Belajar Lewat Lagu

Belakangan ini saya sering menemui banyak ibu-ibu yang merasa ‘kehilangan’ lagu anak-anak Indonesia. Karena di banyak pre school, playgoup atau sekolah-sekolah biasanya diajarkan lagu-lagu berbahasa Inggris. Di televisi? Wah, lupakan saja acara lagu anak-anak seperti Kring Kring Olala, Tralal Trilili, dan lain sebagainya. Bahkan acara musik anak-anak saja, banyak menggunakan lagu-lagu orang dewasa. Kalaupun ada, bisa dihitung sebelah jari, rasanya. Oh ya, dan herannya banyak orangtua yang bangga kalau anaknya nyanyi lagu-lagu Nidji, Kotak, atau bahkan ST-12! Nggak salah juga sih, secara musik-musik ini mendominasi televise Indonesia belakangan ini. Sesekali juga saya kecolongan tau-tau Langit nyanyi “Eyan-eyan ajaaa…”, atau “Kawin..kawinn..,nggu epan aku kawinnn..” lagunya Project Pop.

Mengantisipasi acara anak-anak yang sudah ‘dewasa’ ini, biasanya mommies dan juga saya mengalihkan ke program-program TV luar seperti BabyTV, Disney channel, dan lain-lain. Nggak ada salahnya sih belajar lagu-lagu berbahasa asing, bagus malah! Memperkaya kosakata si kecil. Tapi kalau saya dan suami yang nasionalismenya tinggi (baca : minus dalam bahasa inggris) serta terbiasa dengan lagu anak-anak tempo dulu karya Bu Kasur atau Ibu Soed, rasanya ada yang kurang.

Jadilah, saya rajin hunting DVD atau lagu anak-anak Indonesia (sayangnya, lebih mudah mencari yang bajakan :( ). Tapi, lupakan dulu tentang bajakan, lagu anak-anak Indonesia ini sangat bisa dijadikan ajang belajar anak untuk berbagai hal. Terbukti pada anak saya, Langit.

  • Hujan

“Tik, tik, tik..bunyi hujan diatas genting..”

Pasti semua hapal diluar kepala lagu ini! Langit juga loh, dan bukan hanya hapal. Setiap hujan turun, dia langsung nangkring depan pintu memandangi hujan sambil bernyanyi lagu ini. Lesson learned : anak jadi tau perubahan cuaca.

  • Nama-Nama Hari

“Senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu itu nama-nama hari..” Idem nih, selain hapal luar kepala, Langit juga sekalian belajar menghapal nama-nama hari.

  • ”Aku punya anak ayam, bulunya belang….”

Maaf saya lupa judulnya, tapi lagu ini sangat catchy! Dan jadi lagu favorit saya juga, hehehe… lewat lagu ini, Langit selain belajar mengenali binatang, juga mengenali apa saja yang jadi ciri-ciri binatang tersebut. Nggak heran, kalau melihat ayam, dia pasti langsung nyanyi lagu ini.

  • Satu Ditambah Satu

Ini agak modern dikit, yang populerin Puput Melati. Walaupun belum tau esensi berhitung (dan saya juga belum mau nge-push dia untuk belajar serius),tapi sedikit demi sedikit Langit sudah mengerti konsep angka. Misalnya saya bertanya, “Balonnya ada berapa, nak? Yang merah satu, yang kuning satu”. Sambil mengingat, nanti dia akan (lagi-lagi) bernyanyi dan berteriak ”duaaaa..”

  • Balonku

Kalau lewat lagu ini, selain belajar mengenai warna, Langit juga secara tidak langsung belajar menghitung.

Masih banyak banget lagu-lagu yang menurut saya sangat bermanfaat untuk Langit. Mungkin karena sambil bernyanyi, jadi belajarnya nggak kerasa. Saking cintanya sama lagu-lagu ini, kalau pertama kali bangun tidur atau lagi ngambek, maka memutar DVD lagu anak-anak-lah yang bisa mengobatinya. Dalam posisi saya yang nggak ada asisten rumah tangga atau pengasuh ini, DVD ini sangat membantu. Misalnya sambil makan Langit akan nonton DVD ini, sementara saya mengerjakan tugas rumah tangga lainnya (di satu sisi membantu, d isisi lain jahat juga sama anak, menjadikan televisi sebagai baby sitter-nya :( ). Kekurangan dari kecintaannya terhadap lagu-lagu ini palingan, kalau kami sekeluarga bepergian, jangan harap bisa memutar lagu Slank atau U2 favorit saya dan suami. Karena begitu duduk di car seat-nya, Langit akan langsung ngomong, ”Mau lagu-lagu aja..”

Satu hal lagi, apapun yang diomongin dijadiin lagu! Misalnya saya bertanya, ”Langit mau makan apa?” serta merta dia akan menjawab ”Naci goweng, naci goweng, naci goweng cekayang…cekayang, naci goweng, naci goweng cekayang..” *tepok jidat*


20 Comments - Write a Comment

  1. Aduh..Langit cantik banget…! pintar ya, kreatif juga semua kalo ngomong dilaguin… :)
    Setuju banget nih, lagu anak2 jadul itu emang bagus, sederhana dan pake bahasa ibu.
    Laki gw entah download dari mana lagu anak2 jadul buanyak banget, meski nyampur juga sih sama lagu anak2 baru yang kadang liriknya gak jelas, contoh…”Oooh, burung pipit, indukmu tlah pulang…menyaksikan engkau tlah tiadaaaaa….” !!!! imagine that!! biasanya langsung gw skip kalo denger lagu itu! :( *the whole lyric is even weirder*
    Satu yang susah banget gw cari itu dongeng anak2 di CD/kaset (gw menghindari anak gw nonton TV/DVD for some reasons), biasanya ada nyanyi2nya juga. pernah dapet kaset lama (3bh – 10rb di pasar gasibu bdg), tapi ya namanya kaset lama, keseringan diputer ya jebol….blom pitanya ditarik-tarik…huahh…
    Kalo ada yg punya info dmn dapetin CDnya atau tempat downloadnya, mau dong….thx…

  2. hiyaa…ini ternyata tergantung anaknya loh. D1 kaga doyan nyanyi! gue sampe nyerah ngajarin dia lagu anak2. eh giliran adeknya, segala dinyanyiin. berhubungan ama gender kali ya?

  3. Pingback: ^,^

Post Comment