Ketemu Banyak Orang? Siapa Takut!

Di bulan puasa dan  lebaran, pasti yang namanya acara keluarga dan kumpul-kumpul dengan kerabat sudah memenuhi jadwal kita. Si kecil pun otomatis ikutan acara orang-tuanya berkunjung ke sanak saudara ini.

Masuk ke tempat baru, ke lingkungan dengan wajah-wajah baru buat si kecil terkadang membuatnya canggung, rewel bahkan tantrum!

Pengalaman saya nih, Langit juga bukan anak yang dengan mudah bergaul di tempat baru. Ia butuh beberapa saat untuk “panas” supaya bisa nyaman dengan lingkungan barunya. Nah ini ada sedikit tips yang pernah saya terapkan ke Langit, mudah-mudahan bisa berguna!

  • Sebelum pergi ke tempat baru, ceritakan dulu ke anak kemana tujuan kita pergi, akan bertemu dengan siapa, bahkan kalau perlu dan sempat tunjukkan foto-foto teman atau saudara yang akan dikunjungi
  • Persiapkan kondisi si kecil senyaman mungkin untuk meminimalisir kemungkinan rewel. Misalnya, pakaikan baju yang nyaman dan adem, pastikan si kecil tidak dalam kondisi mengantuk atau lapar.
  • Setelah tiba di tujuan, perhatikan respon si kecil terhadap lingkungan baru tersebut. Jika ia tampak enjoy, boleh dilepas perlahan-lahan. Tapi kalau ia canggung/tampak takut dengan lingkungan baru, nggak ada salahnya Mommies atau Ayahnya bergantian berada di dekat sikecil
  • Jangan paksa si kecil untuk bersikap rileks. Tapiiii,  justru Mommies yang harus rileks! Jangan sampai kesal karena si kecil terus-terusan maunya nempel terus, karena percaya atau nggak akan berpengaruh ke psikologis si kecil. Dan satu lagi, menurut saya sih, nggak usah sibuk bikin alasan kenapa si kecil bersikap demikian dengan mengumbar “Aduh,biasanya sih si A nggak bisa diem banget loh”. Daripada sibuk bikin alasan kan mendingan berkonsentrasi dengan si kecil.

  • Jika si kecil tampak tertarik dengan anak-anak sebayanya, temani ia untuk bermain. Jangan langsung ditinggal. Lah kita aja sudah kadang-kadang masuk ke lingkungan baru suka nggak PD kok!
  • Jangan pernah membandingkan si kecil dengan anak lain. Bersyukurlah mereka yang anaknya mudah berbaur/ mudah bergaul, tapi kondisi anak kita yang ‘rewel’ dengan lingkungan baru juga bukan musibah kok, ada fasenya si kecil bersikap demikian.
  • Nah kadang-kadang malah suka ada tante/saudara yang ‘maksa’ untuk mau gendong anak kita padahal anaknya sudah nangis-nangis nggak mau. Gimana cara ngadepinnya? Kalau saya sih sambil senyum manis bilang, “Langitnya nggak mau nih Tante”

Nah, itu sih yang saya terapkan ke Langit dan Alhamdulillah berhasil. Malah kadang sekarang kalau main di tempat baru dia jadinya susah diajak pulang *sigh*

Mommies disini ada tips lain?


18 Comments - Write a Comment

  1. sama Lit Langit sama Syerin..lama panasnya..kalau udah mau pulang baru berasa nyaman

    memang benar jgn memaksa anak kalau sdh gak nyaman utk berlama-lama disuatu tempat,apalagi kalau moodnya gak bgs
    Syerin kdg sdh bs memilih rmh saudara atau teman yg dia suka krn mmg dia nyaman main disitu,dan percis kaya Langit…susah diajak plg kalau pas main disana

  2. Ih kok gue kelewat yaaa komen di artikel ini. Bener bgt tuh lit yang elo bilang nggak usah bete kl anak kita gak nyaman ada di orang banyak atau sibuk2 bikin alesan, santai aja. Gue jg kalo ketemu temen yg anaknya gak mau diajak ngomong/salaman ya biasa aja, gak mikir apa2 sih. Jadi kl giliran anak gue yg kayak gitu, anggep aja dia lg gak mood ketemu publik :D

    1. iy fi, wajar lah ya kalo anaknya ga langsung on, namapun lingkunagn baru. walo mungkin pernah ketemu/ main bareng, ya teteub aja baru ketemu lagi setelah berselang bbrp waktu :)
      idem, gw juga ga penah yg mikir aneh2 atau bahkan ‘mencemooh’ kalo ada teman anaknya ga mood diajak main..

Post Comment