GTM Alias Gerakan Tutup Mulut

GTM alias gerakan tutup mulut. Fase ini kerap menjadi momok bagi para ibu-ibu. Kondisi ini adalah dimana si kecil menolak semua makanan yang disodorkan padanya, bahkan makanan yang kita tau merupakan favoritnya.

Menurut hasil mbah Google, anak usia 0-3 tahun wajar jika mengalami fase GTM (Alhamdulillaaaaaah). Karena di usia segitu, anak masih dalam tahap belajar konsep makan dan belum mengerti konsep waktu. Yang biasanya mereka lakukan saat GTM misalnya :

  • membuang makanan setelah sampai salam mulut (dilepeh)
  • menepis suapan ibu atau siapapun yang nyuapin
  • bermain-main dengan makanan tanpa dimakan

Kalau sudah begini, pasti ibu jadi pusing tujuh keliling. Apalagi emak-emak Indonesia (seperti saya) yang masih khawatir kalau perut anaknya belum kena nasi atau karbohidrat lainnya.

Menurut beberapa referensi yang saya dapat, beberapa penyebab anak menolak makan adalah :

  • terlalu banyak ngemil diantara jam makan sehingga perut masih kenyang dan asupan nutrisi yang dibutuhkan masih tercukupi
  • pekembangan ego si anak. Seiring pertumbuhannya, anak mulai merasa bahwa ia adalah individu terpisah dari orangtuanya, sehingga dengan menolak dominasi orangtua dianggap sebagai perilaku yang mandiri
  • anak ingin mencoba kemampuannya untuk makan sendiri, namun sering dilarang oleh orangtua
  • menu yang tidak bervariasi. Merasa nggak bisa masak? Sama! Coba buka-buka thread Mommies Daily bagian resep, banyak yang mudah dan perlu dicoba loh!
  • anak sedang sakit ( dalam tahap tumbuh gigi juga bisa jadi alasan)
  • gangguan psikologis, misalnya si kecil baru saja berpisah dengan orang yang ia sayangi (contoh, kakek, nenek atau pengasuh yang biasanya menjadi teman bermainnya) atau kehilangan mainan favoritnya.

Baru-baru ini, Langit juga sedang GTM. Dikasih makanannya yang biasa nggak mau, pasta nggak mau, skotel nggak mau, roti nggak mau, bahkan agar-agar/ pudding favoritnya pun hanya dimakan 1-2 suap saja. Disinyalir, GTM-nya dia ini akibat pengasuhnya yang merupakan teman bermainnya pulang kampung :(  Namun perlahan tapi pasti, saya mencoba memahami apa yang dia mau.

Saya mulai dengan menanyakan “Langit mau makan apa pagi ini?”. Kebetulan, dia doyan banget sama telur dadar. Ya saya biarkanlah dia makan telur dadar yang sudah saya campur susu dan keju sebelumnya. Pernah saya kasih sayuran dan daging cincang, eh malah nggak dimakan, jadi dia mau ya telur thok. Sampai akhirnya dia bosan, dan mulai mengganti jawabannya dengan “mie” atau bahkan “naci goweng” (nasi goreng). Alhamdulillah sih, apa yang dia jawab, pasti akan dia makan meski ga sampai licin tandas tapi nggak apa-apa.

Kemudian saya juga mengurangi pemberian cemilan dengan harapan, di jam makan nanti ia akan lebih merasa lapar (bukan kelaparan yah bu). Yang ini memang rada sulit, karena Langit kebetulan seneng ngemil. Mengakalinya, saya hanya memberi cemilan buah-buahan.

Yang pasti selalu saya lakukan adalah, membiarkan Langit makan sendiri. Nggak takut kotor atau berantakan? Ya pastilah mana mungkin anak usia 22 bulan bisa makan rapih :D Tip saya, kalau anak mau makan sendiri jangan pernah ditolak! Gampang kok, alasi tempat makannya dengan koran/ plastik bersih yang sudah tak terpakai. Jadi kalau makanannya tercecer, ya tinggal buang koran/ plastiknya! Dan yang pasti, jangan memburu-buru saat anak sedang menikmati makan. Beberapa hari yang lalu, saya ajak Langit makan di sebuah restoran.  Langit makan saat pesanan saya belum datang sampai saya selesai makan, dia masih asik makan. Bosan pakai sendok, dia beralih makan pakai tangan. Malu? Nggak ah, saya cuek aja. Dia suap nasi goreng itu 2 butir demi 2 butir. Nggak sabaran? Pasti! Tapi ya sudah, saya biarkan dulu, sampai akhirnya nasi goring porsi dewasa itu habis!

Oh iya, walaupun nggak perlu diburu-buru, tapi pengenalan waktu makan ke anak juga perlu loh! Kalau saya, saat Langit merasa bosan atau mulai memain-mainkan makanannya, maka saya akan bertanya, masih mau makan atau nggak? Kalau dia jawab iya, maka saya akan menunggu beberapa waktu. Kalau ia ternyata hanya main-mainin makanannya, ya angkat piringnya segera.

Kalau semua cara diatas tak berhasil juga, nggak usah memaksa anak untuk memakan apapun. Apalagi sampai ‘direjeng’ (Apa sih istilahnya yang mulut anak dipegangin terus dimasukin makanan?) atau dimarahi karena nggak mau makan. Ini semua yang ada malahan akan menimbulkan trauma pada si anak. Yang penting, orangtua memastikan nutrisi yang sudah masuk ke tubuh si anak di masa tersebut.

Kalau ada ibu yang belum pernah berhadapan dengan anak yang GTM, saya ucapkan selamat!

Image Source


29 Comments - Write a Comment

  1. Jehan juga lebih seneng makan pake tangan. Makan spaghetti juga pake tangan..biarin ahh yang penting masuk mulut kan.

    Trus ibunya juga jangan terlihat stress kalo anak lagi GTM, karena semakin stress kayanya semakin rempoong aja. Padahal anaknya juga nyantai2 aja :D. Lagipula kalo kita stres keliatan kan kalo mereka punya kontrol atas kita. Biar gimana juga, orang tua harus bisa untuk lebih megang kendali kan.

    Sediain aja cemilan2 bergizi dan ‘sebar’ dimana mana..ntar juga secara nggak sadar dia masukin ke mulutnya..:D

  2. Iya cik, dibawa santai aja. She will eat eventually. Dulu temen gue pernah cerita anaknya pernah seminggu gak makan sama sekali, cuma susu dan sedikit roti, tp survive aja tuh. *tp jgn sampe segitunya juga sih huhuhu*

    Kl Aluf GTM dan GLM-nya udah lewat sih lit. Kayaknya sempet begitu tuh gara2 gabungan antara teething dan emang dia udah bisa milih makanan. Anything “new”, she will spit out. Jadi kayak elo juga, gue sering2 tanyain dia mau makannya apa. Biasanya kl dia jawab, trus gue sediain, ya dimakan walaupun nggak banyak.

    Tp akhir2 ini sih ni anak lg gembul berat. Makan banyak, susu banyak, ngemil pun banyak. Ya udah gue sih bersukur aja. Tp tetep gak berani ‘bragging’ ke mana2 sih takut abis itu dia GLM lagi hahaha

  3. lha iya kalo udah bisa jawab pas ditanya mau makan apa..
    Lana sekarang lagi fase GTM tuh,
    persis semua ciri2 diatas ada semua

    lha mau nanya makan apa, belum 1th juga umurnya
    pusing dah

  4. Hi Mom Lita. Salam Kenal. Websitenya bagus. Simpel, mudah mbacanya dan informatif. Especially, for new mom like me. ^_^
    Anyway, punya pengalaman yang sama juga nih. My beloved son, Adnan (almost 11 month) lagi dalam fase GTM. Untungnya, dia masih mau masukan makanan ke mulutnya asal ga pake disuapin. Jadi tiap sesi makan, disediakan aja aneka finger food di piringnya. Dan berdoa semoga dimakan, tidak sekedar dibuat mainan.

  5. haii… *duh maafkan ya, baru lihat juga komen2nya*
    @ cicik ollie gimana masih melepeh2 nggak? smoga udh pinter lagi ya makannya :)
    @ alfakurnia, sudah selesai belum masa GLM-nya nih?
    @mama azka, iya ya, rasanya kalo lagi fase ini masuk 2 sendok aja udah girang banget kita emaknya :)
    @ameilia, hai makasih ya atas pujiannya! gabung ke forumnya juga deh, banyak teman2 dr yang bakal jadi mommies, new moms sampe punya anak ABG loh, bisa colong ilmu dr mereka :)

Post Comment