Liburan ke Pantai Panjang

Kalau mendengar kalimat ‘liburan dipantai’, pasti bagi yang di Indonesia akan langsung terlintas kalau nggak Ancol, ya Bali. Kalau saya bicara tentang Pantai Panjang mungkin belum lazim dijadikan tempat berlibur, bahkan mungkin jarang terdengar di telinga kebanyakkan orang. Pantai ini terletak di Bengkulu, sebuah provinsi kecil di pulau Sumatera.

Saya pun kalau suami nggak berasal dari Bengkulu, mungkin nggak akan pernah menginjakkan kaki ke pantai tersebut. Siapa sangka bahwa Pantai Panjang begitu indah hingga memikat tak hanya saya, tapi juga anak saya Langit!

Pertama kali kesana, Langit masih 14 bulan dan ia langsung jatuh cinta. Siapa yang tidak? Udaranya yang segar, pantainya yang bersih serta pasirnya yang halus dan relatif sepi dari turis, membuat kami nyaman bermain tanpa harus berdesak-desakkan dengan pengunjung lainnya.

Tahun ini kami berkesempatan mudik lagi kesana. Tentunya, pantai tersebut menjadi tujuan utama kami, secara di Jakarta agak susah ke pantai! Satu-satunya pilihan yang ada hanya Ancol. Itu pun kalau di akhir minggu atau hari libur, pasti penuh banget!

Pantai Panjang kali ini sudah mulai dilengkapi dengan permainan semacam Jet Ski atau Banana Boat. Tapi Langit, nggak perlu semua itu. Cukup dengan berlari-lari menyambut ombak atau membuat gundukan-gundukan dari pasir yang ia sebut sebagai “gunung-gunungan”, sudah membuatnya bahagia dan tentunya sampai nggak mau diajak pulang.
Tapiii… jangan harap akan menemukan tempat makan atau restoran yang ‘kids friendly’ disekitarnya. Mungkin ada sih di mall yang terletak persis di pinggir pantai. Tapi lagi-lagi saya pribadi lebih memilih untuk membawa Langit makan jagung bakar serta es kelapa muda di pinggir pantai lengkap dengan tenda plastik dan bale-balenya. Seru loh, daripada duduk di resto mall yang di Jakarta juga nyaris setiap hari/ weekend kita lakukan. Sambil makan kita bisa menikmati sunset yang cuantik banget! Tips dari saya, kalo ke pantai ini memang lebih enak diatas jam 4, soalnya sudah nggak terlalu panas.

Walaupun pantai ini begitu indah, sayangnya karena kebanyakan pengunjungnya hanya turis domestik alias penduduk lokal jadi fasilitas seperti layaknya di Pantai Kuta/ Ancol masih sangat minim. Misalnya tempat bilas, jangan harap akan menemukan yang lengkap dan canggih seperti di Ancol. Tempat bilas yang tersedia disana hanya berupa kamar mandi sederhana saja. Ini pun tersedia di daerah dimana ombaknya agak besar sehingga agak ngeri mengajak anak main di sini.

Ada juga pantai Pasir Putih, yang masih merupakan terusan Pantai Panjang. Disini malah sangat sepi pengunjung (nggak heran, sering dimanfaatin muda mudinya untuk pacaran, hehehe). Padahal pantai ini indah banget! Pasirnya putih dan bersih! Tapi sekali lagi boro-boro tempat bilas, saking sepinya pantai ini tukang makanan/ minuman pun nggak ada di pantai ini.

Nah yang terakhir ini, Pantai Zakat (yang tentunya masih bagian dari Pantai Panjang juga) merupakan pilihan terbaik untuk mengajak si kecil. Ombaknya yang walaupun agak tinggi masih bisa ditolerir, tapi jangan pernah melepaskan anak dari pengawasan orang dewasa. Pernah kejadian, sekalinya saya melepaskan Langit dia langsung tersapu ombak! Sebagai gambaran, di paling pinggir pantainya saja kalau ombak datang itu bisa sepinggang anak kecil loh! Mengenai tempat membilas, di pantai ini saya membilas Langit di belakang sebuah pos yang hanya berupa bilik dan sumur saja. Bagi saya pribadi, hal ini bukan masalah besar. Sekali mengajak anak mengenal alam, harusnya nggak usah tanggung-tanggung kan :)

Tapi kalau mommies ragu-ragu, bawa atau beli saja air mineral untuk sekedar membasuh si kecil. Pokoknya, jangan pernah berpikir yang susah-susah deh kalau mau jalan-jalan atau travelling dengan anak. Yang terpenting baik anak ataupun orang tua enjoy.


19 Comments - Write a Comment

Post Comment