Ayo, Investasi Hubungan dengan si Kecil!

Pagi ini saya mendapat sebuah email dari sahabat jaman SMA yang sejak menikah dan punya anak mengalami perubahan besar! Jaman sekolah dulu, Anto dikenal sebagai anak band yang rela mendekam di studio selama ber jam-jam, sekarang ia sangat memupuk kedekatan dengan putri tercintanya, Lashita Khumaira (2 tahun 2 bulan). Baginya, kedekatan dengan anak adalah sebuah investasi yang nggak kalah penting daripada investasi emas, reksadana, dan lain sebagainya.

Berikut penggalan email dari Anto Nugroho, yang saat ini berprofesi sebagai penyiar di sebuah radio swasta dan bersama istrinya, Ana Aviyanti Kuncoro, mengelola www.pandabermain.com

_____________

Investasi Hubungan..? Yup, investasi hubungan, kalau investasi berupa materi saya sudah yakin ‘tertancap’ di kepala kita sebagai orangtua.

Saya yakin hampir semua kepala rumah tangga (ayah), sudah dipastikan kewajibannya adalah mencari nafkah. Pulang pagi berangkat malam, belum lagi ditambah dengan kemacetan yang otomatis membuat berkurangnya waktu dengan keluarga. Capek.. Pastiii.. :)  Begitu sampai di rumah, rasanya tenaga sudah habis, paling hanya ngobrol-ngobrol dengan istri. Mau main dengan anak aja kadang-kadang suka kita kesampingkan.

Padahal dalam berbagai wacana tertulis bahwa  :

  • Ayah berperan besar dalam perkembangan anak ketika besar nanti.
  • Peran ayah sangat penting dalam membangun kecerdasan emosional anak.
  • Seorang ayah sebagai kepala keluarga sekaligus pengambil keputusan utama dalam keluarga memiliki posisi penting dalam mendidik anak.
  • Seorang anak yang dibimbing oleh ayah yang peduli, perhatian dan menjaga komunikasi akan cenderung berkembang menjadi anak yang lebih mandiri, kuat, dan memiliki pengendalian emosional yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak memiliki ayah seperti itu.

Berarti jika ditarik kesimpulan: Kedekatan antara ayah dan anak adalah sebuah investasi yang sangat berharga.

Dan cara yang saya gunakan untuk sebuah investasi tersebut adalah memberikan waktu saya sedemikian rupa untuk BERMAIN dengan anak saya. Kenapa bermain? Karena keinginan bermain selalu ada pada setiap orang tanpa memandang usia, tua atau muda. Bermain pun juga bisa dilakukan dimana saja. Jadi siapapun bisa bermain, dimana dan kapan saja. Sebuah studi pada tahun 1989 menyimpulkan bahwa para ayah dapat mempengaruhi anak-anak mereka melalui permainan.

Terus permainan apa yang bisa kita lakukan ? Apa aja. Bisa menggambar, main mobil-mobilan, bercerita, bahkan mendongeng. Pernah saya mendengar seminar yang menjadi narasumbernya adalah Mbak Poetri Soehendro (seorang pendongeng), beliau bilang :

Selama ini, mendongeng untuk anak terkesan hanya dilakukan para ibu. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ternyata anak-anak lebih suka didongengi oleh ayahnya. Penyebabnya, antara lain karena suara ayah lebih empuk.

Alasan lain, ayah tidak pernah terlihat bodoh di depan anak-anaknya. Meski di kantor tampak jaim, di rumah ia berani tampil malu. Mau kuda-kudaan bersama anak, atau mengeluarkan bunyi-bunyian saat bercerita.

Ada apa dengan para ibu sehingga anak lebih suka didongengi oleh ayahnya? Menurut  mbak Putri, selain bersuara lebih cempreng, ibu juga tidak sabar saat bercerita. Misalnya, baru mulai atau di tengah-tengah cerita, ibu bisa berkali-kali memutus dongeng karena menyelinginya dengan mengangkat jemuran, mematikan kompor, atau menonton tayangan gosip kesukaannya. Sehingga, anak jadi malas dan tak bersemangat lagi mendengarkan cerita.

Padahal, sebagai anak, otaknya harus diisi dengan berbagai pesan mendidik, terutama selama umur keemasannya (golden age). Pesan mendidik ini bisa dilakukan lewat mendongeng. Keterbatasan waktu orangtua di rumah bukanlah halangan untuk mendongeng.

_____________________________

Nah, gampang kan ternyata investasi hubungan dengan si kecil?

Kalau para mommies bisa dengan mudah membangun ‘bonding’ dengan anak melalui menyusui atau mengurusnya sehari-hari, maka para ayah harus berani ambil alih dalam BERMAIN bersama si kecil!


26 Comments - Write a Comment

  1. ameeel

    wheewww.. bener tuh Lit! kayaknya anak kecil emang lebih seneng maen ama bapa’e… si Rakata juga gitu, bisa ngakak-ngakak kalo ama bapa’e… ntar baru inget gw cuma pas nyusu atau manja-manjaan (terutama abis kepalanya kejedot)
    >_<

  2. @amel, iya kali ya mel. buat anak bapak itu tempat bermain, sementara ibu tempat bermanja. udh dari sononye kali ye?

    @kirana, ahahahaha… gw jadi inget jaman kecil juga demennya main sama bokap soalnya kalo sama emak kan mo jajan/ beli buku susah bener. ternyata pas udh pny anak berasa, jadi emak otomatis pengendali keuangan kan udh tau duit masing2 ada pos2nya. pantesan ye dulu emak gw berasanya pelit bener :))

  3. sanetya

    DSA anak gue dr awal udah kasih masukan ke laki gue. Dia bilang peluk dan gendong anak sesering mungkin karena nanti waktu cepat berlalu dan tiba-tiba tu anak udah ga mau digendong/dipeluk bapaknya. Apalagi anak kl anaknya tuh laki2. Trus dia ngingetin juga buat dobrak “tradisi” takut sm ayah..segan (bukan takut) mah harus sm kedua orangtua. Pokoknya ayah masa kini itu harus pro aktif lah sm anak.

    1. setuju @mandey..
      saya dapet pengalaman itu dari bapak saya..

      dulu ketika semua temen saya pada HERAN, kenapa saya masih jg salim (cium tangan) dan cium pipi kanan-kiri kepada bapak saya.. teryata hampir semua teman saya, pada takut sama bapaknya.. :(

  4. Haha, sama kayak @kirana, gw pikir karena anaknya bosen ketemu emaknya mulu tiap hari.
    Pantesan, anak gw seneng banget main sama bapaknya. Ketawa2 mulu kalo dibercandain bapaknya. Untung bapaknya emang tipe yg suka main sama anak. Nanti kalo anaknya mulai rewel baru deh dikasihin ke emaknya.. Hahaha

  5. Hanzky

    Thank you for sharing yaa Mas Anto…Lashita is lucky to have a caring father like you. Dia lagi suka didongengin cerita apa Mas? Anak saya umur 2.4 tahun juga lagi tergila gila sama buku. Sebelum tidur bisa minta bacain sampe 6 buku. Lagi ngefans berat dia sama bukunya Fira Basuki & Anaknya trus sama buku seri Gaga – Titi (Islam for kids).

    1. hei @hanzky

      lashita, anak yg tdk bisa diam, jadi klo didongengin, bpknya bener2 hrs jd tokohnya.. hahaha.. kalo didongengin sambil baca buku dia cepat bosan..

      dan kalo dongeng biasanya saya ngarang sendiri ;p (maklum penyiar kerjaannya ngoceh hahahaha) yang penting bisa bikin dia seneng, ketawa, lompat2an.. sampe ngantux.. hahahaa

  6. wow…anto thx 4 sharing…
    rizky juga gitu, klo sama ayahnya (yula) wah bisa ketawa cekikikan sampe teriak” gitu, dan ayah memang super duper sabar bener dah…
    gak kaya bunda yang kebanyakan sibuk ngurusin urusin rumah jadi kadang suka ngomel gak karuan…
    tapi tetep menjelang tidur malam adalah saat yang terbaik untuk becanda bareng bunda – ayah – rizky, sampe ketiduran deh…

  7. Wahh, beruntung sekali anak2 yang punya ayah ya.
    Mudah2an para anak yang kurang beruntung tetap bisa tumbuh bahagia walaupun hanya bermain dan belajar dgn salah satunya, dgn ibu atau dg ayah saja ;)

Post Comment