Pengulangan Pre-eklamsia?

Dear dr. Indra,

Kalau pre-eklampsia apa bisa terulang pada kehamilan berikutnya? Berapa besar prosentase terjadinya? Thanx

Mylilaira

Preeklampsia bisa terulang pada kehamilan berikut walau prosentasenya kecil yaitu 17%.

Semoga bermanfaat.

dr. Indrawati Dardiri, SpOG

Dibawah ini sedikit backrgound mengenai pre-eklampsia yang diambil dari Wikipedia:

Pre-eclampsia (US: preeclampsia) is a medical condition where hypertension arises in pregnancy (pregnancy-induced hypertension) in association with significant amounts of protein in the urine. Pre-eclampsia refers to a set of symptoms rather than any causative factor, and there are many different causes for the condition. It appears likely that there are substances from the placenta that can cause endothelial dysfunction in the maternal blood vessels of susceptible women.[1] While blood pressure elevation is the most visible sign of the disease, it involves generalized damage to the maternal endothelium, kidneys, and liver, with the release of vasoconstrictive factors being secondary to the original damage.

Pre-eclampsia may develop from 20 weeks gestation (it is considered early onset before 32 weeks, which is associated with increased morbidity). Its progress differs among patients; most cases are diagnosed pre-term. Pre-eclampsia may also occur up to six weeks post-partum. Apart from Caesarean section or induction of labor (and therefore delivery of the placenta), there is no known cure. It is the most common of the dangerous pregnancy complications; it may affect both the mother and the unborn child – Wikipedia


Uci
juga pernah membagi pengalamannya seputar topik ini disini.


11 Comments - Write a Comment

  1. Dear dokter
    Saya sudah 2x hamil dan keduanya mengalami preeklamsi, kehamilan pertama bisa dibilang tidak fatal karena terjadi di usia kehamilan 36 mgg,dengan tekanan darah 195/100. tapi untuk kehamilan kedua saya tidak seberuntung itu karena itu terjadi diusia 30 mgg dgn tekanan darah 220/110. Tapi anehnya dalam kondisi seperti itu saya masih bisa beraktifitas seperti biasa bahkan pada saat kontrol saya sendiri menyetir mobil ke rs. Oleh dokter saya diminta untuk istirahat di rumah sakit, saya juga disuntik obat yang katanya untuk pematangan paru” sampai 4x, akan tetapi baru disuntik 2x saya mengalami nyeri yang amat sangat dan ternyata setelah diperiksa janin yang ada di dlm kandungan meninggal. Kata dokternya bayi saya meninggal karena pplasentanya lepas . Masalah juga masih timbul setelah bayi dikeluarkan, yaitu kejang dan tidak berfungsinya fungsi ginjal sehingga mengakibatkan saya harus cuci darah.
    Yang ingin saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan apabila saya ingin hamil lagi??? Saya sudah konsultasi dgn dokter langganan dan beliaunya menyarankan agar saya tidak hamil lagi..
    Saya sudah konsultasi dengan dokter spesialis terkait bahwasanya kondisi ginjal dan fungsi organ” yang lain sudah normal dan bisa untuk hamil lagi. Saya pernah baca bahwasanya preeklamsi terjadi karena adanya perbedaan faktor rhesus antara saya dan suami. Apa yang dimaksud dgn faktor rhesus tsb??
    Terima kasih dan mohon masukan dari dokter

Post Comment