saya utk usaha dan masih tetap terus usaha menjadi ibu yang “baik” buat my little baby : ndableg & jangan dipikir yang gak perlu dipikir..hahahaha… ini menjaga sy tetap “waras” untuk siap selalu “switch” peran, abg ibu, sbg pekerja di kantor, sbg istri, sbg mantu, sbg anak, sbg saudara, sbg housemaid (kalo si mbaknya pulang atau kebetulan lagi cuti sabtu)…

  39. Super telat baru komennya sekarang, buat mbak hani, as always, remarkable piece you got here.
    Agak kecewa liat si mbak mamayeah jarang ngetwit,krn account ini nyentil in a very quirky way, fresh dan makin nyadarin gw kalo suatu saat jadilah ibu, gw harus yang baik, who cares what other people think (they don’t even feed my child). Quoting “parenting is that it’s never about the parents, it’s always about the child”, but what i’ve notice for the past years it’s always about the parents and their tendencies to impress the person that they don’t even know, who cares if you got a mclaren stroller or quinny buzz?? (and i have to admit i thought it was a race car and the later is a new diaper brand), what you should ask is: “is this stroller (or blanket or whatever that is) comfortable enough for my child?”.
    Seriously, think what’s best for your kids rather than impressing people, pencitraan udah basi deh ah, biarkan pencitraan kita serahkan pada pak presiden aja dan kesempurnaan hanya milik Tuhan dan mamayeah, hahahahhaaa…. *please don’t kill me, LOL
    Anyone behind the account please twit some more!

  40. Telat taunya, baru ngeh wkt arisan ama my lovely friends kemarin yg jg suka ‘eneg’ ama kenyinyiran ibu2 secara publik via social media or network ttg parenting, pdhl kita semua punya prinsip, pandangan dan cara yg berbeda, so it’s only natural gaya parenting jg berbeda2, knp msh mikir ada standarisasi utk jd supermom? I know this because am a full time mom with a 3yo, an 18mos and a 2,5mos at home, being a supermom is not exactly my concern at the moment, I just pray that I’ll always have my sanity intact :D Salah satu yg bikin sedih adalah terminologi sukses dan gagal asix, as sukses dan gagal adalah 2 hal yg berbeda dan somehow some moms allegedly use that term menentukan kesuksesan dan kegagalan seorang ibu, padahal klo kita bijak pasti sekarang nyadar: kesuksesan ibu itu masih jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh dari ‘hanya’ urusan pregnancy, birth, imd, asix, mpasi dan preschool … Let’s hope Moms, anak2 kita yg dari kecil minum asi dan makan mpasi homemade, besarnya nanti bisa jadi manusia yg gak cuma intelektual dan ritual keagamaannya aja bagus, tapi jg berkarakter kuat yg punya pemikiran dan keinginan memajukan negeri tercinta ini dan menolong sesamanya. for me, there’s no such thing as a better mom, let alone a super mom, and I know am the best mom for my own children. Period.

  41. kemarin baru ngeh, ada a young mom yg selalu gembar gembor homemade mpasi, trus jalan2 ke luar kota eh si bayi mamamnya kfc, lah kfc sekarang punya divisi homemade mpasi ya? *telat*

  42. @ adys: aku donk lebih telat lagi nie… Baru baca dan mau kasih komen. Hehehe

    Setelah baca artikel ini (yang mana amat sangat keren banget!), aku lsg search @mamayeah di twitter tp sayang sungguh sayang… account’nya sudah nda ada lagi (merasa sedikit kecewa)

    Tapi klo dr artikelnya Mba Hanzky (sowie yah klo SKSD ^^) dan komen2 yg ada, sepertinya @mamayeah ini cukup fenomenal ya dengan sarcasm’nya ^^

    Mau ikutan beberin KETIDAKSEMPURNAAN’ku sebagai seorang istri dan ibu:
    1. Melahirkan tanpa C-Sec dan tanpa bantuan apapun (ya vakum, ya induksi, dll) maklum lahirannya dibantu bidan. IMD sie tp hanya bisa kasih ASI 2 minggu pertama dalam kehidupan baby boy’ku… sisanya SUFOR T__T
    2. Selain SUFOR, baby boy’ku sudah dikenalkan dengan MPASU sejak usia 1 bulan 2 minggu [yang mau marah sama aku, silakan saja… kesannya aku emang sadis ya…] but believe it or not… Thank God… TAK SEKALIPUN baby boy’ku mengalami masalah pencernaan sampai detik ini [skrg usianya 5 bulan 20 hari]
    Bahkan SUFORnya pun ganti2 brand (bukan krn alergi atau nda cucok sama baby boy’ku, tp krn ada yg ngasih trus omanya sempet salah beli merek…. ~.~”)
    3. I’m a working mom nda bisa 24 jam terus-menerus mendampingi baby boy’ku…
    4. Urusan masak?? Boro2… aku ke dapur cuma bisa bikin mie instant duank… so suami’ku sampe detik ini masih menunggu dibuatkan masakan oleh istri tercintanya… [masih pe-er nie bwat aku]
    5. Soal pakaian, mainan, stroller, sampe baby crib… aku nda brand-minded bahkan cenderung MENERIMA HIBAHAN dengan senang hati… hehehe
    6. dan masih banyak lagi….

    Tapi aku jalani semuanya dengan hepi kok… It’s part of my long life learning as a parents ^__^
    I’m not a prefect mom… I’m not a SUPER MOM… but no one loves my baby boy as I love him. Period!

Post Comment