Menu Sehat Basti Saat Mama Pergi Jauh

Saya seorang working at home mom, tapi terhitung tidak sibuk karena cuma perlu waktu di depan komputer tidak lebih dari 2 jam sehari. Jadi bisa dibilang waktu banyak saya habiskan bersama Sebastian yang sekarang berusia 22 bulan. Untuk urusan anak, saya termasuk emak yang rewel dan parno-an, sehingga hampir semuanya saya kerjakan sendiri biar lebih afdol, termasuk makanannya yang sampai saat ini masih menganut aliran no gula garam.

Kadang karena urusan kerjaan, dalam setahun saya harus pergi keluar kota dua kali dan dalam waktu lama, mulai dari 2 minggu sampai 5 minggu. Si kecil saya tinggal di rumah dengan papanya dan mertua yang di-“impor” dari Bandung, yang saya minta tolong untuk menemani Basti selama papanya kerja, dan dibantu dengan ART (asisten rumah tangga) . Tapi tetap makanan Basti khusus dimasak oleh mertuanya, saya secara pelan-pelan menjelaskan masalah masakan yang no gulgar kepada mertua dan beberapa tips untuk masalah masak-memasak makanan Basti, saya usahakan agar mertua tidak merasa tersinggung dengan beberapa aturan yang saya buat. Untungnya mertua orang yang easy going dan enak diajak bekerja sama, jadi saya juga tenang meninggal Basti.

Tapi bagaimanapun, biar tidak dicap menantu durhaka J saya berusaha mempersiapkan semua kebutuhan Basti untuk memperingan mertua menemani Basti saat saya pergi jauh.

Beberapa hal yang perlu disiapkan:

1.       Menyusun jadwal kegiatan Basti setiap harinya, termasuk waktu mandi, makan, cemilan, minum susu dan tidur.

2.       Menyusun menu sarapan, cemilan, makan siang dan makan malam Basti setiap hari, dan resep-resepnya. Saya tambahkan pula beberapa resep lagi kalau ada bahan yang kurang atau buat alternatif saja.

3.       Membuat list bahan makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi Basti, dan cara mengolahnya. Dan saya tambahkan beberapa tips penting seputar hal masak-memasak.

4.       Mempersiapkan frozen foods untuk menu makanan Basti sehari-hari, seperti: nugget, filet ikan, daging giling, gravy, kaldu yang sudah disiapkan per-porsi.

5.       Memperbanyak stok makanan yang masa kadaluarsanya agak lama seperti tepung terigu, tepung maizena, pasta, mi organik, tepung beras, oatmeal, beras organik, tahu sutera, yogurt, susu uht cair dan  keju. Saya juga mempersiapkan stok kukis sehat yang saya pesan di cemal cemil ciamik buatan teman saya Echie (promosi nih chie hehehe).

6.       Meninggalkan no telepon dsa langganan beserta kliniknya, juga nomer telepon kakak yang kebetulan juga dokter untuk jaga-jaga bila ada masalah darurat.

7.       Membuat list obat yang biasa diminum Basti kalau sakit, menyiapkan obat di dalam lemari dengan ditempel label dosis agar memudahkan mertua mencari, menjadikannya dalam satu kotak dengan betadine, plester demam dan thermometer.

Setelah yakin semua kebutuhan Basti sudah disiapkan, sayapun bisa berangkat dengan tenang, tapi tetap sms-an dengan suami dan mertua untuk mengetahui kegiatan Basti (sekalian cek ricek hehehe) selama saya tinggal.

Mungkin tip ini bisa membantu para mommies yang meninggalkan anaknya untuk bepergian jauh tapi ingin tetap menjaga makanan yang dikonsumsi anak tetap sehat dan bersih. Bisa juga diberi tambahan buat orang rumah supaya tidak sembarang memberikan makanan yang mengandung gula, garam, zat additif dan msg, dibilang saja kalau si anak ada alergi terhadap bahan makanan tersebut, agak bohong sih, tapi kan demi kebaikan si kecil hehehe

Dikirimkan  Yudith Mangiri (@yudithmangiri), ibu dari Sebastian Syahraufi, 22 bulan


25 Comments - Write a Comment

Post Comment