Empeng; Berikan atau Tidak?

Duh, apa sih bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk si empeng ini? :D Terus terang nama empeng ini agak ganggu ya. Sudah namanya ganggu, kehadirannya pun lumayan kontroversial. Kalo dalam bahasa Inggris sih disebutnya antara lain pacifier, dummy dan binky. Kalo saya biasa menyebutnya binky, biar lucu aja..selucu yang memakainya..hihihi.

Banyak para calon ibu yang dari awal sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa tidak akan pernah memberikan empeng pada anaknya, saya salah satunya :p. Tapi ketika pilihannya adalah  baby + empeng = saya tidur nyenyak, jelas saya langsung berterima kasih kepada siapapun yang pertama kali menciptakan empeng ini.

Memutuskan untuk memberikan empeng kepada bayinya atau tidak adalah hak seorang ibu, kalau bayinya memang pada dasarnya easy baby dan tidak terlihat punya hasrat yang lebih untuk mengenyot (for a lack of a better word!). Nah kalo ternyata bayinya agak susah tidur tanpa mengenyot, nggak ada salahnya kok diperkenalkan pada si empeng ini. Walaupun memang ada sisi negatifnya dari pemakaian empeng, sisi positifnya ternyata justru lebih banyak.

Contoh sisi postifinya:

  • Bayi memang mempunyai kebutuhan untuk mengenyot, bahkan ketika masih di dalam perut pun mereka sudah mulai mengenyot jempol atau jarinya. Saya pernah liat hasil ultrasound yang bayinya sedang mengenyot, jadi keinginan itu adalah sesuatu yang natural sekali.
  • Empeng memberikan sensasi nyaman yang membuat bayi menjadi kalem dan tenang. Jadi kalau digendong dan diayun-ayunkan saja belum cukup, mungkin perlu ditenangkan dengan empeng. Karena merasa nyaman tadi, bayi jadi lebih gampang tidur yang berarti kita sebagai ibu juga bisa tidur lebih lama = Happier Mommies!
  • Empeng mencegah suddent infant death syndrome, inilah yang membuat American Academic of Pediatrics mengeluarkan fatwa yang menganjurkan para ibu untuk memberikan empeng pada anaknya. Kenapa empeng dapat mencegah SIDS? Karena empeng itu cukup bulky, dapat mencegah benda-benda seperti selimut dan bantal untuk menutup hidung karena sudah tersanggah lebih dulu oleh si empeng ini. Begitu juga kalau pada tiba-tiba tengkurap, hidungnya jadi tidak akan bersentuhan langsung dengan kasur.
  • Empeng bisa dibuang nantinya. Coba kalo jempol, mana bisa dibuang, kan? :D. Lagipula, empeng lebih tidak merusak pembentukan gigi daripada jempol yang cenderung membuat gigi maju.

Kalau negatifnya?

  • Suka bikin ribet aja!. Kalo jatuh ke lantai, mau nggak mau kita harus cuci dulu dan kalo bisa rendam dengan air panas. Kalo ketinggalan di rumah? Bisa balik lagi atau ke supermarket terdekat untuk beli yang baru!. Susah juga untuk mencari si empeng ini ditengah kegelapan malam, karena biasanya udah nyempil diantara bantal dan selimut.
  • Ada kemungkinan menyebabkan infeksi kuping. Jibran cukup sering mengalami infeksi kuping, tapi itu karena dia tinggal di negara empat musim. Jehan belum pernah mengalami infeksi kuping sekalipun walaupun sudah menggunakan empeng selama 2 tahun. Lagipula, saya lebih memilih resiko infeksi kuping daripada sids yang menyeramkan itu.
  • Katanya sih bisa mengakibatkan nipple confusion, kebetulan Jibran dan Jehan sama sekali tidak mengalaminya.

Nah, kalau sudah memutuskan untuk memberikan empeng, sebaiknya:

  • Jangan diberi tali dan digantungkan di leher!. Memang sih bisa mengurangi kejadian jatuh ke lantai, tapi bisa membahayakan sekali kalo terikat di leher. Coba cari yang di clip di baju dan yang talinya pendek, jadi tidak bisa dilingkarkan ke leher.
  • Diberikan pada saat mau tidur aja, jangan pas lagi main pun diberikan empeng karena bisa memperlambat kemampuan berbicara. Ya iya lah bagaimana mau berbicara kalo mulutnya selalu disumpel empeng, kan?
  • Sering-sering di sterilisasi, rendam dengan air panas.
  • Jangan pernah memberikan empeng yang sudah rusak atau bolong. Bahaya sekali kalau karetnya tertelan.

Oh iya, mencari empeng yang cocok untuk bayi kita juga susah-susah gampang lho karena bentuknya berbeda-beda dan tentunya setiap bayi punya preference nya masing-masing. Mungkin ada yang sukanya empeng yang putingnya bulat, atau yang rata bahkan ada juga yang tipe orthodontic. Jangan lupa juga untuk belikan yang sesuai dengan umurnya. Dan yang paling penting lagi, carilah yang BPA free dan aman untuk bayi. Klik untuk melihat daftar merk empeng yang aman.

Bagaimana dengan Mommies disini? Adakah alasan-alasan khusus kenapa memberikan, atau tidak memberikan empeng pada bayinya?


97 Comments - Write a Comment

Post Comment