Naura; Mimisan dan Pencegahannya

by: - Tuesday, December 28th, 2010 at 8:00 am

In: Health 25 responses

0 share

Saya masih ingat pertama kali Naura mimisan. Waktu itu usianya sekitar 1,5 tahun. Naura sedang tidak enak badan, agak demam dan pilek. Dan tiba-tiba saja, tanpa sebab yang jelas, Naura mimisan!. Panik langsung melanda saat saya lihat darah segar menetes dari hidungnya. Untungnya, sebelum kejadian saya sempat membaca artikel yang di dalamnya terdapat tatalaksana menangani mimisan. Jadi saya tahu apa yang harus saya lakukan, walaupun deg-degan dan gemetaran sih tetap ada.

Tindakan pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah mengambil kassa steril –selalu ada stok yang siap sedia di kotak P3K di rumah- yang saya gulung dan saya masukkan ke ujung lubang hidungnya. Tujuannya untuk secepatnya membendung aliran darah supaya tidak menetes. Lalu saya pangku Naura, saya dudukkan dengan posisi tegak agak condong ke depan alias menunduk, dan saya jepit lembut pangkal hidungnya dengan ibu jari dan telunjuk saya. Bukan hal yang mudah untuk saya lakukan, karena Naura pun sempat panik melihat darah mengucur dari hidungnya, jadi ya pastinya dia berontak. Tapi saya peluk dan tenangkan dia, sambil saya bilang, ”Ngga apa-apa Nau, Naura duduk aja ya, mama pencet dulu hidungnya sebentar, supaya nggak berdarah lagi.”

Waktu itu, mimisannya hanya berlangsung selama sekian menit, tapi rasanya seperti berpuluh-puluh menit. Jujur, saya sempat kuatir dengan mimisannya itu. Apalagi setelahnya, dalam 1 bulan hampir pasti selalu ada sesi mimisan.

Lalu Naura saya bawa ke dokter keluarga, dan saya konsultasikan kondisinya tersebut. Dari situ, dokter lalu mendiagnosa bahwa membran tipis di dalam hidung Naura, sangat peka dan mudah pecah. Kalau membran itu pecah, darah keluar dari hidung. Kondisi ini tidak bisa dicegah, karena beberapa anak memang memiliki membran hidung yang sangat sensitif, dan ini bisa saja berlangsung bertahun-tahun hingga berhenti sendiri saat ia dewasa. Kondisi hidung yang sangat kering, karena sedang pilek misalnya, memicu pecahnya membran tipis tersebut. Membran yang sensitif ini artinya juga sangat peka terhadap perubahan suhu, dari panas ke dingin atau sebaliknya. Tekanan di hidung saat bersin keras, atau kebiasaan mengorek-ngorek hidung juga bisa memicu terjadinya mimisan.

Kalau saya perhatikan, memang Naura lebih gampang mimisan saat dia sedang pilek. Tidak jarang saat dia bangun pagi, lalu bersin-bersin, maka gumpalan darah kecil akan ikut terlontar saat dia bersin. Atau kalau saat tidur malam, AC kamar lupa saya naikkan suhunya, maka hampir selalu dia akan terbangun tengah malam dengan suara hidung seperti menyedot ingus, dan begitu saya perhatikan ternyata darah sudah mengotori pipi dan tangannya –yang dia gunakan untuk menggosok-gosok cuping hidungnya-.

Begitu seringnya Naura mengalami episode mimisan, sehingga dia sudah terbiasa dan tidak panik lagi saat kejadian. Paling-paling dia hanya akan bilang ”Mama/Mbak! Naura mimisan!” Biasanya dia tidak akan ketakutan lagi melihat darah mengalir dari hidungnya, hanya merasa risih karena ada yang mengalir dari hidungnya dan tidak bisa ia bendung sendiri. Mbak-mbak di rumah pun sudah terbiasa dan tahu tatalaksana menghadapi mimisannya Naura.

Dari beberapa referensi yang saya baca, salah satunya Mayoclinic, mimisan tidak berbahaya, selama:

  • Darah yang mengalir tidak banyak dan masih bisa dihentikan dengan menjepit hidung
  • Darah yang mengalir segera berhenti/mimisan tidak lebih dari 20 menit
  • Mimisan terjadi tidak didahului oleh benturan keras.

Lalu, yang harus dilakukan saat terjadi mimisan:

  • Duduk tegak agak condong ke depan dengan kepala agak menunduk, untuk mengurangi tekanan pada pembuluh darah di hidung;
  • Jangan menengadahkan kepala, karena darah akan mengalir lagi ke tenggorokan dan mengganggu jalan pernapasan, selain itu beresiko menelan darah yang akan mencederai lambung
  • Jepit lembut pangkal hidung dengan ibu jari dan telunjuk selama 5-10 menit (kalau saya, ditambah dengan bantuan sumbatan kassa steril di lubang hidung supaya Naura tidak merasa risih dengan darah yang terus-menerus menetes)
  • Bernapas melalui mulut
  • Jika setelah 10 menit darah tidak juga berhenti, ulangi lagi tindakan di atas hingga 20 menit
  • Jika setelah dilakukan penjepitan hidung selama 20 menit, darah tetap mengalir, segera temui dokter untuk memperoleh tindakan medis.

Hingga saat ini, Naura masih cukup sering mengalami episode mimisan. Tapi saya tidak terlalu kuatir lagi, karena dokter meyakinkan saya, semakin besar usianya, insya Allah membran tipis itu akan semakin menebal dan tidak lagi se-sensitif sekarang. Paling-paling yang sekarang bisa saya lakukan untuk –sedikit membantu- mencegah mimisannya, adalah menjaga suhu kamar saat tidur agar tidak terlalu dingin (terutama saat dia pilek), mengingatkan ia untuk tidak sering-sering mengorek hidungnya, dan mengajarkan ia agar saat bersin, dia juga membuka mulutnya supaya tekanan di membran hidungnya tidak terlalu keras.

*dikirim oleh Menik Retno (@menik_retno), mama dari Naura Fakhira Amani (Naura), 4 tahun 3 bulan dan Aljanni Zaydan Aracello (Zaydan), 19 bulan.

Share this story:

Recommended for you:

25 thoughts on “Naura; Mimisan dan Pencegahannya

  1. Pingback: DAY
  2. Pingback: helma sefti fauzia
  3. Pingback: elza sentanu
  4. Pingback: iLzie
  5. Pingback: lita iqtianti
  6. Pingback: Dwi Gugieyh
  7. Pingback: Anatasia Ersam
  8. Pingback: Mamamoo Temanmoo
  9. wah, thanks sharingnya yaaa….
    gw juga baru ngalamin Langit mimisan. Yang pertama pas lebaran kemaren, lagi main tau2 hidungnya keluar darah :(( padahal lagi ga pilek atau apapun. panik lah, secara gw dan suami takut lihat darah :(
    yang terakhir beberapa hari yang lalu, emang lagi pilek sih, tau2 netes2 gitu darah dari hidungnya Langit. huaaaa…..
    setelah bergulat, akhirnya mau juga disumpel daun sirih asalkan gw dan bapak’e juga idungnya disumpel daun sirih, jadi deh kita semua nyumpel idung pake sirih -_-’

    kisses buat Naura :*

  10. thanks yah atas sharingnya,anak saya ali{5} jg sering mimisan,sempet panik sih tapi karena dah sering jd ga panik lagi.
    ternyata harus menunduk yah posisinya saat anak mimisan,,?
    thanks again,,,

  11. iya.. mimisan itu normal kok selama hal-hal tersebut di atas. Latifah (dan aku) sering sekali mimisan karena cuaca di sini memang kadang terlalu panas (50 deg C), kadang dingin (14 deg C).. jadi ya sudah biasa.

    kadang dia mimisan aku suruh pegangin sendiri hidungnya pake tissue udah bisa karena mampet ga sampe semenit. kalo lagi pilek sih agak lamaan mimisan tapi ga sampe 5 menit, alhamdulillah.

  12. Wahhh ini persis Zio (3y8m) anakku yang pertama, mimisan udah seringgg bgt, waktu konsul ke dsa nya juga dibilangin gt, selaput apa nya gt dihidungnya tipis, saking seringnya Zio udah tau dia hrs ngapain kalo mimisan, ngga pernah panik atau nangis lagi, yg lucu kalo setiap mimisan dia buru2 ngambil tissue trus dipuntir2 gt sama dia buat nyumbat lubang hidungnya :D

  13. Anak saya Kika 7th dr umur 2th sering sekali mimisan, gak hanya dalam keadaan kurang sehat ato pilek, tapi bisa pas baru bangun tidur pagi, pas AC kamar dimatikan (perubahan suhu kamar), pas tiba2 tercium bau yg tajam spt PILOX ato bensin….saya sudah bbrp kali konsul ke dokter dan Kika telah menjalani bbrp tes darah komplit. Tidak ditemukan kelainan kecuali membran/selaput hidungnya yg tipis dah pembuluh darah yg lumayan banyak…..so, kata dokter ini akan lama2 berhenti seiring bertambahnya usia dia.

    Spt Zio anak mama Tita, Kika juga lama2 tau kapan dia berasa mau mimisan dan dia bisa lsg kasih tau, minta tisu or gulungan daun sirih, lsg berbaring di kasur smbil main PSP :)

  14. gw banget. dari kecil gampang mimisan. didiagnosis sama dokter memang itu, pembuluh darah di hidung lebih rapuh. kayanya sejak kuliah udah gak mimisan lagi. baru kejadian pas lanjut kuliah di belanda, kedinginan kali ye. habis itu stop. baru mimisan lagi pas punya anak kedua. sekarang sering mimisan lagi (gara-gara dingin lagi pasti nih). cape deh….

  15. Pingback: Mommies Daily
  16. Pingback: Mommies Daily
  17. Pingback: karina febriansyah
  18. Pingback: Mommies Daily
  19. Pingback: dhanzardhani
  20. Pingback: novitarini

Leave a Reply