Mengajarkan Anak Berpuasa

Anak saya, Jibran, sekarang umurnya 6.5 tahun. Sudah saatnya untuk memperkenalkan tentang puasa yang lebih serius lagi. Selama ini dia sudah tau puasa itu apa dan malah sok sok pengen ikutan puasa, tapi saya belum pernah mengharuskannya untuk berpuasa. Tapi tahun ini, rasanya sudah memang sudah waktunya. Paling tidak, dia bisa mulai berpuasa sampai jam 12, nanti terserah dia mau lanjut puasa lagi sampai jam 3 atau jam 6 :D.

Baik saya maupun Jibran tidak melakukan persiapan khusus apa-apa sih, yang paling penting buat saya itu adalah untuk tidak memberikan kesan bahwa puasa = sebuah penyiksaan karena harus menahan lapar dan haus. Yang penting nanti saya berusaha supaya makanannya lebih bergizi lagi disaat sahur dan buka puasa.

Tapi tetep aja ya namanya ibu-ibu, perasaan suka takut ada yang kurang aja..hehehe…makanya dalam rangka membekalkan diri tentang mengajarkan anak berpuasa, bertanyalah saya kepada dua ibu cantik, Rima & Vinerra/Pia di forum yang anaknya sudah beranjak abg.

Rima; Malik (11), Aiko (8), Leandra (5)

Kapan mulai mengajarkan anak-anak berpuasa?

Rima: Gw mulai ngajarin dari umur 3-4 tahun, tapi gak ketat ya. Basically gw hanya menghapus makan & minum di antara waktu makan and call it puasa….hehe :p. Trus mulai gw suruh lebih serius setelah mereka masuk TK B. Caranya, kalo puasanya penuh (1 hari), gw kasih uang. Tahun brikutnya (kelas 1), masih dengan aturan yang sama tapi klo full 1 bulan gw kasih bonus (waktu itu Nintendo DSI).

Pia: Anak-anak gw sudah mulai gw ceritain soal puasa dari waktu mereka TK A. Mulai dari cerita kalo ayah dan bunda lagi puasa, terus sama-sama solat tarawih (walaupun mereka cuma penggembira aja). Mulai latihan puasa waktu TK B dan mulai wajib puasa sejak kelas 1 SD, walaupun kita nggak memaksa mereka harus sehari penuh atau harus setiap hari. Tapi waktu itu kalau mereka berbuka juga harus menghargai yang nggak puasa (si mbak) jadi minum dan makan harus sendiri. Mulai kelas 3, alhamdulillah sudah 1 hari selama sebulan penuh. Yang pasti kita beri semangat dan kalau mereka nggak kuat juga nggak kita paksakan untuk harus terus sampai maghrib. Oh iya waktu masih tahap perkenalan, gue nggak mengharuskan mereka untuk bangun sahut. Jadi kalo bangun pagi, ya makan paginya kita bilang sahur mereka dan berbukanya juga sekuat mereka: jam 10, jam 12, jam pokoknya hayuuuk.

Sebagai ibu, kita harus pintar-pintar membaca body language mereka ya. Jangan sampai dipaksakan untuk puasa seharian penuh kalau memang belum kuat. Kalau mereka sudah terlihat lemah letih lesu, sebaiknya langsung buka puasa saja, jangan sampai tunggu keluar keringat dingin!

Ada menu khusus untuk mereka?

Rima: Kalo buat menu sih sama aja kaya orang tuanya, hanya gw wajibkan untuk minum susu setiap sahur dan buka puasa.

Pia: Untuk sahur yang pasti nggak manis, lebih banyak lauk daripada nasi. Tapi biar anak-anak semangat mereka boleh pesan menu yang mereka suka, begitu juga untuk berbuka.

  • Khusus untuk anak kecil (ehh dewasa juga sih) sebaiknya menghindari makanan yang pedas, baik untuk sahur maupun buka puasa, juga makanan yang terlalu bersantan.
  • Hindari minuman bersoda
  • Sup-supan dan juice sangat baik untuk di konsumsi ketika sahur
  • Perbanyak makanan yang berserat (karena akan membuat perut terasa kenyang selalu) dan berprotein
  • Latihlah mereka untuk berbuka puasa secara bertahap, jangan langsung makan dalam porsi besar, nanti lambungnya kaget.

Vinera Zainuddin (@piazee); Hanif (10), Azhar (9), Kasih (7)

Kalau ditanya ‘Kenapa kita mesti puasa sih, Ma?’…kalian jawab apa?

Rima: Gw jawab supaya kita bisa lebih menghargai rejeki yang kita milik dan untuk kesehatan itu juga manfaatnya sangat baik.

Pia: Disesuaikan dengan umur anak dan tingkat pemahamannya ya: Berpuasa wajib hukumnya karena diwajibkan oleh Allah dalam Al-quran bagi semua orang Islam. Dengan berpuasa kita bisa merasakan kesusahan kaum fakir miskin, berlatih disiplin dan mengendalikan (emosi/hawa nafsu, etc). Selain itu, di bulan puasa Allah menyediakan hadiah yang banyak sekali buat umatnya. Segala perbuatan baik kita pahalanya lebih banyak.

Jadi bagaimana ibu ibu :D, sudah siap melatih anaknya untuk berpuasa? Kalau yang sudah berpengalaman, boleh dong diceritakan pengalamannya di sini :)


47 Comments - Write a Comment

Post Comment