Kenapa sih, Kamu Nangis Melulu?

Behavior & Development

nenglita・04 Oct 2010

detail-thumb

Salah satu kondisi yang kerap memusingkan bagi para ibu baru adalah kala si kecil menangis. Jangan pusing dulu ya ibu-ibu, menangis adalah cara bagi para bayi (newborn) untuk mengungkapkan perasaan/ kondisinya. Wajar juga sih, kalau ibu baru merasa kebingungan dengan tangisan si kecil, kan baru ketemu yah jadi masih sama-sama belajar mengerti satu sama lain.

*ini foto langit udah agak gedean sih, hehehe..*

Lalu, apa sih atau kenapa sih si kecil nangis melulu? Berdasarkan pengalaman, serta hasil googling sana sini tentunya, saya menyimpulkan seperti dibawah ini:

- Lapar! Ini adalah kondisi umum dimana bayi menangis terus menerus. Seperti mungkin Mommies sering membaca dimana-mana dijelaskan bahwa lambung bayi hanyalah seukuran kepalan tangannya. Kecil banget kan? Apabila Mommies menyusui secara langsung, sangat wajar jika ia cepat merasa lapar karena lambungnya cepat penuh dan zat yang terkandung dalam ASI sangat mudah diserap tubuh, jadi cepat lapar lagi deh! Nah disini nih biasanya para ibu merasa “capek” karena si kecil bolak balik nangis kelaparan padahal sudah menyusu 1-2 jam sekali.

Saya tekankan sekali lagi ya Moms, lambung yang begitu kecil dan nutrisi dalam ASI yang mudah terserap membuat si kecil cepat kelaparan. Kalau sudah disusui tapi masih nangis? Nah, mungkin ada di alasan-alasan berikutnya nih

- Tidak nyaman. Coba dicek popok, gurita, bedong dan pernik-pernik yang menempel ditubuhnya. Apa terlalu ketat? Atau mungkin bahannya nggak nyaman untuk kulit bayi yang halus?

- Kedinginan atau kepanasan. Suhu ruangan juga perlu diperiksa loh! Banyak yang bilang, bayi-bayi jaman sekarang kebanyakan “bayi AC” alias betah dan anteng di dalam ruangan yang sejuk. Padahal nggak juga kok, yang penting suhu kamar nggak panas, bayi biasanya nyaman. Kalau bayi sering berkeringat, wajar. Karena pori-porinya/sistem dalam tubuhnya belum sesempurna orang dewasa. Kalaupun berada di dalam ruangan ber AC, pastikan temperatur dalam ambang yang normal, 20-23 derajat deh. Karena kalau terlalu dingin juga bisa membuat bayi nggak nyaman

- Ingin digendong. Banyak yang bilang kalau bayi keseringan digendong nanti “bau tangan”. Kalau menurut saya nih, secara logika selama 9 bulan si kecil nyaman berada dalam kandungan dan dibawa kemana-mana oleh ibu, “goncangan-goncangan” saat ibu beraktifitas, serta bau ibu yang menempel selama 9 bulan tentu membuat si kecil nyaman. Ketika keluar dari rahim, ia berada di lingkungan yang sama sekali baru baginya. Takut nggak bisa beraktifitas karena si kecil maunya digendong terus? Tenang, biasanya ini berlangsung hanya di awal-awal masa kehidupannya kok. Tunggu sampai si kecil sudah kenal main dengan ayah atau kakek neneknya, pasti Mommies akan merasa rindu memeluk dan menggendong si kecil *curhat*. Oh iya, coba deh gunakan baby sling atau sleepy wrap yang nyaman supaya kedua tangan Mommies tetap bisa beraktivitas. Walaupun saya, 2 tahun yang lalu, pakenya cuma kain jarig (kain batik panjang) itu tuh, hehehe…

- Butuh istirahat. Jangan samakan waktu istirahat orang dewasa dengan si kecil loh. Berdasarkan website IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), kebutuhan tidur bayi usia 0-2 bulan mencapai 18 jam perhari. Jadi, jika mendapat kunjungan nonstop dari sanak saudara, tetap pentingkan kebutuhan istirahat si kecil ya!

- Sakit. Selain lapar, yang biasanya dikhawatirkan adalah sakit. Saat si kecil nangis, cek apakah ia lapar atau tidak, kenyamanan pakaian serta suhu ruangan, digendong ternyata masih nangis juga, mungkin ia merasakan sakit. Bagaimana cara taunya bayi sakit atau tidak? Tentu dari suara tangisan ya. Nah, suara tangisannya biasanya terdengar berbeda. Percaya deh, saya juga nggak bisa menjelaskan bagaimana, tapi ikuti insting Anda sebagai orangtua. Ini lebih penting daripada nasehat siapapun.

- Kolik. Wah, yang satu ini juga sulit didefinisikan. Bayi bisa dikatakan kolik jika menangis selama lebih dari 3 jam non stop setiap harinya. Langit pernah begini. Di siang hari, setelah jam 12 pasti dia nangis. Nyusu udah, tidur udah, baju nyaman, suhu tubuh aman, digendong juga udah. Akhirnya saya menyimpulkan, dari ciri-cirinya, Langit terkena kolik. Cara saya yang paling sederhana, hasil tanya-tanya sama sahabat yang mendapat bocoran dari seorang suster di RSIA, menghilangkan kolik-nya adalah dengan meneteskan air hangat ke mulutnya. Loh, kan masih asi eksklusif? Kan saya bilang meneteskan ya, bukan meminumkan :D bener-bener hanya setetes aja loh. Alhamdulillah, berhasil :)

Bagaimana menghadapi bayi yang menangis? Nanti lanjut di artikel berikutnya ya!