Mengenali Gejala Infeksi Telinga Pada Anak

0 share

Sekitar 3 minggu yang lalu, Kenzie mengeluh kesakitan pada telinganya yang kemudian disertai dengan demam berhari–hari. Infeksi telinga memang biasanya diikuti dengan gejala pilek atau alergi seperti hidung tersumbat karena adanya cairan lebih yang terjebak di telinga. Apalagi umur Kenzie kan masih di bawah 3 yang memang umur rawan untuk terkena infeksi telinga karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.

Berikut ciri-ciri infeksi telinga yang saya temui pada saat Kenzie sakit kemarin:

  • Telinga terasa sakit. Kalau anak sudah bisa bicara, pasti dia akan mengeluhkan hal ini. Nah kalau bayi mungkin akan memegang-megang telinganya terus.
  • Kesulitan tidur, karena tekanan pada gendang telinga yang mengakibatkan rasa sakit. Kalau pun tertidur biasanya akan dalam posisi tengkurap. Kenzie  kemaren selalu minta digendong dan memilih tidur siang di sofa :(.
  • Demam: Sebuah tanda bahwa sistem kekebalan tubuhnya sedang bekerja melawan infeksi. Biasanya suhu akan berkisar dari 38 – 40 derajat C
  • Kesulitan mendengar. Cairan yang menumpuk dapat menghalangi suara yang masuk. Saya dan suami mencoba beberapa tepukan tangan atau jentikkan jari dekat telinganya dan Kenzie tidak merespon dengan baik saat itu. Namun setelah sembuh, pendengarannya normal kembali
  • Nafsu makan akan turun (pastinya!), walaupun sebenarnya tidak ada masalah dalam hal menelan, tapi mereka akan terasa sakit dan nggak enak badan
  • Ada cairan yang keluar dari telinga. Walaupun tidak selalu akan keluar karena bisa juga keluar lewat dalam. Kalo Kenzie bilangnya ada “darah netes” :(

Kalau anak sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut, segeralah bawa ke dokter. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik pada kasus ini. Tapi perlu diingat, 80% infeksi telinga bisa sembuh dalam 3 hari tanpa antibiotik. (Tentang bagaimana treatment saat anak menderita infeksi telinga akan dibahas i artikel terpisah)

Untuk menghindari terjadinya infeksi telinga ini:

  • Jangan memberi minum, baik botol maupun ASI, dengan posisi tidur mendatar tanpa batal penyangga. Posisi ini akan membuat cairan terkumpul di bagian belakang tenggorokan dan hidung dan mungkin kembali ke telinga bukannya turun ke kerongkongan.
    Walaupun mekanisme minum via botol berbeda dengan menyusu langsung, dan menyusu dalam posisi tidur tanpa bantal penyangga tidak menimbulkan resiko infeksi telinga. Tapi mencegah lebih baik daripada mengobati kan?
  • Batasi penggunaan dot. Gerak mengisap memicu tabung estachius untuk membuka dan menutup, memungkinkan lendir dan bakteri dari bagian belakang tenggorokan dan hidung untuk masuk ke telinga tengah. Dot yang tidak dibersihkan secara teratur juga dapat terjadi penumpukan kuman yang kemudian menuju bagian atas, belakang tenggorokan dan terkumpul dalam gendang telinga.

*Dikirim oleh Nandra Janniata, ibu dari Kenzie. Semoga nggak kena infeksi telinga lagi yah, Zie. Thanks for sharing with us, Nandra!

Share this story:

Recommended for you:

54 thoughts on “Mengenali Gejala Infeksi Telinga Pada Anak

  1. Pingback: Mommies Daily
  2. Pingback: Affi Assegaf
  3. Pingback: amel.sugeng
  4. Pingback: tari agustin
  5. Pingback: Puti A Dewi Oka
  6. Pingback: online baby shop
  7. Pingback: yoanna fayza
  8. Pingback: itatirta prakastia
  9. Pingback: krishna paramita
  10. Pingback: lita iqtianti
  11. Pingback: Janniataa
  12. Pingback: Nenni Marsetiawan
  13. Pingback: mira a
  14. Jacintha juga pernah otitis media accute with effusion. Bener bgt biasanya emang kejadian pas anak lg batpil lama…
    Dulu gw kuatir bgt krn kalo berulang gt bisa bikin gangguan pendengaran :( tp ternyata setelah dikonfirmasi dgn dokter tht nya selama ditangani dgn benar dan sembuh. Maka kemungkinan gangguan pendengaran gak akan terjadi. Pun selaput gendang telinga anak itu pasti tumbuh kembali lg seiring dia recover dr oma nya.
    Dsa nya saranin utk mengunakan otrivin kalo hidung mulai tersumbat krn batpil. Dan jangan minum di botol dgn posisi tiduran

  15. Pingback: butikbunda dot com
  16. thanks for share nay… untung aja dariiii bayi basti gak pernah aku tidurin wkt nyusu, pasti diangkat, tp pertimbangannya seh biar gak keselek… alhamdulilah ya banyak manfaatnya juga ya… sekarang juga udah gak mau mimi susu pake dot… masalahe gelas mag-magnya dah bocel semua sedotannya hahaha

  17. Duh ngilu deh ngebayanginnya..kasian Kenzie ya. Mudah-mudahan nggak kena ear infection lagi ya. Dulu Jibran juga lumayan sering kena nih waktu masih ngalamin cuaca winter, bisa 3 kali setaun kenanya. Tapi anaknya nggak pernah ngerasa kesakitan gitu sih, cuma demam aja.

  18. wah, anaknya kena infeksi telinga.

    kalo itu justru dialami oleh gw tuh

    beberapa hari yg lalu gw ke dokter THT. cara pengambilannya bs dijangkau pake alat2 dokter. dan benarlah krn infeksi bnyk cairan di telinga, setelah itu gw dikasih obat tetes dr dokter.

    setelah telinga gw dibersihkan dokter dan diberi obat tetes, skrg udah hampir sembuh…

    paling aman, coba ke dokter THT saja bu,. mereka lebih tahu

  19. Thx mommies daily bisa share di sini, karena ternyata hampir 90% anak usia 1-4 tahun mengalami otitis media dengan stadium yg beda2, semoga share ku ini ada manfaatnya :)

  20. Pingback: Aku
  21. Pingback: Mommies Daily
  22. Pingback: mira harini
  23. Pingback: Mommies Daily
  24. Pingback: aina
  25. Pingback: Mommies Daily
  26. Pingback: Dyah Prabowo
  27. Pingback: Mediani
  28. Pingback: Kharisma Perdana
  29. Pingback: Mommies Daily
  30. Pingback: Mommies Daily
  31. Pingback: Mommies Daily
  32. Pingback: Mommies Daily
  33. Pingback: Linawidya
  34. Pingback: Linawidya
  35. Pingback: Linawidya
  36. Pingback: Linawidya
  37. Pingback: Meiske Vinnera
  38. Pingback: Meiske Vinnera
  39. Pingback: Meiske Vinnera
  40. Pingback: Meiske Vinnera
  41. Pingback: Nabilah Alqadrie
  42. Pingback: Melissa
  43. Pingback: Mommies Daily
  44. Pingback: Indah W. Widianty
  45. Pingback: Sammikka's mom
  46. Pingback: Maya farida hanim
  47. Pingback: Meralda Suhud
  48. Pingback: Mommies Daily
  49. Pingback: ID_AyahASI

Leave a Reply