Tips Pencegahan Gangguan Mata Akibat Abu Vulkanik

Erupsi Gunung Merapi yang terjadi akhir-akhir ini bukan hanya mengakibatkan terbentuknya gumpalan awan panas yang mematikan lho, tapi juga abu vulkanik yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Abu Vulkanik dapat menyebabkan gangguan kesehatan yaitu gangguan sistem pernapasan dan juga gangguan pada mata.

Abu vulkanik, sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan.

Abu yang terbentuk selama letusan gunung berapi ini terdiri dari fragmen batuan halus, mineral dan kaca dengan karakter keras, kasar, korosif dan tidak larut dalam air. Partikel abu sangat kecil sehingga mudah tertiup angin hingga ribuan kilometer.

Karena mengandung zat kimia sulfur dan beberapa senyawa lainnya, maka partikel abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata. Mata akan merah, terasa perih dan gatal. Apabila tidak tertangani dengan baik, tentunya partikel abu vulkanik ini dapat ‘melukai’ kornea mata.

Berikut tips pencegahan dan penanganan gangguan mata apabila kemasukan abu vulkanik:

  1. Segera pejamkan mata. Jangan sekali-kali menggosok mata walaupun mata terasa gatal dan sakit, karena hal ini dapat melukai kornea mata.
  2. Dengan memejamkan mata, diharapkan lapisan air mata (tear film) akan menggelontorkan partikel abu dan membersihkan mata.
  3. Apabila mata masih terasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, irigasi atau cuci mata dengan air bersih (usahakan yang mengalir) selama kurang lebih 5-10 menit.
  4. Gunakan tetes mata yang mengandung artificial tears (air mata buatan),  seperti Lyteers sesering mungkin untuk membersihkan permukaan mata dari abu vulkanik yang menempel.
  5. Pada pemakai soft lens disarankan untuk melepas softlens nya dan menggunakan kaca mata biasa.
  6. Pakai kaca mata pelindung apabila harus keluar rumah.
  7. Apabila mata tetap terasa perih, silau dan sulit membuka mata serta keluar air mata terus menerus, segera cari pertolongan dokter spesialis mata untuk mendapatkan perawatan khusus karena kemungkinan terjadi luka pada kornea.

Semoga bermanfaat

Dikirim oleh dr. Rozalina Loebiz S., SpM
Twitter: @RozalinaZ


21 Comments - Write a Comment

Post Comment