Tips & Trik Manajemen Pekerjaan Rumah Tanpa ART

Kalau jawaban atas pertanyaan diatas nggak, bohong itu sih! Kalau nggak ada pembantu mau nggak mau pasti repot. Saya sendiri sejak tinggal pisah dari orang tua memang belum pernah punya pembantu. Jadi ya harus jungkir balik sendiri bareng suami pegang kerjaan rumah. Nah karena udah lumayan terbiasa dengan keadaan tanpa pembantu, saya punya beberapa tips yang mungkin berguna buat Mommies di sini.

Buat saya, pada dasarnya household chores bisa dibagi sebagai berikut:

  • Yang bisa dikerjakan hanya sebelum anak-anak bangun
  • Yang bisa dikerjakan waktu anak-anak bangun
  • Yang bisa dikerjakan bareng anak-anak

Kenapa pembagiannya seperti ini? Karena begitu anak-anak nggak ada yang ngawasin, they tend to extend the working time twice longer. Contohnya nih, baru aja bersih-bersih meja dan taro lap di dapur, ehh trus mejanya ketumpahan minuman. Celakanya lagi, kalau kita lagi ngepel dan anak malah lari-larian dan kepleset kan yang ada malah kerjaan jadi terhenti dulu karena harus mengayomi si anak.

Jadi poin pertama, sebelum anak-anak bangun (atau mungkin masih di sekolah?), selesaikan kerjaan yang susah dikerjakan waktu anak-anak aktif.

Berikutnya, kerjaan yang masih bisa disambi meski anak-anak bangun. Misalnya cuci piring, lipat baju (bukan setrika loh! Kalau ini sih malah berbahaya).

Terakhir, kerjaan yang bisa melibatkan anak, misalnya membereskan mainan mereka sendiri, memasukkan baju yang sudah rapi ke lemari dan merapikan lemari buku.

Kadang kebiasaan sehari-hari juga harus menyesuaikan kalau lagi ngga ada ART. Misalnya yang biasanya selalu ganti baju setiap baju kotor sedikit, terpaksa agak tutup mata dan baru ganti nanti setelah mandi untuk menghemat cucian. Baju dan celana berwarna terang juga sebaiknya disimpan dulu di lemari yah, lebih baik pakai baju yang nggak terlalu gampang kotor dan celana warna gelap dan jeans dulu. Jeans bisa dipakai beberapa kali sebelum dicuci selama nggak ketumpahan minuman atau makanan.

Satu tips dari Ibu saya tentang cucian baju, saat menjemur baju usahakan jemur yang rapi mengikuti garis jahitan pakaian. Lebih bagus lagi kalau bisa pakai gantungan baju. Kalau jemurnya rapi, nanti pas bajunya kering nggak akan terlihat kusut. Waktu angkat dari jemuran juga langsung dilipat. Untuk t-shirt bisa dilipat dua atau empat waktu akan ditaruh di keranjang pakaian bersih. Jadi nggak asal tumpuk saja, karena nantinya malah akan kusut lagi. Nah waktu melipat baju juga usahakan serapi mungkin dan sebelum melipat cukup di’setrika’ pake tangan aja. Tidak perlu disetrika beneran sudah cukup mulus  kok. Tapi yang bisa dilipat langsung begini hanya yang berbahan semacam kaos saja sih. Kalau kain-kain katun atau yang rentan kusut macam kemeja, celana kain pasti harus disetrika lagi. Tapi, setidaknya sudah mengurangi jumlah yang harus disetrikakan?

Alat makan, terutama yang dipakai untuk cemilan anak, juga bisa dihemat lho. Reuse alat makan dan minum dalam periode yang memungkinkan. Kadang kalo ada ART, kita cenderung ganti-ganti piring dan gelas seenaknya. Setiap jenis minuman yang berbeda, contohnya sirup, teh dan jus harus pakai gelas yang berbeda juga. Sebenernya kalau rentang waktunya tidak begitu lama, gelas tinggal dibilas pakai air matang saja sudah bisa dipakai lagi. Begitu juga dengan piring, misalnya piring kecil untuk kue, bisa dipakai untuk makan roti, kemudian dipakai lagi untuk wadah remah-remah biskuit. Selesai itu bisa dipakai lagi untuk makan donat setelah remah sisa roti dan biskuit dirontokkan dan dibuang ketempat sampah. Selai atau krim sisa donat atau cake misalnya, nantinya bisa dilap pakai tisu saja kalau alat makan mau dipakai lagi. Tapi kalau bekas makan jelly atau makanan yang cenderung basah atau lengket memang harus langsung dicuci untuk menghindari semut. Kalau semut sudah datang, jadi PR sendiri tuh ngeberesinnya. Intinya selama makanan dari kategori yang sama masih bisa kok untuk memakai piring yang sama. Jadi jangan piring bekas makan kentang goreng kemudian dipakai untuk makan agar-agar ya.

Oh iya soal ngepel-mengepel nih saya terinspirasi dari mas-mas cleaning service di mall yang suka semprot-semprot. Jadi obat pel itu saya tuangkan ke dalam botol semprotan. Jadi waktu ada yang tumpah dan perlu dipel sedikit, saya nggak perlu gotong ember air kesana kemari. Tinggal semprot saja terus dilap seperti biasa. Buat ngepel serumah juga bisa kok pakai ini. Malah lebih enak karena cepet kering jadi anak ngga kepleset.

Sekian tips dari saya. Mungkin ada tips dan trik lain dari Mommies yang bisa di share?


118 Comments - Write a Comment

  1. Hai hai aku senasib juga, tp br punya 1 anak umur 2,5thn sih. Cuma aku juga ngantor di rumah, itu yg bikin repot..hehe.

    Nah, semua hal yg dah di share sih emang udah aku lakuin, karena dulu di rumah Mama juga sering ga ada ART. Tapi ada satu nih yg aku juga baru dpt tips.

    Soal ngepel, coba deh cari pel yang bertongkat tapi ujungnya dari bahan sintetis (kanebo). Di pasar ada loh yang jual. Klo tongkatnya patah, ada penggantinya, dijual terpisah sama sumbunya.

    Enaknya klo pakai bahan kanebo itu cepet kering n lebih bersih. Plus ada tongkat kan jadi lebih mudah menjangkau kolong2. Biasanya kan suka bete tuh ya klo rambut nempel2 di kain pel, klo pake bahan sintetis ini ga.

    Trus daripada nyapu, klo aku sebelum ngepel ambilin rambut2 yang rontok di lantai pakai selotip. Ini nih tips baru juga dr tanteku. Selain rambut, debu2 kasarr juga ikut nempel. Bersihin lantai jd lebih mudah n cepet.

    Hope it helps :)

Post Comment