Road Trip: Mempersiapkan Makanan si Kecil

Travel

nenglita・30 Jun 2010

detail-thumb

Setelah kenyamanan selama di perjalanan dan pakaian, yang pasti dipikirkan semua ibu dalam melakukan liburan lewat perjalanan darat atau road trip bersama anak adalah makanan. Bagaimana menyiapkan makanan untuk si kecil selama perjalanan? Makanan apa saja yang perlu dibawa?

  • Jika si kecil masih dibawah 6 bulan, bagi saya semuanya lebih mudah. Usia 4 bulan, Langit saya bawa ke Sukabumi, nggak jauh sih, tapi karena masih ASI eksklusif, barang bawaan pun lebih ringkas. Lapar dikit, tinggal sumpel!
  • Dibawah setahun, atau masih MPASI dini, saran saya bawalah makanan jadi yang tahan lama. Tahap ini memang agak tricky. Sudah kenal makan, tapi belum bisa makan seperti kita. Oatmeal instan, aneka buah-buahan untuk dibuat puree, atau sereal bisa jadi pilihan. Jika perjalanan memakan waktu lebih dari 12 jam, pastikan mommies berhenti ditempat yang cukup bersih di jam makan yang disesuaikan. Sehingga acara makan anak tak terganggu. Banyak tips dan sharing dari para mommies di forum diskusi ini dan ini mengenai apa saja yang perlu dibawa jika melakukan perjalanan darat. serta disini juga banyak resep-resep mudah yang bisa dicontek. Jika merasa perlu membawa slowcooker untuk dijalan, silakan lakukan. Namun perlu diketahui seperti namanya, slowcooker akan memasak dengan waktu yang cukup lama. Maka saya, lebih memilih membawa oatmeal serta buah-buahan atau sayuran, lalu menumpang masak ditempat kami berhenti. Bisa juga dibuat jadwal, di perjalanan apa saja yang dimakan si anak, berhenti dimana dan jam berapa saja sehingga memudahkan persiapan makanan. Pembuatan jadwal juga bisa diterapkan selama ditempat liburan. Jadi mommies nggak perlu bingung mau masak apa untuk si kecil. Lebih memudahkan lagi, bahan-bahan makanan yang dibawa sudah dimasukkan ke kantong-kantong kecil untuk sekali makan, jadi benar-benar mudah kan?
  • Diatas setahun, lebih enak lagi. Perjalanan panjang kami sekeluarga yang pertama dilakukan saat Langit berusia 13 bulan. Kebetulan sejak usia 11 bulan, Langit sudah makan nasi biasa serta sesekali table food dengan bumbu lengkap seperti orang dewasa. Perjalanan kami yang memakan waktu diatas 24 jam membuat kami banyak berhenti di tempat-tempat makan serta SPBU untuk beristirahat. Sayangnya, tujuan kami yang ke daerah Sumatera otomatis tempat makan yang ditemui sepanjang jalan itu adalah rumah makan padang yang notabene menyediakan makanan pedas dan nasi yang *ehm* lumayan keras. Untuk mengakalinya, saya membawa perkedel kentang campur daging cincang serta sayuran. Jadi kalau Langit nggak mau makan nasinya, minimal dia sudah dapat karbohidrat dari kentangnya. Sengaja saya membuat perkedel dalam bentuk yang kecil-kecil, mengantisipasi GTM anak selama perjalanan, kalau kecil-kecil kan dia berasanya finger food alias cemilan. Selain itu saya juga bawa bola-bola ubi, pudding susu, buah-buahan dan aneka cemilan mengenyangkan lainnya. Jangan lupa untuk membawa makanan-makanan ini di cool/ hot box, untuk mempertahankan suhu makanan. Tapi juga jangan bergantung sama hal ini sih, karena di perjalanan pulang, mashed potato yang harusnya tahan hingga 5-6 jam buatan saya rasanya masam, akhirnya Langit makan pakai rendang deh! Untung dia doyan…
  • Perjalanan yang paling terakhir, dilakukan saat Langit berusia 25 bulan. Lagi-lagi kami ke Sumatera. Mengenai makanan, saya sudah lebih nyantai. Karena Langit sudah makan apa yang saya makan. Tapi tetap, saya mempersiapkan cemilan yang mengenyangkan. Roti menjadi pilihan utama, karena Langit amat sangat doyan roti. Selain itu saya bawa lauk favoritnya, bacem ayam. Beberapa saya bawa setengah matang, jadi ketika berhenti di tempat yang terpercaya, saya numpang goreng ayamnya disana . Untuk makanan yang mengenyangkan, lagi-lagi perkedel bisa jadi pilihan. Kalo skotel kentang/ macaroni skotel saya nggak berani, takut basi dijalan 
  • Saya memang nggak canggih dalam memasak. Jadi rata-rata jika berpergian, makanan yang saya andalkan hanya makanan yang Langit doyan dan bisa tahan lama serta mudah menyajikannya.

    Tapi memang di perjalanan terakhir ini, Langit sangat menikmati. Karena sudah banyak aneka makanan yang bisa ia nikmati. Kalau dulu belum saya izinkan makan cokelat, maka sekarang sudah boleh makan wafer cokelat. Atau sekarang sudah boleh nyeruput dikit-dikit minuman kemasan yang saya atau bapaknya minum. Intinya sih, berapapun usia si kecil, mommies hanya harus menikmati perjalanannya. Ini kan liburan!