Margarine VS Mentega: Mana yang Lebih Baik?

Margarine adalah makanan yang cukup akrab untuk keluarga Indonesia. Sejak kecil, yang kita tau pasangan roti itu salah satunya adalah dengan margarine. Anehnya, margarine yang kita kenal sejak dulu itu sering disebut “mentega”, padahal mentega sesungguhnya justru agak jarang ditemukan di dapur keluarga Indonesia dan baru belakangan ini saja mulai marak digunakan.

Mentega (butter) adalah produk olahan susu (biasanya sapi) yang biasanya terdiri dari lemak, air dan protein susu, sementara margarine adalah ‘pengganti’ mentega yang terbuat dari lemak nabati yang pembuatannya menggunakan proses yang disebut dengan partially hydrogenation (proses hirogenasi sebagian). Proses ini bertujuan untuk mengubah bentuk lemak nabati menjadi lebih padat. Banyak orang yang menyangka, karena mentega mengandung banyak asam lemak jenuh (saturated fat) yang terkenal bisa meningkatkan kadar  lemak dan kolesterol jahat di dalam tubuh, margarine merupakan alternatif yang lebih sehat. Benarkah begitu?

Dari berbagai sumber yang saya baca, walaupun margarine mengandung lemak nabati, bukan berarti kita bisa mengkonsumsinya tanpa batas. Justru ada satu hal yang harus diwaspadai dari banyak produk margarine, yaitu kandungan trans fat (asam lemak trans) yang tinggi. Seperti saturated fats, trans fat juga bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan resiko penyakit jantung. Lebih parahnya lagi, trans fat juga bisa menyebabkan penurunan kolesterol baik di dalam tubuh kita.

Hal ini saya tanyakan kepada Arief T Nur Gomo, seorang ahli pangan yang juga merupakan anggota Persatuan Ahli Teknologi Pangan Indonesia. Ia membenarkan.

“Produk margarine biasanya dibuat dengan proses yang disebut dengan partially hydrogenation (proses hirogenasi sebagian) karena pada intinya proses ini tidak merubah seluruh asam lemak tak jenuhnya menjadi jenuh. jadi hanya merubah sebagian asam lemak tak jenuh menjadi jenuh. Oleh sebab itu margarine disebut mengandung partially hydrogenated oil. Pada proses partially hydrogenation ini juga biasanya menggunakan katalis logam Nikel. Pada proses ini asam lemak tak jenuh dirubah menjadi asam lemak jenuh dan juga menghasilkan trans fat (asam lemak trans).”

Semakin padat (solid) tekstur produk margarin, semakin tinggi kandungan trans fat di dalamnya.

Agak ngeri ya? Anak-anak kan biasanya suka banget makan roti pake margarine. Jadi yang mana sebaiknya yang lebih baik kita konsumsi, mentega atau margarine?

“Setiap bahan punya kelebihan dan kekurangan. Yang harus dibetulkan menurut saya yaitu cara pengolahan dan cara konsumsinya. Butter digunakan dalam pembuatan kue untuk mendapatkan tekstur dan citarasa yang enak. Kandungan vitamin pada butter juga baik untuk kesehatan. Demikian juga dengan margarine.” kata Arief.

Bagaimana dengan produk margarine yang terbuat dari minyak nabati yang diklaim “baik” untuk kesehatan, seperti canola oil? Apakah margarine jenis ini lebih sehat untuk dikonsumsi?

“Tidak juga,” kata Arief menegaskan. “Jika dia melewati proses partially hydrogenated tetap saja hasilnya sama dengan yang dibuat dari palm oil. Justru yang dari canola, karena asam lemak tak jenuhnya lebih banyak dibandingkan dengan palm oil, maka semakin banyak asam lemak tak jenuhnya yang diubah menjadi jenuh. maka terbentuk pula lah asam lemak trans yang lebih banyak.”

Tulisan ini saya tulis bukan untuk menakut-nakuti ya moms. Saya hanya ingin mengajak mommies untuk lebih melihat lebih dalam lagi ke produk-produk makanan yang kita dan keluarga konsumsi sehari-hari, yang biasanya diklaim “sehat” oleh produsennya. Memang kita sendiri yang harus lebih cermat untuk mencari informasi, mana yang sehat betulan dan mana yang tidak.

Kembali ke soal penggunaan mentega dan margarine, Arief membagi beberapa tip yang bisa menjadi pilihan yang lebih sehat:

  • Untuk menggoreng pilihlah yang kandungan asam lemak jenuhnya lebih banyak seperti minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit.
  • Margarine atau mentega lebih aman digunakan jika tidak melalui proses pemanasan.
  • Gunakan low fat butter untuk olesan dengan pertimbangan kandungan lemaknya lebih sedikit.
  • Untuk menumis; margarine, butter atau minyak seperti canola dan zaitun, bisa digunakan.
  • Bijaksana mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung margarine atau butter.
  • Konsumsi minyak/fat yang baik bisa diperoleh dari bahan-bahan yang mengandung asam lemak tak jenuh misalnya minyak ikan, minyak zaitun, minyak canola.

Pada saat membeli produk mentega atau margarine, jangan lupa cek Nutrition Facts labelnya juga ya moms. Cari produk yang mengandung trans fat dan saturated fat yang paling sedikit.

Gambar diambil dari sini


50 Comments - Write a Comment

  1. Hi, Affi! Salam kenal!
    Senang sekali lihat postingan ini. sangat menambah wawasan!
    Aku juga pernah baca kalau lemak tetap dibutuhkan oleh tubuh kita, nah terdapat beberapa produk yang bisa memenuhi kebutuhan lemak pada tubuh, salah satunya produk margarin dan aku juga sempat tanya di beberapa restoran dan hotel, biasanya mereka menggunakan produk margarin Sinar Meadow. Mungkin bisa jadi alternatif juga :)
    coba simak website http://www.sinarmeadow.com/

    Terima kasih :)

Post Comment