Ketika Anak Terkena Sariawan

Bahasa keren dari sariawan adalah stomatitis aftosa. Tapi, apa sih penyebab dari sariawan itu? Penyebabnya sebenarnya belum diketahui secara pasti, tapi melalui beberapa penelitian, sariawan biasa dikaitkan dengan;

  • Faktor hormonal (menstruasi)
  • Faktor psikologis (stress)
  • Penyakit sistemik lainnya
  • OH yang buruk
  • Kekurangan zat asupan lain (vitamin)
  • Alergi/ketidak cocokan dengan makanan tertentu (ini dialami pasien saya yang alergi coklat. Jadi setiap habis makan coklat, sariawan akan timbul di rongga mulutnya, dan itupun bukan hanya satu, paling sedikit dua dan lokasinya bisa berpindah-pindah).
  • Kejadian traumatic (tergigit, tersodok sikat gigi, trauma akibat gigi tiruan, dll),  tetapi ini bukan stomatitis aftosa, hanya gambaran dan gejala  klinisnya  sama persis seperti stomatitis aftosa

Gambaran dan Gejala Klinis

Lesi (cedera) terlihat dengan gambaran klinis kemerahan, perih atau sakit, panas terbakar dan setelah beberapa waktu akan timbul ulserasi

Akibat Lanjutan

Akibat adanya sariawan ini, yang tentu saja dengan rasa perih atau sakit serta rasa panas terbakar itu, penderita menjadi malas makan dan minum (karena sakit) atau bahkan pada daerah tertentu, penderita akan merasa sakit apabila membuka mulutnya, sehingga malas juga untuk membersihkan gigi dan rongga mulutnya. Akibat yang ditimbulkan adalah pola makan menjadi terganggu, kemudian disusul dengan penumpukan plak yang akan mengakibatkan penyakit gusi lainnya.

Pencegahan dan Penatalaksanaan Stomatitis Aftosa

  1. Menjaga keseimbangan pola makan (cukupi asupan vitamin dan lain-lain dan jangan lupa juga minum air putih untuk menjaga keelastisan mukosa mulut kita)
  2. Selalu menjaga kebersihan seluruh rongga mulut
  3. Kalau sariawan itu sudah ada, sebaiknya kita mengetahui penyebabnya, untuk tindakan  penatalaksanaannya (seperti pasien alergi coklat tadi, kalau stress dihilangkan stressnya).
  4. Kalau sariawan sudah ada, tetap menjaga kebersihan rongga mulut dan tetap menjaga asupan makan dan minumnya
  5. Jangan memberikan obat yang tidak sesuai (seperti contohnya –pasien gigi berlubang– datang dengan gigi berlubang yang sudah sangat rapuh, dan dia suka memberikan obat cap kakak tua yang dimasuk-masukkan ke giginya. Katanya, habis memakai obat tersebut, sakit giginya hilang. Padahal dia tidak tau bahwa obat tersebut akan merapuhkan giginya). Untuk pengobatan yang dilakukan sendiri di rumah sebaiknya bertanyalah dulu kepada dokter gigi atau staf ahli apotek penjual obatnya.
  6. Sariawan berkepanjangan (2 minggu atau lebih) cepat dikonsultasikan ke dokter gigi

Nah, buat Mommies yang anaknya ada stomatitis aftosa, sekarang sudah tau yah kurang lebih mengenai lesi ini, semoga membantu… :D

drg. Ivonne


13 Comments - Write a Comment

Post Comment