Kelelahan Bekerja Menyebabkan Keguguran?

Ingat artikel Mommies Daily ini? Keguguran merupakan peristiwa yang menyakitkan bagi yang mengalaminya. Namun lebih menyakitkan lagi jika kita tidak tahu apa penyebabnya dan orang-orang di sekitar menganggap bahwa aktivitas yang kita lakukan lah yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Di Expert Corner minggu ini, Dr. Indrawati berusaha menjawab kebingungan salah satu pembaca Mommies Daily.

Dear Dokter Indrawati,

Saya baru saja mengalami keguguran di usia kehamilan 9 minggu. Keluarga dan teman-teman saya mengatakan bahwa keguguran tersebut mungkin terjadi karena saya terlalu lelah bekerja (saya bekerja di sebuah law firm, yang terkadang mengharuskan saya untuk sering pulang malam). Terus terang saya jadi dihantui rasa bersalah, karena saya tidak pernah dengan sengaja ‘mengorbankan’ kandungan saya demi karir. Tapi yang lebih saya khawatirkan adalah bagaimana jika suatu saat saya hamil lagi? Apakah betul kelelelahan bekerja bisa jadi penyebab keguguran? Apakah saya perlu cuti atau berhenti kerja jika nanti hamil lagi? – Keke

Dari dulu kita sering mendengar mitos bahwa keguguran itu terjadi karena rahim si ibu lemah, padahal tidak demikian. Penyebab keguguran itu multifaktorial. Tergantung kepada kondisi kehamilannya dan di umur berapa kehamilannya keguguran tersebut terjadi. Jika terjadi di bawah 8 minggu berarti penyebabnya adalah preembionik, yang artinya dari awal pembuahan memang sudah tidak baik. Misalnya ada kehamilan yang ada kantungnya tapi tidak ada janinnya, disebut blighted ovum, terjadi karena faktor pembuahan dan biasa sebabnya genetik. Jika terjadi di bawah 10 minggu, hampir 80% disebabkan oleh faktor genetik. Lepas dari itu, bisa penyebabnya adalah penyakit metabolik seperti diabetes, tiroid, ACA (pengentalan darah) dan lain-lain. Penyebab keguguran belum tentu bisa diketahui. namun jika keguguran terjadi berulang kali, disarankan untuk melakukan pemeriksaan yang mendalam termasuk terhadap sperma suaminya.

Kelelahan tidak menyebabkan keguguran namun jika wanita tersebut mempunyai riwayat keguguran karena sebab-sebab tertentu dan mengalami perdarahan walaupun janinnya berkembang, bisanya ia diminta untuk bedrest. Namun hal ini tidak berlaku untuk semua wanita hamil.  Jika kehamilannya tidak beresiko tinggi, boleh-boleh saja beraktivitas seperti biasa. – Dr. Indrawati Dardiri SpOG

image pro.corbis.com


26 Comments - Write a Comment

  1. Dear Dr. Indra,
    terima kasih ya atas pencerahannya. Sungguh menenangkan.
    Kakak saya bulan lalu baru saja keguguran dan komentar orang-orang sekitar cukup membuatnya down.

    Saya akan menunjukkan artikel ini ke kakak saya dan kalau perlu akan saya print dan sebarkan ke saudara-saudara yang mulutnya gatel itu. X(

  2. Yup, I got blighted ovum dan keguguran di usia kandungan 8 minggu.
    Capek juga denger orang komen kalo gw kecapekan. Dan gw berusaha ngasih tahu ke org2 itu bahwa most keguguran bukan krn kecapekan, tapi faktor2 fisik kandungan itu sendiri. Mudah2an mrk menjadi knowledgeable sedikit dan gak gampang ngomong “kecapekan”. Alasan paling gampang dan gak perlu mikir itu..

  3. Dear Dr Indra,

    Dokter indra kemarin disaat kehamilan saya memasuki usia 5 minggu (ini kehamilan pertama) saya mengalami flek dan oleh dokter disarankan bedrest 1 minggu dan alhamdulillah diberi obat penguat kandungan dan fleknya sudah berhenti… nah apakah awal gejala keguguran adalh timbul flek? jika sudah berhenti fleknya apakah sudah bisa dikatakan aman?

    Terima kasih dok…

  4. thanks dok…
    sungguh mencerahkan..bulan agustus tahun kmaren aq sempat keguguran diminggu ke-6.awalnya keluar flek,jadi k dsog dan pas diUSG katanya kantung janin blum keliatan disuruh bedrest,pas udah 3hari fleknya gk berhenti k dsog lagikatanya kantung janin dah gkada,so akhirnya harus dikurek..
    kata orang2 “pasti kamu kecapean,puasa lagi..karna nyusuin juga,atau karena nyetir”
    sekarang semua terjawab klo penyebab keguguranku wktu itu jelas krn preembionik

  5. Sudah >4 tahun kami menantikan saat bahagia ini. Pd saat minggu ke-6 janin belum terlihat. Pada saat umur 9 minggu perut terasa nyeri, namun kata dokter tidak masalah selama tidak ada flek. Minggu kesepuluh detak jantung sudah tidak ada…Sedih, tapi mau bagaimana lagi..
    – Hanya apa benar setiap keguguran itu mesti ada flek? karena saya tidak mengalami flek sama sekali
    – Apa benar guncangan di motor dapat menjadi salah satu pemicu keguguran?
    Mohon jawabannya dikirim juga melalui e-mail saya
    –terimakasih–

Post Comment