Sekolah Baruku – Fira Basuki & Syaza Galang

Sebelumnya maaf yaa saya memajang foto anak yang belum mandi, masih pake daster pula :D. Kemaren ini  begitu bangun tidur, Jehan langsung heboh mencari buku yang lagi jadi favoritnya saat ini. Padahal, sebelum tidur juga udah baca buku ini lho, bahkan kalau malem kebangun pun suka ngelindur minta dibacain buku Mandy!. Yang lucu, hari itu dia pas pakai daster yang rupanya  mirip sama Mandy, tokoh yang ada di bukunya :D..”Ini Mandy ya Mommy?“, katanya sambil nunjuk ke dasternya.

Buku yang berjudul Sekolah Baruku ini adalah karya Fira Basuki dan anaknya Syaza Galang. Pertama kali melihat buku ini di Gramedia, Jehan langsung tertarik dengan gambar anak perempuan yang membawa boneka monyet di covernya itu. Tanpa pikir panjang juga saya mengiyakan saja, soalnya selain saya selalu enjoy membaca bukunya Mbak Fira buku juga didukung oleh Syaza anaknya, jadi saya pikir pasti isinya tentang sesuatu yang sangat bisa dipahami oleh anak-anak.

Dan ternyata, bukan Jehan saja yang senang dengan buku ini, Jibran pun selalu ikut mendengarkan ketika bed time story karena dia mengalami hal yang sama dengan Mandy. Sama sama sempat tinggal di Amerika dan sedikit grogi untuk memulai sekolah di Indonesia. Di buku ini, banyak kalimat, atau penggunaan kata dan ilustrasi yang seperti kehidupan sehari-hari anak-anak. Seperti penggunaan kata Yangkung dan Yangti bukan nenek seperti yang ada di kebanyakan buku anak kecil. Juga ada ilustrasi Yangkungnya Mandy yang seakan-akan mau melempar Mandy ke udara (persis kaya Yangkungnya Jehan). Dan juga ada ilustrasi dimana Mandy ngumpet dibalik rok Mommynya….persis deh kaya Jehan kalo malunya lagi keluar.

 

Kayaknya nggak perlu diceritakan lengkap ya tentang isi bukunya supaya para Mommies bisa beli sendiri :D. Yang jelas, saya (dan anak-anak) suka dengan buku ini dan tertarik untuk membeli seri yang lainnya. Oh iya, di belakang bukunya, ada sedikit pesan yang bisa diambil. Mbak Fira mengajak anak-anak untuk jangan takut menghadapi sesuatu yang baru karena bisa jadi menyenangkan. Ibaratnya setelah gigi susu kita copot, setelah itu akan tumbuh gigi baru yang lebih bagus dan kuat :).

Oh ya by the way, ilustrasi buku ini kereeeenn sekali. Thumbs up untuk Eugenia Gina sang ilustrator!


22 Comments - Write a Comment

  1. thumbs up for yujin! kalo di toko buku gue suka liat buku anak, biasanya udah bisa nebak kalo sang ilustratornya adalah eugenia gina. abis gue demen liat2 ilustrasi di blognya sih :D

    jehan serius banget deh bacanya… gemessssss….

  2. Han, thanks buat reviewnyaa hihi, jadi maluw!
    pertama bikinnya sembari bingung takut anak2 ikutan sedih gitu, tp akhirnya dibikin gimana caranya biar ngajarin mereka untuk belajar berempati jg ke orang lain.. ^_^ Glad you like the books!

  3. Gue udah liat juga buku ini, tapi gue urung beli karena pikir Maika belon suka..
    Cuman tau Jehan ternyata suka pengen coba beli ah.. Plusssss Ilustratornya ternyata Gina :)
    duh Gin, elo emang talented bangettttt :)

Post Comment