Kontraksi Setelah Pemasangan IUD

Dear Dokter,

Tiga hari lalu saya baru melakukan pemasangan alat kontrasepsi IUD, karena saat ini anak saya berusia 18 bulan dan masih menyusui. Saat pertama dipasang memang hanya terasa mulas biasa,tapi 1 jam setelahnya rahim saya terasa seperti kontraksi hebat dan tidak berhenti selama hampir 8 jam. Saat ini saya diberi obat pencegah radang. Yang mau saya tanyakan, apakah nanti saat saya datang bulan selanjutnya akan mengalami kontraksi di rahim seperti ini lagi? Dan mengapa sakit itu terjadi di saya karena sebelumnya saya banyak bertanya pada teman-teman yang sudah menggunakan IUD, mereka tidak mengalami masalah seperti saya.

Terimakasih Dokter – Nandra Janniata Zuhri

Seperti diketahui, semua jenis kontrasepsi baik hormonal atau pun non hormonal mempunyai kebaikan dan juga ada kekurangan yg sering dirasakn oleh para akseptor sebagai efek samping. Spiral atau Intra Uterine Device (IUD) mempunyai kebaikan yaitu mampu melindungi kehamilan sampai 97% tanpa membutuhkan kedisiplinan pasien, tanpa mempunyai efek sistemik lain misalnya mual, sakit kepala dan lain-lain. Kerja dari IUD adalah localize, dengan menghambat pertemuan antara sperma dan ovum, sehingga pada ibu menyusui tidak akan mempengaruhi proses laktasi tersebut. Efek samping yg sering timbul adalah panjangnya durasi haid dan kadang disertai peningkatan jumlah darah haid. Di samping itu rasa nyeri juga sering dikeluhkan terutama saat rahim berkontraksi, misalnya saat haid datang atau saat hisapan bayi yang sedang menyusui. Mengenai rasa nyeri yang timbul pada anda, mungkin ada baiknya ditanyakan pada dokter anda mengapa hal itu terjadi.

Rasa nyeri adalah subjektif sehingga pada tiap orang kepekaan itu berbeda dan rasa nyeri tak dapat langsung disebutkan penyebabnya tanpa dilakukan pemeriksa lebih lanjut. – Dr. Indrawati Dardiri SpOG

Demikianlah penjelasan dari saya semoga anda dapat mengerti.

Image Source


12 Comments - Write a Comment

Post Comment