Big D-Day (Departure Day)

Persiapan sebelum booking tiket, sampai tiket sudah di tangan, sekarang waktunya terbang. Ready?

  • Pastikan anda tiba di airport 3-4 jam sebelum jadwal penerbangan. Proses security check bisa memakan waktu dan membawa si kecil sudah pasti akan memperlambat proses tersebut.
  • Early boarding/late boarding: Beberapa airline akan menawarkan jika anda ingin boarding duluan sebelum penumpang lainnya. Keuntungan early boarding adalah anda dan si kecil bisa settle down sebelum para penumpang lain naik dan alley penuk sesak dengan orang yang mencari kursinya atau menaikan barang ke overhead bin. Bila terbang dengan bayi di bawah satu tahun, saya sarankan untuk early check in. Terkadang early boarding bisa membuat si kecil bosan karena harus menunggu lama, jadi pilihan tergantung dari kita dan juga temperamen si kecil. Saya pribadi memilih late boarding karena anak saya sangat tidak sabaran untuk terbang.
  • Bila anda masih menyusui, saat pesawat dalam posisi taxing (bersiap lepas landas), adalah saat terbaik untuk menyusui sampai pesawat berada dalam posisi cruising altitude. Hal ini sangat membantu untuk menghindari ear pressure yang biasanya membuat telinga si kecil sakit. Bagi yang sudah tidak menyusui, berikan si kecil minum di sippy cup/jus kotakan atau memberikan mereka permen/snack. Beberapa anak memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dan terkadang perubahan air pressure di dalam kabin inilah yang menyebabkan telinga mereka sakit. Untuk penerbangan international biasanya pramugari akan membagikan handuk hangat. Ini dapat membantu si kecil. Caranya praktis, minta Styrofoam cup dari pramugari, tempelkan handuk hangat di bawah cup dan tempelkan ke telinga si kecil, atau bisa juga dengan menempelkan handuk itu langsung ke telinga untuk beberapa menit.
  • Beberapa airline mempunyai reputasi yang sangat baik dikalangan orang tua karena keramahan mereka. Beberapa pramugari tidak segan-segan menawarkan bantuan untuk menggendong atau mengawasi si kecil. Terimalah tawaran ini dengan baik apalagi bila kita terbang hanya berdua dengan si kecil. Inilah kesempatan kita untuk ke lavatory. Tapi ingatlah bahwa tugas pramugari bukan untuk menjadi baby sitter! Selalu bersikap manis dan ramah kepada mereka meskipun tidak semua pramugari itu ramah. Saya pribadi selalu berusaha melakukan semuanya sendiri dan tidak merepotkan mereka dan hanya meminta bantuan bila benar-benar perlu, dengan begini mereka akan memandang kita sebagai orang tua yang mandiri. And when you don’t expect it, the offer will come, believe me!
  • Berikan mainan yang sudah disiapkan satu per satu atau hanya pada saat si kecil terlihat mulai bosan. Biasanya untuk rute international, pesawat dilengkapi personal entertainment units (tv kecil di belakang kursi) dan biasanya kita bisa memilih film kartun untuk si kecil. Jika anda tidak mengijinkan si kecil menonton tv/film, buatlah perkecualian untuk perjalanan ini.
  • Have fun! Si kecil memiliki hubungan batin dengan kita, jadi kalau kita panik, mereka akan ikut merasakannya dan bereaksi seperti menangis atau temper tantrum. Jangan lupa selalu berterima kasih dan menerima tawaran bantuan dari orang lain, tapi jangan berharap semua orang akan melayani anda! Jika si kecil menangis/rewel pastikan fokus anda adalah untuk menenangkannya – ya – orang cenderung memberikan tatapan yang tidak enak apalagi bila mereka bukan orang tua. Saran saya, cuekin aja! Berapa besar sih kemungkinan anda akan bertemu mereka lagi?

Siapa bilang punya anak berarti kita harus melupakan liburan? Justru liburan bisa menyenangkan bersama si kecil.

Dikirimkan oleh Maureen, mama dari Lil’ A, yang juga ngeblog di Tatter Scoops. Thank you so much for the wonderful and helpful articles, Maureen!


11 Comments - Write a Comment

Post Comment