Investasi & Mengajarkan Konsep Uang Pada Anak

by: - Friday, August 27th, 2010 at 4:16 pm

In: Behavior & Development Featured Money Talks 69 responses

0 share

Tadi pagi, Mommies Daily menghadiri acara Cikal Bincang Bincang dengan pembicara Ligwina Hananto (Perencana Keuangan) dan Najelaa Shihab (Principal Sekolah Cikal). Topiknya..apalagi kalo bukan dana pendidikan (yang udah pernah dibahas tuntas sama Mbak Wina di sini) dan Mbak Elaa berbagi tentang bagaimana mengajarkan uang pada anak. Sekarang, saya mau berbagi beberapa points penting yang pasti berguna buat para Mommies.

  • Inget dong sama krisis tahun 1997 ? Yang pada saat itu sekolah di luar, pasti terasa banget deh dampaknya. Setiap harinya adaaa aja temen yang ditarik pulang ke Indonesia karena orang tuanya udah nggak sanggup lagi membiayai akibat rupiah yang semakin nggak ada artinya terhadap dollar.
    Padahal, anak-anak yang ditarik pulang ini sebelumnya bergaya hidup enak, punya mobil dan apartemen bagus. Nah tapi ada juga yang bertahan di sana dan itu bukan karena mereka lebih banyak uang dari yang pulang lho,  simply karena orang tua mereka sudah menyiapkan dana pendidikan mereka sampai selesai, dan disimpan dalam bentuk dollar. Jadi, mau dollar melejit sampai berapapun nggak masalah.
    Lesson: Keuangan kita memang harus direncanakan dengan baik, so we can sleep in the storm.
  • Ayahnya Mbak Wina, nggak pernah beliin baju atau mainan yang mahal mahal. Tapi…untuk soal pendidikan, ayahnya borju sekali. Mbak Wina didaftarkan ke tempat les bahasa Inggris yang paling mahal di Bandung, dan di sekolahkan ke Australia.Lessson: Prioritized!. Kalau memang setelah diinvestasikan untuk kebutuhan lalu masih ada sisanya ya silahkan dibelanjakan. Tapi kalo untuk uang pangkal sekolah anak taun depan belum ada, ya lupakan dulu lah sepatu Crocs terbaru untuk si anak. Hidup bukan hanya untuk dinikmati pada saat sekarang aja, tapi kita harus mikir bagaimana supaya kita dan anak kita bisa tetap menikmatinya juga di masa depan.
  • Tujuan lo apa?. Kalau mau berinvestasi, yang harus ditentukan pertama adalah tujuan dari investasi itu, dan sebelumnya yang harus dilakukan adalah
    1. Present value. Determine where you stand financially. Harus tau punya aset berapa, punya cash berapa, punya hutang berapa.
    2. Masih punya hutang kartu kredit? Selesaikan dulu uangnya, baru boleh mulai mikirin soal investasi.
    3. Future value. Silahkan hitung di kalkulator QM financial berapa biaya sekolah yang dibutuhkan untuk beberapa tahun ke depan.
    4. Investasi
  • It doesn’t matter where your husband work or how much his salary is. The important thing is, how much you can save? Punya cash berapa? Ad reksadana? Deposito? Tabungan? Emas? Obligasi?
  • Ada uang 100 juta di tabungan? Tentukan mau diapakan uang itu dan terdiri dari komponen apa aja. Berapa yang akan disisihkan untuk dana darurat? Tabungan untuk sekolah anak? Dana liburan? Berapa yang bisa diambil untuk down payment rumah?. Jangan sampai kita diperbudak dengan uang. Kita yang harus bisa menentukan mau dibawa kemana uangnya.
  • Kalo tujuan investasinya sudah tercapai (80 juta untuk SD anak, misalnya), tarik uangnya dari reksadana dan simpan di deposito. Jangan tergiur untuk menginvestasikan uang itu lagi.
    Lesson: Jangan serakah :)
  • Tahun 2003 – 2007 return dari reksadana saham itu 30%. Dan waktu 2008 = -5% (Iya minus). Tapi waktu di tahun 2009 = 100%.
    Lesson: Reksadana saham memang untuk jangka panjang > 10 tahun.
  • Untuk biaya kuliah S1 di Australia 17 tahun lagi butuh 4,280 milyar rupiah. Bisa dicapai dengan nabung sebanyak 21 juta per bulan atau investasi reksadana saham sebesar 1.3 juta per bulan
  • Masih punya utang kartu kredit? That means you’re living the life you don’t deserve.
  • Mbak Wina invests 30% of the family income every month. How much do you save? :D

Berikut beberapa tips dari Najelaa Shihab tentang uang dan anak. .

  • Mengajarkan anak tentang uang dari sedini mungkin itu penting. Kita sering menggampangkannya karena mikir “Ah, itu kan nanti juga mereka akan belajar dengan sendirinya”. Padahal disetiap keseharian kita, banyak sekali kesempatan untuk ngobrol tentang uang dengan anak.
  • Sering nggak sih anak-anak megang-megang dompet kita trus kita bilang “Ehh sini-sini, jangan pegang-pegang dompet mamah”. Atau kalo ditanya..”Mamah uangnya berapa sih?”..trus kita jawab dengan..”Hussss anak kecil mau tau aja”. Sounds familiar? :D. Seakan akan uang itu adalah sesuatu yang mengerikan. Padahal uang kan dekat sekali dengan kehidupan sehari hari karena memang alat transaksi, dan anakpun  selalu melihat kita mengeluarkan uang terus menerus.
  • Terangkan ke anak berapa banyak uang yang kita punya, berapa gaji kita dan untuk dipakai apa aja uangnya. Tapi jangan lupa untuk mengingatkan mereka bahwa diskusi tentang uang tidak untuk dibagi
  • Anak mesti tau berapa banyak uang yang kita keluarkan untuk mereka. Dari mulai sekolahnya, uang les, mainan dan lain sebagainya. Kasih dia budget, boleh beli mainan yang harganya berapa dan ajak untuk membandingkannya di toko sebelah. Supaya anak tau konsep mahal, murah and the art of bargaining.
  • Anak selalu merasa mau beli lagi lagi lagi, selalu membandingkan dengan yang dipunyai temannya, pengen punya koleksi lengkap. We need to emphasize on having enough to live comfortably.
  • Kalau kita mau membeli sesuatu, bisa tanya pendapat anak, ‘Menurut kamu mahal nggak ya?’. Ajari juga tentang konsep sale.
  • Jelaskan juga bahwa selain untuk membeli, uang  juga dipakai untuk investasi, menabung dan berbagi.
  • Uang jajan itu bagus untuk anak belajar mengatur uang. Bukan untuk dihabiskan jajan makanan nggak jelas di sekolah, tapi untuk membantu anak kita mencapai tujuan financialnya. Mau beli Barbie? Hot Wheels? Mau main Animal Kaiser atau nonton Disney on Ice?. Kita harus keep track kemana larinya uang mereka.
  • Salah satu kesalahan besar ibu-ibu adalah, menitipkan anaknya ke Ibu kantin untuk membiarkan anak-anaknya ambil apa saja, nanti ibunya yang bayar sekalian setiap bulan. Siapa yaa yang begitu di sini?

Sekian poin-poin penting dari acara Cikal Bincang Bincang tadi. Mudah-mudahan bermanfaat ya, Mommies :)

Share this story:

Recommended for you:

69 thoughts on “Investasi & Mengajarkan Konsep Uang Pada Anak

  1. Pingback: Mommies Daily
  2. Pingback: Anatasia Ersam
  3. Pingback: Mommies Daily
  4. Pingback: Andhesvary
  5. Pingback: Elisa Asri
  6. Pingback: Ligwina Hananto
  7. Pingback: Ervina Sumitro
  8. Pingback: deszell
  9. Pingback: Mommies Daily
  10. Pingback: astrid utari
  11. Pingback: Aca Tadesa
  12. Pingback: Mommies Daily
  13. Pingback: Erika Eviani
  14. Pingback: lita iqtianti
  15. Pingback: Musdalifa Anas
  16. Pingback: kallsha
  17. Pingback: Fitria Ariestyani
  18. Pingback: Najelaa Shihab
  19. Setuju banget dengan mengenalkan arti uang pada anak sedini mungkin. Untung punya panutan yg dekat soal hal ini. Kakak ipar tidak membelikan mainan sebagai reward utk anak2nya. Biasanya dia akan memberikan hadiah dalam bentuk uang dan langsung dijelaskan bahwa sekian bagian dr uang tsb harus masuk ke dalam tabungan baru sisanya boleh dibelanjakan sesuai keinginan mrk. Seiring bertambahnya usia anak, kakak ipar jg menjelaskan poin tambahan yaitu zakat. Dan karena orangtuanya hidup sesuai kemampuan, anak2nya tidak pernah sekali pun membandingkan kondisi mereka dengan kondisi teman2nya.

  20. Great article!! Skrg gw baru memulai keluarga and lagi hamil gede. Emg dr awal udh berniat untuk ga membiarkan anak gw jd ngegampangin uang, dan terpengaruh sama lifestyle temen2 di sekitarnya. Apalagi hidup di Jakarta sptnya lbh vulnerable terkena konsumerisme. I want my kids to appreciate the value of earning money and be a smart spender. Currently belom tau2 banget sih caranya gmn :p. Tapi yg jelas itu salah satu goals gw dalam ngedidik anak gw ntar :). Doain yaaaa

  21. Dari kecil orang tua aku dah ngenalin arti uang..
    Dan kayanya bakalan aku terapin keanak2ku juga..
    Bukan hanya menghabiskan uang itu, tp dikenalkan saving dan sharing (sedekah)..
    Jadi dulu setiap terima uang dari ortu, pasti harus dibagi ketiga bagian itu..
    Sehingga kalau aku pingin suatu barang dan uang yg ada kurang, jadi bersabar untuk bisa ngumpulin senilai barang tersebut..
    So far berhasil sih ke aku, walaupun kadang kalau kalap belanja bablas juga.. Setidaknya aku bs memaknai uang bukan segalanya, tp penting buat kehidupan kita..
    Semoga aku bs ngajarin min spt orang tuaku dulu, malah harus lebih baik ke anak2 nanti.. Amin :)

    ^^,

  22. Terima kasih, artikel ini sangat membantu saya yg sedang mengajarkan konsep uang kepada azka (3 tahun). Mengenai dana pendidikan anak, alhamdulillah saya sdh mulai menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk disimpan sbg dana pendidikan sejak anak pertama lahir, dg harapan kami tidak akan kekurangan dana utk membiayai sekolah mereka :) amin.

  23. Tadi ikut acara ini, sempet shock waktu liat simulasi dana pendidikan. Pulang kerumah langsung bongkar asuransi pendidikan dan ternyata tidak mencover tujuan saya & suami yang ingin sekolahin anak ke sekolah Favorit yg kami inginkan. Daripada rugi, bulan depan (pas jatuh tempo) saya akan tutup tuh Asuransi :)

  24. Udah pernah baca soal artikel mengajarkan konsep uang pada anak sebelumnya,tapi gak detail banget.
    Belon pernah sharing juga dengan para orang tua muda yang lain soal konsep ngenalin uang gini,karena so far temen-temen di kantor masih belon kepikiran soal ini.
    Makanya seneng banget baca artikel ini selain lebih detail, malah ada dari sudut pandang seorang financial planner dan seorang pendidik.
    Pengen coba ngenalin ke Ganesh.Tapi usia berapa ya bagusnya mulai ngenalin konsep uang ini ke anak?
    Ganesh baru usia 17 bulan.

  25. Allah masih sayang ma gue. ternyata selama ini jalan gue mendidik alvaro sesat banget. bukan masalah utang. tapi masalah mainan. so enough toys, cars, die cast for this year :D nabung!!! trimssss :D

  26. Really good points!
    Menurut saya yang paling mendasar dari itu semua adalah kebiasaan gaya hidup. Maksud saya adalah apa yang menjadi kebiasaan org tua biasanya nurun nih ke anak, seperti emaknye yang doyan shopping pasti bakal susah membuat anaknya ngerti bener tentang uang, jadi sebenarnya ortunya kudu niat bener menerapkan disiplin keuangan pada mereka baru bisa mengajari si kecil. Syukur banget dari kecil saya sudah diajari untuk menghargai uang. Saat sudah mengerti nilai uang, kami sudah diberi uang saku setiap hari, terserah uang saku itu mau kita gunakan semua atau ditabung di celengan. Setiap minggu atau bulan nanti kami akan diajak ke toko untuk membeli barang dari sisa uang saku kami yang kami kumpulkan. Jadi benar-benar berasa kan kalau ingin membeli sebuah barang yang bagus ya jangan boros-boros jajannya.

  27. Pingback: inga nuh
  28. Pingback: lita iqtianti
  29. good point haniii!
    thanks alot udh cepet2 share tulisan ini, love it
    numpang tanya, dari usia berapa sekiranya diperkenalkan konsep uang ke anak ya? untungnya gw juga ga biasa beliin mainan mahal2 ke Langit. dan ngingetin gw banget nih untuk prioritasin pendidikan yang kalo dilihat biayanya skg bikin susah nelen makan :p

  30. Pingback: Mommies Daily
  31. Pingback: Mommies Daily
  32. Pingback: Mommies Daily
  33. Pingback: lita iqtianti
  34. Useful bgt ni artikel… memang benar kalo uang jajan itu bagus untuk anak belajar mengatur uang, jgn lupa ajari menabung..
    dan soal invest, bagi yg uangnya mau berkembang dan brani take a risk, must-try tuh nginvest, bisa saham, rumah, dll… daripada uang ngendap di bank..

  35. seperti apa yang telah ibu ajarkan kepada saya, mendidik anak tidak selalu memanjakannya dengan menuruti semua barang keinginannya. Bahkan disaat teman2 saya asyik jalan2 dengan motor pribadi pemberian orangtuanya, saya malah asyik nebeng mereka. Hal inilah yang membuat saya untuk lebih bisa berusaha (dalam hal ini bukan merengek) untuk mendapatakan sesuatu. Selain itu saya, kakak dan adik saya Alhamdulillah tidak pernah merasakan sakit yang luar biasa hanya karena gaya hidup yang tidak sehat. Bersyukur kepada orangtua yang tidak memperkenalkan jajan kepada saya, apalagi makan di resto cepat saji.

  36. Very clear n to the point dalam MENOHOK nurani kita dalam hal keuangan.
    ” Masih punya utang kartu kredit? That means you’re living the life you don’t deserve.” LOOOOLLLL Keras banget sampe ke ulu hati. tapi benar. Perencanaan keuangan memang dibutuhkan bila kita mau hidup dengan tenang di tengah badai himpitan ekonomi.
    Nice article!!

  37. WOW.. Simulasi kebutuhan pendidikan selalu membuat saya takjub

    Kalo soal mengurus keuangan jadi inget ibu saya, dari kecil mendidik saya untuk membuat laporan keuangan setiap ingin beli sesuatu harus ada alasan yang jelas.
    Begitu pula untuk uang jajan saya harus melist apa saja kegiatan saya yang mengeluarkan uang. Dan berapa yang bisa ditabung kalo saya memilih tidak jajan :D

    Kalo ayah saya beda lagi, setiap saya minta mainan such as Barbie dll langsung ditolak mentah2, tapi kalo untuk beli buku boleh banget karena beliau bilang ada nilai manfaat yaitu pengetahuan. (re: buku cerita sains atau cerita rakyat)

  38. Artikel yg sangat bagus,emang jd ortu g ada sekolahnya tp kita bisa belajar lewat artikel seperti ini,alhamdulilah anakku sdh ngerti tentang uang bahkan dia rela meng infaq kan uang jajannya setiap hari di sekolahan,sampai terharu waktu dia bilang ‘ma uangnya di infaq kan saja ya?’ ^_^

  39. Selesai baca artikel ini jadi kaya diingetin lagi bahwa anak, bahkan dari balita, perlu banget diberi pengertian tentang pentingnya konsep hidup sederhana.
    Sederhana dalam artian tidak hidup berkekurangan, tapi juga tidak berlebihan. Orangtua yg konsisten menerapkan hal ini pastinya akan terbawa kepada pola pikir dan gaya hidup sang anak kelak, dimana dia diharapkan dapat menghargai dan menilai uang sebagai sesuatu yg membutuhkan usaha dalam memperolehnya, sehingga dalam menggunakannya juga perlu pertimbangan yg cermat dan cerdas.

  40. Haduuuh… ngeri baca u/ biaya pendidikan di australia 17 tahun lagi 4,280 milyar atau nabung 21 jt/bulan. Tambah lagi… How much do I save? Miris hati ini mengingat berapa % yg disimpan tiap bulan, hiks :(. Tapi thanks Hani & Mbak Wina, ini benar2 jadi pengingat & pemecut semangat soalnya seringkali kita, eh aku mengeluarkan uang untuk beli barang lucu buat anak… dengan pembenaran: ah, buat anak tersayang ini gak papa lah… (masa ibunya mulu yang beli, gubrak!)
    Tapi kalo memang sayang anak, kan pendidikan di masa depan jauuuuh lebih penting daripada some-cute-but-not-really-essential-things itu.
    Mengajarkan nilai uang untuk anak, jujur blum aku lakukan krn kayaknya masih terlalu kecil, malahan aku termasuk yg bilang: Eeeeh, Rama jangan main dompet! (semata-mata karena dompet & uang itu kotor sih sebenarnya). :P

  41. saya blm punya anak. Tp punya kaka sepupu yg saya kagum bgt cara didik anaknya mslh uang. Sepupu saya, mmm kyknya dia bs banget utk sll nurutin permintaan anaknya. but she doesnt.
    Masa anak umur 7-8 thn, pas diajak beli mainan bisa bilg :”gak usah mami, kan mami mau ganti mobil baru, kita nabung aja buat beli mobil mami” **ampe melongo pas dengernya**
    Pernah saya tanya knp anaknya bs baik2+gak demanded, dia bilg : mgkn krn gue ga pernah belanja di dpn anak. Kita cm belanja kalo lg liburan.
    Bener yah pepatah monkey see monkey do. Sbg ortu kyknya ga bs demand ke anak buat wise spending kalo ibu bapaknya sendiri tdk mempraktekkannya :D

  42. gue rada bingung nih, gue belum ngajarin anak2 beli mainan di toko mainan, apalagi konsep uang ya…kapan waktu yg tepat untuk kasih tau.. anak pertama saya umur 3 tahun

  43. Pingback: ana osa
  44. Pingback: Ligwina Hananto
  45. Pingback: Tri Mulyani
  46. Pingback: Mommies Daily
  47. Pingback: Yanie Yuliani
  48. Pingback: judicanababan
  49. Pingback: Ketty Ashari
  50. Pingback: DessySu
  51. Pingback: bLubby
  52. Pingback: ninni angga rani
  53. Pingback: Fitria Yasmin
  54. Pingback: ratih widayanti
  55. Pingback: Mommies Daily
  56. Pingback: Lola Devung
  57. Pingback: Widya Winata
  58. Pingback: Shinta Sonata
  59. Pingback: yanti herlina
  60. Pingback: ana osa qwp™
  61. Pingback: Mommies Daily
  62. Pingback: meidiana nuranti

Leave a Reply