Kenapa sih, Kamu Nangis Melulu? Part II

Nah, kalau kemaren saya membahas tentang kenapa bayi menangis, sekarang bagaimana cara menghadapi tangisan si kecil?

Setelah menunggu selama 9 bulan, mungkin Mommies tak akan menyangka bahwa makhluk mungil menggemaskan ini bisa jadi nightmare kalau sudah menangis tak henti-henti. Ingat-ingat ya moms, she’s only an innocent little baby. Masih belum tau apa-apa, cara berkomunikasi mereka, ya dengan tangis! Kalau sudah bisa ngomong, malah agak menyeramkan ya? Hehehe…

Oke, yang bisa Mommies lakukan saat si kecil menangis antara lain : (lagi-lagi berdasarkan pengalaman dan hasil googling nih)

1. Bedong dan peluk si kecil

Kehidupannya saat di dalam rahim begitu snuggly dan nyaman. Dengan “membungkus”nya dengan bedong, ia akan merasa keketatan dan kehangatan seperti di rahim yang tentunya akan membuat ia nyaman, terutama saat tertidur. Jika bayi Mommies bukan tipe yang betah dibedong, peluklah si kecil. Berada dalam pelukan ibu, merasakan bau dan mendengar suara ibu akan menenangkan bayi yang baru lahir.

2. White noise

Saat didalam rahim, si kecil begitu dekat dengan bunyi detak jantung ibu yang menenangkan. Bunyi-bunyian yang halus dan konstan seperti vacuum cleaner atau hair drier bisa menenangkan dan bahkan ‘menghipnotisnya’ untuk tertidur.

3. Diayun-ayun

Kalo bahasa jaman dulu “dieyong-eyong”, ada yang familiar sama istilah ini nggak? Gendong si kecil, lalu diayun-ayunkan biasanya akan menenangkan bayi. Yang canggihnya sih, letakkan bayi di bouncer atau rocking chair :)

4. Massage time

Ingat di sebuah iklan produk bayi yang salah satu step-nya adalah memijat bayi sebelum tidur? Coba bayangkan, kita aja yang dewasa kalau habis dipijat pasti akan terasa rileks dan lebih enak tidur kan? Saya pernah mencoba, Langit waktu usia belum 1 bulan, tergolong bayi yang rewel dan susah tidur. Akhirnya saya bawa Langit ke pemijat bayi dekat rumah Ibu saya. Pulang dari sana, Langit tidur dengan anteng dan cenderung lebih rileks. Pijat bayi juga bisa dilakukan sendiri dirumah kok, gerakannya simple saja, bukan seperti pijat dewasa. Malah, kalau ibu/ bapaknya yang memijat pasti akan lebih tenang karena dengan penuh cinta kan…

5. Biarkan bayi menghisap sesuatu

Saat si kecil menyusu, pasti dia akan tenang. Bagi sebagian newborn, mengenyot *pinjem istilah Hani* akan membawa kenyamanan tersendiri. Pilihannya terserah Mommies, mau mengenyot payudara Anda, ibu jarinya atau diberi pacifier. Kegiatan mengenyot ini akan menstabilkan detak jantungnya, menenangkan perut dan akhirnya bikin si bayi menjadi tenang.

6. Jangan menanganinya sendirian

Mungkin akan ada saat-saat tertentu Mommies merasa capek luar biasa dengan tangisan si kecil. Don’t demand too much from yourself. Segera minta bantuan dari suami, orangtua atau sanak saudara selama beberapa jam tak akan membuat kita jadi ibu yang jelek kok. Saat si kecil berada di tangan yang “aman”, lakukan kegiatan yang kita sukai. Bisa pergi ke salon, belanja, atau mungkin hanya sebatas pijat dirumah. Percaya deh, “perpisahan” sementara dengan si kecil akan menimbulkan rindu luar biasa sehingga membuat kita lebih fresh saat berhadapan lagi dengannya.

Satu-satunya mantra yang saya rapalkan saat menghadapi Langit dimasa-masa sulitnya *bahkan sampai saat ini kalau lagi ada masalah pribadi* cuma satu :

“Ibu yang bahagia akan menghasilkan anak yang bahagia”… Setuju?


22 Comments - Write a Comment

Post Comment