Pilih-Pilih Tontonan Anak

Saya adalah orang tua yang tidak mengharamkan televisi atau film untuk ditonton oleh anak saya. Kenapa? Karena saya percaya bahwa televisi dan film masih merupakan sarana hiburan dan edukasi yang cukup baik, tentunya dengan beberapa syarat dan kondisi, seperti pemilihan program yang tepat yang ditonton dibarengi dengan bimbingan dari orang tua.

Menurut Dr Frieda Mangunsong, M.Ed, Associate Professor dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, film adalah salah satu media yang mampu mempengaruhi anak-anak bahkan sejak mereka bayi sekalipun. Dari film, anak-anak bisa mendapatkan berbagai hal mulai dari meniru kata-kata, mengenal warna, benda, gerakan, musikalitas, ritme dan banyak hal.

“Anak-anak menyukai film karena dalamnya terdapat banyak sekali unsur. Ada tema dan pesan, kaya akan gambar dan warna, tampilan kata-kata, gerakan visual dan adegan-adegan yang menghibur,” ungkap Frieda. Menurut Frieda, tayangan media juga dapat memberikan model-model tertentu bagi anak-anak mulai dari kekerasan, kecerdasan, kepemimpinan, keceriaan, kejenakaan.

Nah tapi saya juga menyadari bahwa televisi atau film itu seperti pisau bermata dua atau double-edged sword. Karena demikian besar pengaruhnya, kita harus ekstra hati-hati dalam memilih tayangan apa yang boleh dan tidak boleh ditonton oleh anak-anak. Saya sendiri cenderung memilih program-program dari TV channel asing, yang sudah dialihbahasakan ke bahasa Indonesia, karena kenyataannya susah sekali mencari konten buatan Indonesia yang masuk kategori mendidik. Beberapa program yang katanya untuk anak kecil yang pernah saya liat di TV lokal, dipenuhi oleh adegan kekerasan dan ‘mistis’ yang sangat tidak pantas disaksikan anak-anak. Makanya untuk amannya, selama saya tidak ada di rumah, saya larang pengasuh Aluf untuk menyalakan televisi lokal, karena saya takut berbagai program yang sebenarnya bukan ditujukan untuk dia, seperti sinetron, bisa tidak sengaja ‘tertangkap’ olehnya.

Frieda menyarankan orang tua untuk mendamping, mengarahkan dan memilih film yang baik untuk anak-anak.
“Pilihkan film yang polos, sesuai dengan perkembangan usia dan tugas perkembangan anak. Hindari film yang mengandung kekerasan, mistis, percintaan, perilaku seksual yang berlebihan dan belum waktunya,” paparnya.
Ia juga menyarankan orang tua untuk memilih film yang dapat membantu anak mengembangkan fungsi berpikir, menganalisa situasi dan memecahkan masalah.

Ada beberapa tips juga yang bisa kita lakukan untuk mencegah anak terkena dampak tayangan negatif, yaitu:

  • Pahami status tontonan, misalnya status tayangan BO (Bimbingan Orangtua) untuk anak usia di atas 13 tahun sementara status DW untuk usia di atas 21 tahun.
  • Pilihkan tayangan sesuai usia anak.
  • Dampingi anak saat menonton, ingatkan atau bekali anak dengan pengetahuan tentang dampak buruk tontonan horor dan kekerasan.
  • Diskusikan dengan anak-anak tentang tayangan yang membuat mereka tidak nyaman atau menakutkan. Misalnya “Kamu takut ya nonton film barusan? Bagian mana yang bikin kamu takut?”
  • Ajak anak melakukan kegiatan yang bersifat fisik untuk menghindarkannya duduk pasif di depan layar televisi.

Khusus untuk point terakhir, saya usahakan Aluf tidak menonton televisi lebih lama dari 2 jam totalnya per hari. So far sih tidak masalah karena cukup banyak kegiatan yang ia lakukan di sekitar rumah seperti menggambar, mewarnai, prakarya, bermain (rumah-rumahan, dll), menyanyi dan menari, jalan-jalan keliling kompleks dan lain-lain.

Balik lagi ke program untuk anak-anak buatan Indonesia, saya baru tau loh kalau ternyata Wall’s Paddle Pop sudah 3 kali mengeluarkan film animasi anak – anak dengan artis – artis Indonesia. Tahun ini film yang diluncurkan berjudul “Paddle Pop Elemagika” menyusul dua film sebelumnya yang berjudul “Pyrata” dan “Kombatei”.

Ide cerita dan storyline film “Paddle Pop Elemagika” dibuat oleh penulis cerita dari Indonesia, Firman Halim dan salah satu pengisi suaranya adalah Giring, vokalis band Nidji!

Film ini juga akan diluncurkan di Thailand, India dan Australia. Lewat film ini, anak-anak diharapkan akan belajar mencintai lingkungan, berbuat baik dan tidak merugikan sesama manusia. Keberanian melawan kejahatan, kerjasama, bersatu dalam memperjuangkan kebenaran dan kebaikan, serta sikap waspada dan tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal juga tersirat di film ini. Sounds like the kind of film I want my daughter to see!

Oh iya, kalau kebetulan jalan-jalan ke Cilandak Town Square mulai tanggal 10 Desember ini, jangan lupa dateng ke Paddle Pop Adventure Weekend ya moms! Ada arena permainan seperti cerita di filmnya Paddle Pop, seperti game, air, tanah dan udara, jadi anak-anak bisa berimajinasi seperti di film. Nanti akan ada gala premiere pemutaran filmnya lho sebagai puncak acara. Tapi kalau nggak dapet undangan gala premiere-nya, jangan khawatir! Film animasi terbaru dari Paddle Pop yang berjudul Paddle Pop Elemagika akan dirilis di DVD di bulan Januari 2011!


35 Comments - Write a Comment

Post Comment