Saat Raka Kejang Demam

Kejang demam sangat umum terjadi pada balita, namun tak bisa dipungkiri bila kejang demam menyerang, seakan mampu membuat jantung orangtua manapun berhenti berdetak untuk beberapa saat. Hal itulah yang kurasakan pada saat anakku Raka mengalami kejang demam untuk pertama kalinya.

Raka

Saat itu bulan Februari, Raka baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-2. Lepas seminggu dari hari bahagia itu, di pagi hari seperti biasanya Raka bangun dengan ceria. Ia terlihat bersemangat bermain bersama papanya di halaman depan rumah. Saat itu kuraba dahi anakku, terasa hangat. Aku masih mengira-ngira apa pemicu demam anakku ketika teringat bahwa termometer yang biasa kupakai untuk mengukur suhu tubuhnya rusak. Aku pun segera berinisiatif untuk membeli termometer yang baru di apotek terdekat.

Saat diukur, termometer menunjukkan angka 39,1 derajat Celcius. Jantungku berdegup, kenapa suhu badannya tiba-tiba tinggi sekali. Dengan perasaan khawatir segera kuberikan Raka parasetamol dengan dosis sesuai usianya. Tak berapa lama Raka terlihat mengantuk, lalu secara mendadak badannya seperti tersentak kaget seperti sedang bermimpi. Aku sedikit tercekat, tetapi tetap berusaha tenang. Seketika itu juga terlintas kejang demam di pikiranku, tetapi segera kubuang jauh-jauh ketakutan itu karena aku tahu bahwa tak ada riwayat kejang demam baik di dalam keluargaku maupun keluarga suamiku. Apalagi selama ini setiap Raka demam tidak sampai mengalami kejang padahal suhu tubuhnya pernah mencapai 40 derajat Celcius.

Sesampainya di rumah, aku sempat menyiapkan bed cover yang kubentangkan di lantai, agar bila Raka benar terserang kejang, aku bisa membaringkannya di permukaan yang luas, rata dan bebas dari barang-barang berbahaya. Meskipun aku terlihat siap dalam menghadapi kejang ini, tapi sebenarnya dalam hati aku sama sekali tidak mengharapkannya terjadi pada anakku.

Kurang lebih satu jam kemudian, kucek lagi suhu tubuhnya. Angka yang tertera di termometer tidak bergerak turun. Tanpa berpikir panjang aku segera menelepon kediaman DSA anakku untuk membuat janji. Suamiku pun juga segera kuhubungi. Aku bersyukur di saat seperti ini suamiku bisa meluangkan waktu dari perkerjaannya untuk menemani kami.

Raka mengalami kejang dalam perjalanan ke dokter. Sangat mengejutkan karena 10 menit yang lalu suhu tubuhnya sudah turun di angka 37,5 derajat Celcius. Saat itu adalah situasi yang sangat menegangkan bagi kami. Kejadiannya begitu cepat dan tiba2, dalam posisi duduk kupangku di mobil, tubuhnya tersentak dan berguncang hebat secara berulang-ulang. Matanya berkedip-kedip, mulutnya kaku dan nafasnya tersenggal-senggal. Bersamaan dengan itu pula bibirnya pun pucat dan membiru. Benar-benar pemandangan yang menyayat hati. Kuteriakkan namanya sambil ber-istiqfar tetapi ia tidak merespon. Serangan kejang berlangsung tak lebih dari 5 menit, tapi itu adalah menit-menit terlama yg pernah kualami sepanjang hidupku.

Setelah kejang usai, Raka menjadi sangat lemas. Tubuhnya yang tadi kaku menjadi lunglai, matanya setengah terbuka dan kulihat dia masih mengalami kesulitan bernapas. Kepanikan membuat kami tak bisa berpikir jernih, kami bahkan tak menyadari bahwa yang terjadi pada Raka adalah serangan kejang demam. Di tengah kemacetan Jakarta, kami berputar arah berusaha mencapai RS terdekat secepat mungkin. Sesampainya di IGD suhu badan Raka ternyata mencapai 39,9 derajat celcius. Paramedis segera mengompres badannya dengan air hangat serta memberikan obat anti kejang (Diazepam 0,5mg )dan penurun panas Ibuprofen melalui dubur. 15 menit kemudian, kesadarannya mulai kembali. Perlahan-lahan bibirnya mulai memerah dan dia pun menangis memanggilku. Alhamdulilah..

Raka dirawat di RS selama 2 hari untuk mencari tahu penyebab demamnya, yang ternyata belakangan diketahui bahwa biang keladinya adalah virus Roseola. Demam yang naik secara tiba-tiba itulah yang memicu terjadinya kejang. Sepulang dari RS, kami segera berkonsultasi dengan DSA kami tercinta, Dr.Waldi Nurhamzah. Penjelasan beliau yang sangat informatif membuat kami merasa tenang. Pada umumnya kejang sederhana atau Simple Febrile Seizure (merupakan definisi kejang yg dialami Raka), adalah kejang yang terjadi di seluruh tubuh, tidak berulang dalam 24 jam, dan lamanya < 15 menit) tidak berbahaya serta tidak memberi efek buruk pada perkembangan otak maupun fisik si anak. Kejang demam biasanya terjadi pada hari pertama sakit di saat suhu badan merangkak naik secara cepat.

Bila anak baru pertama kali mengalami kejang memang disarankan untuk diobservasi guna mencari penyebab demamnya, meskipun sebenarnya tidak perlu sampai dirawat inap. Kejang demam sederhana tidak memerlukan penanganan yang berlebihan, bahkan sebenarnya tidak memerlukan obat apapun juga.  Adalah lebih penting untuk mencari tahu penyebab demamnya daripada fokus kepada kejang demam itu sendiri. Yang harus dilakukan pada saat anak mengalami kejang yaitu cukup dibaringkan dalam posisi miring di atas permukaan yang rata dan bebas dari benda-benda berbahaya.  Menaruh sendok atau benda apapun juga kedalam mulut anak juga tidak disarankan karena justru akan membahayakan keselamatan si anak.

Menurut beliau lagi, dilihat dari usia Raka saat mengalami kejang pertama kali yaitu di atas 1 tahun, jenis kejangnya, serta tidak adanya histori kejang demam pada keluarga, maka kemungkinannya untuk berulang menjadi sangat kecil. Namun memang tidak menutup kemungkinan bahwa Raka bisa mengalaminya lagi paling tidak sampai usianya menginjak 5 tahun. Pengalaman ini jelas membuat kami semakin waspada. Kami mungkin sudah siap bila suatu saat nanti Raka mengalami serangan kejang lagi. Obat penurun panas dan anti kejang (Diazepam oral maupun rectal) adalah obat yang wajib disediakan di rumah.  Meskipun begitu aku selalu berharap semoga kejang yang Raka alami tempo hari lalu adalah kejang pertama dan yang terakhir.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi mommies semua. Sehingga kita sebagai orangtua bisa lebih waspada, bersikap tenang dan tidak panik bila suatu saat kejang demam menyerang anak kita.

Dikirimkan oleh Dita Kusuma, mama Raka (2 tahun 2 bulan). Kita doakan supaya Raka sehat selalu, ya, Dit!


55 Comments - Write a Comment

  1. Dita…thanks for sharing…aku kebayang deh paniknya dirimu..:)

    Gw inget, dr. Waldi pernah ngomong di seminar pesat yg di adain milis sehat taon jebot :D katanya kejang demam sederhana tidak lebih dari 5 menit…sebentar kok..katanya. Tapi semenit itu juga udah lama bangeed ya buat kita

    kiss kiss for Raka yaa :)

  2. Dita…nama anak kita sama Raka juga….
    Raka juga pernah ngalami Roseola ketika usia 9 bulan. Demamnya sampai 40 C lebih. Tapi Alhamdulillah ga ngalamin kejang demam. Demam tinggi karena roseola aja udah bikin gw panik apalagi pake kejang demam. Thanks 4 sharing…

    Hug and kiss for Raka from Raka too :) Sehat terus yaaa…

  3. Anak gw waktu umur 2 tahun juga pernah demam tinggi, malah sampai 40,2 derajat Celcius. Tapi nggak kejang. Kira-kira kenapa dia gak kejang, ya? In fact, what is kejang? Apa ada pemicu kejang yg lain selain panas tinggi? (Krn ni anak udah tinggi bgt panasnya tp kok gak kejang)

  4. Nggak kebayang dit gimana paniknya kl kejadian sama gue. Walaupun udah sering baca kl kejang demam itu gak membahayakan tetep aja pasti serem bgt pas ngalaminnya ya. Mudah2an Raka sehat selalu yaaa :)

    Deb, pertanyaan elo udah dijawab sama Kirana di artikel berikutnya hehehe

  5. @mamaina: wah DSAnya ke Dr.waldi juga ya? seneng bgt ama beliau, humble bgt ya orgnya.. En very2 informative :)
    Btw iyaaa ampun deh semenit aja kaya setaun rasanya hehe.. Tq for your comment :)

    @nuke: hehe toss sesama Raka :p aduh itu roseola emang bkin gemes bgt deh, ganas bgt bkin demamnya.. Kasian bgt ya liat anak penuh bercak2 merah gitu :(
    Mg2 sehat terus ya Raka kita :)

    @debie: nah, kl gw justru kebalik, anak gw sbelumnya pernah demam tinggi tp ga nyampe kejang, knapa kmrn ini sampe kejang yak? Hehe..
    Tapi setau gw, kejang demam bukan dipicu tingginya suhu, tp lebih ke kecepatan naiknya suhu. En slain itu banyak jg sih faktor2 lainnya, ky dehidrasi, apa penyebab demamnya, dsb..

    @affi gw aja selama ini, sebelum raka kejang sering baca2 ttg kejang demam, tp entah knapa wktu kejadian gw sama skali ga brpikir kl Raka lg kejang demam.
    Gw mikirnya, ni anak punya penyakit yg gw gatau, trus saat itu kumat. Alhasil paniik bgt. Well who doesn’t? Hehe..
    Mg2 ibu2 yg lain abis baca artikel ini jdi lebih tenang deh kl ngadepin kejang demam :)

  6. Dita, deg2an banget bacanya….semoga menjadi KD terakhir ya Dit…
    ahh ternyata biang kerok si virus roseola yah yg buat demam. anakku jg pernah kena roseola, tapi emang gak sampe KD dulu sebelumnya..

    ohya setau gw, KD itu terjadi justru disaat perubahan suhu tubuh yang cepat, tapi bukan di suhu demam tertinggi. Jadi bisa aja suhunya 37 -38 dercel tapi mengalami KD.
    KD ini juga turunan loh…cmiiw
    dan KD kemungkinan terjadi pada 24 jam pertama sejak demam dimulai, makanya anak2 dengan riwayat KD kudu diawasin bener2 selama 24 jam, dijaga suhu tubuhnya supaya gak berubah dengan cepat (naik turunnya). temen2 gw yang punya anak dengan riwayat KD baru bisa bernafas dengan lega kalo anaknya udah bisa melewati 24 jam dengan aman sejak demam muncul….
    cmiiw yah…
    artikel yang diposting kirana udah lengkap banget tuh..

  7. Dita… sereemmmmm… gw sampe baca 3 kali, terutama pas lu deskripsiin kejadian kejang nya.. gw deg2an banget serasa ngadepin sendiri… udah deh, ini kejadian yang pertama dan TERAKHIR ya!!! Raka sehat2 yaaa…

  8. aku belum punya anak, tp ponakan ku (Namanya : Jeconiah ) sendiri yang kejang di tangan ku..
    tangannya terangkat mata naik dan gigi nya kaku seluruh badan pun kaku semua.
    itu kejang yang ke 2 pada hari yg sama , tp yg pertama itu waktu lg di pegang sama babysitternya.
    umurnya mungkin msh di bawah 2 tahun wktu itu, lagi main2 aku gendong tiba2 badan kaku begitu.
    aku yg kaget dan panik teriak2 dan nangis2 sambil tetep menggendong lari keluar menuju klinik yang ga jauh dari rumah, kira2 7 rumah dari rumah ortu ku.
    pokoknya liat dia saat itu seperti mau menghembuskan nafas terakhir…
    aku kira dia akan lewat di tanganku hiks… pokoknya menegangkan dan mengerikan banget kejadian itu sampai skrg msh ga bisa d lupain dan traumatik banget deh…
    ternyata dokter deket rmh ku ga bisa ngobatin dan d suruh lgs ke rs aja, dodol banget deh !
    akhirnya papaku jemput dan kita bawa dia ke rs terdekat di sepanjang perjalanan dia masih kejang tp lama kelamaan dia mulai lemes dan spt tertidur aku makin panik sambil terus ngelihat apa dia masih bernafas atau tidak..
    sampai d rmh sakit kejang nya sudah reda dan mulai di kompres oleh tim medis disitu
    dan di rawat sekitar 2-3 hari… aku lupa demamnya karena apa
    yang pasti kejadian itu bener2 mengerikan dan jgn sampai terulang kembali deh…

Post Comment