Dancing Chicken Sandwich

Sebetulnya udah mati gaya, mau dinamain apa masakan ini. Setelah dirasa-rasain, kok gurih dan bentuknya segitiga? Ya segitiga gurih aja. Tapi pas liat twitterku ada temen kantor saya yang mereply postingan foto sebelum dipanggang dan menamakannya DANCING CHICKEN SANDWICH!

Resep ini sendiri sebetulnya simpel kok, cuman ayam ditambah rumput laut (bisa diganti sayuran lain) dan atasnya dilapis wijen. Bisa dipanggang, bisa digoreng. Jelas enak kalo digoreng, cuman lebih ‘sehat’ kalo dipanggang. Oh ya, kalau tidak suka daging ayam bahan ini bisa diganti dengan udang atau ikan tengiri, tapi namanya bukan dancing chicken sandwich lagi dong :)

Bisa dicoba lho di weekend ini dan share hasilnya disini ya!

Bahan-Bahan:

5 potong roti tawar putih kupas pinggirannya
100 gr daging dada ayam beku tanpa kulit
5 gr rumput laut kering, rendam dalam air sampai mengembang
2 sdm tepung sagu tani
1 sdt minyak wijen
Wijen putih secukupnya

Ulek halus: 1 bawang putih besar, garam+merica secukupnya

Cara Memasak:

1. Potong-potong roti tawar menjadi bentuk segitiga seperti diatas. Sisihkan.
2. Masukkan ayam beku, rumput laut (tiriskan airnya sampai sat), bumbu halus, tepung sagu dan minyak wijen ke dalam chopper/food processor. Proses sebentar

Penyelesaian:

3. Ambil satu roti tawar, oles dengan adonan ayam.
4. Lapisi dengan wijen putih, siap digoreng atau dipanggang.

Panggang:

Panaskan oven dan oles loyang dengan margarin/butter atau semprot saja dengan selapis tipis cooking oil. Lalu susun segitiga gurih dan panggang sekitar 25 menit saja. Hidangan Siap Disajikan!

Goreng:


Panaskan minyak agak banyak.

Goreng segitiga gurih hingga roti berwarna kecoklatan. Tiriskan, siap disajikan.

Nah dibawah ini sedikit foto ngawur waktu motret si segitiga gurih *yang sok ala martha stewart style*, Azwa-nya nungguin di belakang :)


10 Comments - Write a Comment

Post Comment