Medela Mini Electric yang Tersohor

Benda ini boleh dibilang sebagai breastpump sejuta umat. Bagaimana tidak? Medela Mini Electric (atau lebih kondang dengan sebutan minel) merupakan a-must-have item bagi kaum ibu, terutama para working moms, yang ingin memberikan ASI kepada anaknya. Termasuk saya tentunya.

Saat melahirkan, kebetulan saya dapat lungsuran minel dari adik saya, Lita. Lumayan banget, mengingat harganya di toko nggak murah kan? (#makirit hehehe..). Tapi, kalaupun tidak mendapat lungsuran, saya sudah berniat untuk membeli minel. Pasalnya, saya sering mendengar dan membaca testimoni para working moms yang sukses memberikan ASI dengan bantuan minel. Dan memang benar, minel cukup membantu saya dalam program pemberian ASI Eksklusif untuk Nadira.

*gambar diambil dari sini

Awal menggunakan minel, terus terang, saya sotoy alias sok tahu dengan langsung memilih kekuatan hisap yang paling kuat. Satu dua kali mungkin nggak masalah. Tapi lebih dari seminggu, aduuhh.. Nggak tahan deh! Saat itu, puting saya pun sampai menderita nyonyor (bahasa Indonesianya apa ya?), lecet dan sakit minta ampun.

Ternyata, setelah berkonsultasi ke kantor pusat Medela Indonesia di kawasan Kelapa Gading, terdapat trik-trik tersendiri agar hasil pompa minel bisa maksimal. Setelah saya pelajari dan padukan dengan beberapa tips dari teman, ditambah juga dengan hasil eksperimen saya sendiri, inilah beberapa trik yang sering saya pakai untuk memaksimalkan si minel tercinta:

1. Sebelum memompa, pijat-pijat dulu payudara (PD) supaya ASI tidak tersumbat. Nggak perlu lama-lama kok. Saya biasanya lebih suka mengguncang-guncangkan PD sambil diurut-urut dari arah luar ke arah aerola.

2. Pilih level kekuatan hisap paling rendah terlebih dahulu. Setelah ASI terlihat mulai menetes ke botol, pindahkan ke level hisap sedang.

3. Jika ASI sudah mulai mengalir deras, baru pindahkan level kekuatan hisap ke level paling kencang, sesuai kenyamanan kita. Artinya, kalau kita merasa kesakitan di level paling kuat, turunkan saja. Intinya sih, nggak usah maksa, sekuatnya saja lah.

4. Sambil memompa, biasanya saya juga mengurut-urut PD supaya aliran ASI lancar.

5. Kalau ASI mulai tersendat, turunkan level kekuatan hisap ke level paling rendah. Nanti kalau ASI mulai menetes lagi, baru level kekuatan hisapnya dinaikkan lagi.

6. Lama memompa maksimal 15 menit per PD. Pasalnya, kalau terlalu lama, PD akan kesakitan dan justru kontra produktif terhadap produksi ASI. Oh ya, untuk memompa lagi, jangan kurang dari dua jam setelah waktu memompa pertama ya.

7. Biasanya, setelah memompa, saya mencoba ‘mengosongkan’ PD dengan memerah PD secara manual menggunakan tangan.

Hasilnya? Oke banget! Meski ASI saya nggak berlimpah ruah kayak lumpur Lapindo, setidaknya cukup lah untuk konsumsi Nadira.

Anyway, untuk harga kurang dari Rp 1 juta (sekitar Rp 700 ribu ya kalau nggak salah), minel is worth to buy. Nilai ekonominya lebih besar dari harga belinya. Memang, mengeluarkan Rp 700 ribu untuk membeli pompa rasanya kok mahal banget. Tapi coba deh dihitung kalau anak pakai susu formula. Pasti dana yang dikeluarkan jauh lebih mahal daripada sekadar membeli breastpump (ini testimoni asli dari teman-teman saya lhooo..).

Apalagi, si minel ini bisa dipakai untuk anak kedua, ketiga, dan seterusnya atau dihibahkan ke saudara/teman yang membutuhkan. Belum lagi mengingat banyaknya manfaat ASI untuk anak yang tak ternilai dengan uang. Pokoknya, minel top markotop deh!

Minusnya minel adalah, suaranya itu lho. Berisiikkk banget! Nggak kalah deh sama mesin pemotong rumput, hehehe. Lalu, kalau menggunakan baterai, si baterai cepat sekali aus. Inilah yang membuat saya akhirnya cuma menggunakan si minel tersayang hingga Nadira berusia empat bulan saja. ASI saya tidak bisa dipompa dengan maksimal karena seperti yang pernah saya ceritakan, saya harus memompa di lokasi-lokasi ‘emergency’ tanpa steker listrik. Kalau menggunakan baterai, hisapannya kurang kuat. Jadilah saya kemudian lebih memilih memerah menggunakan tangan kosong.

Apapun, saya tetap merekomendasikan si minel untuk ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusui. Kalau sudah beli tapi nggak terpakai karena ASI nggak keluar? Ya tinggal jual saja. Banyak lho yang mau membeli minel second :-)

*Dikirim oleh Irawati Diah Astuti (@irrasistible), ibu dari Nadira Puri Arundhati Prabowo (2 tahun)


69 Comments - Write a Comment

Post Comment