Memilih Training Pants untuk Potty Training

Pertama kali mendengar istilah Training Pants (TP) beberapa tahun lalu, yang terbayang dalam otak saya adalah celana olahraga :)

Namun,TP yang dimaksud di sini adalah celana yang digunakan pada masa peralihan pemakaian popok sekali pakai ke celana dalam biasa. Jujur, awalnya saya ragu untuk membeli TP. Terutama karena harganya yang cukup pricey.Karena dulu, TP yang saya tau hanya yang berbahan soft polyester atau bahan seperti cloth diaper.

Nah, menjelang anak pertama saya berumur 2 tahun, baru deh saya sibuk browsing soal TP. Sampai akhirnya saya tertarik untuk membelinya. Setelah tanya sana sini, saya pun langsung membeli beberapa merk TP. Semuanya saya pilih yang berbahan seperti handuk atau kaos. Diantaranya merk Monril, Disney, Anpan Man, hingga Nissen.

Bahan seperti handuk/kaos ini dari segi harga cukup murah, tidak setinggi yang bahan polyester. Sekitar Rp 35,000 – Rp 60,000 satuannya. Lagipula, perawatan cucinya pun mudah, seperti celana biasa. Sedangkan yang bahan polyester, sama seperti cloth diaper, tidak boleh menggunakan pewangi dan pemutih. Cucinya disarankan pakai tangan. Harga pun bisa sekitar Rp 100,000 – Rp 300,000 satuannya.

Dari segi jumlah layer, menurut saya 3 layer sudah cukup, karena penggunaan TP intinya adalah untuk menampung sementara 1 – 2x pipis anak agar tidak langsung meluncur ke lantai, yang bisa membuat anak terpeleset dan juga membuat kita harus bolak balik mengepel.

Apabila layernya cukup banyak, selain harganya lebih mahal, ditakutkan anak menjadi kurang merasa ‘basah’. Padahal tujuan pemakaian TP adalah agar anak merasa tidak nyaman ketika basah, sehingga ia memberi tahu orang bila mau pipis atau sudah pipis.

Dari segi merk, saya sendiri paling suka dengan Nissen karena ketebalan bahan handuknya pas, karetnya juga enak dan lingkar pahanya cukup sesuai dengan anak saya yang bertubuh agak langsing. Motifnya juga keren, tidak kekanak-kanakan sehingga cocok untuk anak batita.

Sedangkan Disney, cukup recommended, namun lebih cocok dipakai anak yang lingkar pahanya besar. Bila dipakai anak bertubuh langsing seperti anak saya, kadang pipisnya suka keluar lewat samping paha sehingga tercecer ke lantai. Dari segi motif juga biasanya terlalu ramai.

Monril, bahan cukup enak, lingkar pinggangnya sedang, motif lucu-lucu dan bervariatif. Namun kekurangannya karet pinggangnya mudah longgar atau lepas.

Anpan Man, paling cocok untuk anak langsing. Lingkar paha tidak besar, juga tidak terlalu tinggi seperti Disney. Bahannya seperti kaos, bukan handuk.

Tapi, jangan bergantung penuh pada TP lho Mommies, hal lain yang saya gunakan agar Ghaly bisa cepat lulus toilet training adalah selalu memberikan apresiasi positif bila anak berhasil buang air di WC. Untuk anak laki-laki, bisa diajarkan untuk buang air berdiri, ‘membuat air mancur’, hingga ia merasa fun dalam belajar buang air di WC.

Selamat mencoba ya Moms :)

Dikirim oleh Puti Andam, ibu dari M. Redfan Ghaly, 2 tahun 8 bulan dan Keynara Maleeka 3 bulan


43 Comments - Write a Comment

Post Comment