What To Pack – When You’re Flying With A Baby/Toddler

Membayangkan banyaknya bawaan yang harus kita siapkan untuk terbang dengan baby/toddler memang bisa membuat stress ya. Saran pertama, carilah diaper backpack yang kokoh. Apa harus backpack? Tentu tidak, tapi buat saya pribadi, dengan backpack artinya kedua tangan saya bisa ‘bebas’ dan mengurusi si kecil atau mendorong stroller.

Berikut ini carry-on packing list yang selalu saya gunakan:

  • Pastikan persediaan baby wipes, popok, diaper rash cream dalam tube kecil dan botol kecil hand sanitizer cukup untuk durasi penerbangan. Jangan lupa selalu bawa tas plastik (seperti yang dari supermarket). Ratakan plastik tersebut dan lipat rapih sehingga tidak makan tempat. Gunanya? Membungkus popok yang kotor sebelum di buang ke dalam tempat sampah di lavatory pesawat sampai untuk membungkus baju si kecil yang terkena muntahan/basah.
  • Bila si kecil punya mainan/selimut kesayangan, pastikan sang ‘benda berharga’ itulah yang paling pertama anda masukkan kedalam tas/backpack.
  • Obat-obatan: bila si kecil memerlukan obat-obatan khusus dari dokter masukkan semuanya kedalam satu kantong plasting transparan. Jika mempunyai kopi resep sebaiknya juga di bawa seandainya di pertanyakan pada saat security check.
  • Pakaian ganti: Selalu pastikan si kecil mempunyai beberapa ekstra set pakaian ganti. Misalnya si kecil mabuk dan muntah atau popoknya bocor, atau untuk kemungkinan terburuk, bagasi anda hilang/terlambat tiba di tempat tujuan.
  • Pakaian ganti untuk kita: Percaya deh, kita pasti akan perlu baju ganti bila si kecil muntah dalam pangkuan kita!
  • Snack & baby foods: Terbang dengan si kecil artinya kita harus menyiapkan snack, baby food, susu, jus dan air untuk mereka. Jangan lupa declare bawaan ini saat security check. Bawa juga botol/sippy cups  kosong/bersih untuk minum si kecil.
  • Toys/activities pack: Sebaiknya kita memilih mainan bervolume kecil/rendah agar tidak menganggu penumpang lainnya. Buku, buku mewarnai, doodle pad, sticker books adalah beberapa mainan yang sangat berguna. Favorite anak saya adalah play dough! Dia bisa duduk manis dan main play dough berjam-jam. Bila memungkinkan beli beberapa mainan baru yang ukurannya tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Saya biasanya melakukan ‘recycle’ beberapa minggu sebelum jadwal perjalanan. Caranya dengan memilih beberapa mainan lama yang sudah nyaris tidak pernah di sentuh oleh si kecil dan saya sembunyikan, lalu di bungkus dengan kertas kado. Percaya deh, si kecil akan semangat membuka ‘kado’nya tersebut.
  • Jika si kecil sudah cukup besar untuk membawa carry-on sendiri, cobalah mengajaknya ke toko untuk memilih sendiri tasnya.
  • Children harness. Bila si kecil sedang senang-senangnya jalan sendiri, harness ini akan sangat membantu. Mereka bisa mengeluarkan energi yang ada dan kita masih bisa memastikan si kecil selalu berada dalam pengamatan kita apalagi di dalam airport yang biasanya luas.
  • iPod! Atau small video player sejenisnya. Portable DVD player juga bisa menjadi pilihan tapi biasanya mereka lebih berat dan battery lifetime-nya pendek. Upload saja film favorite si kecil atau lagu-lagu kesayangan mereka.

Dikirimkan oleh Maureen, mama dari Lil’ A yang sudah jadi ‘pro’ dalam bepergian bersama balita dengan pesawat terbang (saking seringnya :D).


14 Comments - Write a Comment

  1. Thanks for sharing Maureen! Berguna banget nih, gue kebetulan mau liburan bulan Juni dan udah mulai deg2an nih nanti di pesawat gimana hihihi kayaknya ide bungkus mainan2 lamanya lucu jg tuh!

  2. maureen, jangankan naik pesawat bok, jalan darat yang pake mobil sendiri aja gw suka bingung bawa apa aja. perdana jadul malah gw bawa baju banyaaaaakkkk….banget! halah, berat2in aje :p

  3. kl gw travel sendiri, bisa travel light. tp jangan tanya deh kl with kiddo. You couldnt believe what i brought on our last vacation to bali. Sebagai emak2 parno, gw bawa , selain yang umum2, 1) ember mandi dan gayung. yak, anak gw (at that time 4+ yo) ga berani mandi di pancuran alias shower. jadi selama ini dirumah mandinya pake gayung hihi. 2) blender dan buah (pepaya). ya i know, kill me. di bali bukannya ga ada pepaya. but it’s a hassle to go the supermarket (you need a big one to find one right). dan krn gw ga mau anak gw panas dalem, setiap hari gw bikin jus pepaya. oh ya lengkap juga dgn pisau potong buah. kill me moms!

  4. @ Lydia: You’re welcome :) Iya gw juga walopun udah sering jalan sendiri sama Lil’ A tetep aja kalo mo terbang pasti seminggu sebelumnya udah mulai stress hahaha. Good luck liburannya yah.

    @ Lita: Makanya itu ada omongan “yang gak di packing cuman kitchen sink doang” hahaha. Ribet emang tapi it’s worth it banget bisa jalan-jalan sama anak.

    @ Alice: Wah repot yah bawa ember mandi segala hehehe but every moms have different ‘needs’ buat si kecil apalagi kalo traveling. Baca komen lo gw jadi inget pertama kali-nya road trip sama Lil’ A dari kampung kita di Alabama ke Houston, Texas. Waktu itu Lil’ A umurnya baru 6 bulanan gw sama temen gw anak Indo juga nekad aja padahal dia juga bawa anak waktu itu anaknya umur 2 tahunan cewek. Dia drove from Florida jemput gw di Alabama then we drove for over 12 hours to Houston. Nekad banget! Gak bawa bak mandi sih gw, di Houston, anak gw mandiin cemplungin di kitchen sink hahahaha.

Post Comment