Dita & Her Artful Life

We all know living in a place far away from our friends, family and (ahem) the convenience of having domestic helpers is not easy. But Dita W. Ichwandardi, her husband Pinot and their 3 children: Arwen(5), Leia (3) and Neo (4,5 months) make the journey look fun, thrilling and colorful as you can see in their blogs (yes, they have more than 1).

Mommies Daily is curious, if not nosy, about her life as full-time mom in Kuwait so we contacted her and ask her if she wants to tell her stories. Here they are!

Tell us a little bit about yourself and your family

Gue adalah seorang Full Time Mom dari 3 orang anak yang sekarang tinggal di Kuwait,yang sejak hamil anak pertama memutuskan untuk berhenti kerja karena pengen konsentrasi ngurus anak. Suami gue adalah temen sekantor. Setelah belasan tahun kerja di salah satu stasiun TV swasta, akhirnya suami gue mendapat tawaran demi masa depan karirnya yg lebih baik dan tentu saja demi kehidupan anak-anak dan kami yg lebih baik, untuk bekerja di luar Indonesia. Tepatnya di sebuah stasiun TV swasta di Kuwait. Tanpa banyak pikir, gue pun mendukung suami untuk menerima tawaran tersebut. Kesempatan gak bakal dateng lagi, kapan lagi bisa kerja di lingkungan internasional dan terutama anak-anak, kapan lagi bisa terpapar pergaulan internasional kalo gak ikut bapaknya kerja di luar Indo…hehehe….

Did it take you guys a long time to make this big decision?

Kami begitu ringan mengambil keputusan ini karena baik ortu gue dan ortu suami mendukung penuh. Gue pun gak punya ketakutan2 tertentu karena harus jauh dari keluarga, harus jauh dari tanah air karena rasa ingin berpetualang mencicipi pengalaman baru jauh lebih besar. Di Indonesia kami berdua udah terbiasa hidup mandiri, kerja sama ngurusin urusan rumah tangga berdua. Gak pernah punya asisten, gak pernah punya babysitter, semua kami lakukan berdua. Jadi kami sudah gak canggung saat harus melakukan apa-apa sendiri termasuk mengurus anak-anak di negeri orang tanpa bantuan asisten rumah tangga ataupun babysitter.

 

Hidup di negeri orang kami anggap sebagai petualangan hidup yang memberi warna dalam hidup kami. Kami pun ingin anak2 merasakan hal yang sama. Masa kecil mereka harus penuh cerita dan petualangan :)

Can you tell us how it’s like living there, especially with 3 kids in the house?

Buat gue (dan suami) semua pengalaman itu pasti seru, baik yang enak maupun yang gak enak. Semuanya memberi warna dalam perjalanan kehidupan keluarga kecil kami. Kami sangat bersyukur hidup di Kuwait ini, cari makanan Indonesia masih gampang, cari bahan masakan untuk masakan Indonesia juga masih gampang, bahasa pengantarnya pun bahasa Inggris, kehidupan masyarakatnya pun gak terlalu strict, orang-orang Indonesia yang kerja di sini juga sangat banyak, jadi gak perlu takut gak punya temen. Mau travelling keluar Kuwait juga gampang, berhubung posisi kita udah di tengah jadi bisa lebih mudah menyalurkan keinginan travelling kami.

Pengalaman paling berkesan adalah saat hamil di negeri orang. Wuiihhh bener2 gak kebayang sebelumnya. Pikiran sempet galau, gimana kalo begini, gimana kalo begitu, jauh dari siapa-siapa. Akhirnya semuanya gue pasrahin pada si Bos di atas. Dia udah tau mana yang terbaik buat kami. Akhirnya gue pun bisa menjalani kehamilan ini dengan tenang. Gak pernah kebayang sama gue bisa melahirkan di negeri orang jauh dari kampung halaman. Kami memang memutuskan untuk melahirkan di Kuwait, karena kalo harus pulang ke Indonesia akan gak praktis dan efisien. So, sekali lagi gue pasrahkan semua padaNya.

Banyak yang tanya, gimana tuh ntar lagi hamil sambil ngurus anak2 yang masih kecil-kecil? Gimana tuh ntar ngelahirin di negeri orang? Gue adalah tipe orang yg gak mau pusing mikirin sesuatu kalo gue ga tau jawabannya seperti apa di ujung sana. Cuman nambah2in beban pikiran aja. So, gue gak pernah ambil pusing mikirin pertanyaan-pertanyaan itu terlalu serius. Mending dijalanin aja dan lakukan yg terbaik yg bisa gue lakukan. Toh akirnya masa2 itu bisa terlewati. Kalo ditanya, gak repot tuh? Jawabnya ya repot tapi gak usah dipikirin dan dijadiin beban, lakukan aja dg senang hati :)

What about school for your children? Was it hard to find a good one there?

Pengalaman lain yg juga sangat berkesan adalah pada saat mencari sekolah untuk si sulung Arwen. Sekolah internasional banyak di sini. Ada yg berbasis kurikulum Inggris, Amerika, India, Pakistan, Filipina, dll. Kami memutuskan untuk mendaftarkan Arwen di british school. British school pun sangat banyak. Walaupun sesama Inggris tapi mereka punya pendekatan pendidikan yg berbeda-beda. Survey demi survey kami lakukan. Semuanya dilakukan dengan pasukan kumplit…hahaha….kalo di Indo mungkin anakanak bisa dititipin ke eyangnya. Di sini karena gak ada yang jaga, ya mau gak mau ke mana-mana bawa rombongan sirkus :D.

You have a few blogs, about your cooking, art, your children, home – how do you manage to maintain those blogs while raising 3 kids without a nanny (or grandma nearby)? :D

Seperti yang udah gue mention di atas, gue ga mau memikirkan sesuatu yang gue gak tau jawaban di ujungnya. Semua gue jalanin aja. Thanks to technology, sambil tiduran nenenin baby pun gue bisa blogging via iPod Touch :) Kalo mau upload foto baru deh pake laptop atau desktop computer. Gue gak melakukan ini semua untuk bisnis jadi bisa dijalanin dengan santai, gak ada target. Blog gue gak usah harus selalu update. Blog gue gak musti populer. Yg penting kami bisa menyimpan catatan secara online di sana. Semua yg gue kerjakan adalah hobi dan gue punya passion di sana, jadi gue gak merasa terpaksa ngejalaninnya. Kalopun gue harus blogging via laptop, biasanya gue lakukan saat anak-anak tidur atau saat Pinot udah pulang kantor jadi bisa jagain mereka.

Tell us when and why you fell in love with art

Bapak gue adalah seniman dan fotografer, jadi gue sudah terbiasa hidup di lingkungan berkesenian sejak kecil. Mereka gak pernah memaksakan gue untuk terjun di bidang seni, tapi ya gimana, gue hidup dengan itu semua ;) Ketemu suami pun orang seni rupa yg dibesarkan oleh kedua ortu yang juga seniman. Klop deh! :D Art is the way we live.

Why do you think it’s important to teach your kids to love art at young age?

Bagi kami, art apapun bentuknya bisa mengasah kepekaan hati, melatih motorik anak, merekatkan bonding antara orangtua dan anak, melatih rasa percaya diri anak dan yang paling penting bisa membuat anak merasa bahagia, lepas dan fun. Kami bukan tipikal orangtua yg menuntut anak-anak kami harus jadi jenius dan juara di kelasnya. Kami hanya ingin anak-anak ini tumbuh dengan rasa percaya diri dan bahagia. Kalo mereka bahagia dan percaya diri, mereka bisa melakukan apa saja dengan senang dan bersungguh-sungguh. Thats why, hal utama yang kami ajarkan pada anak-anak sejak dini bukanlah baca tulis dan berhitung tapi mengasah kemampuan art mereka melalui main main dan main…eksplor eksplor dan eksplor. Melalui art anak-anak bisa mengeksplor banyak hal. Anak-anak juga gak merasa terpaksa. Mereka pun merasa didengarkan. Prinsip pendidikan kami adalah, pada saatnya usia bermain mereka harus main main dan main, eksplor semua hal yg mereka ingin tahu. Mereka gak harus duduk manis secara formal untuk belajar ABCDE or berhitung 12345. Mereka perlu tau tapi gak harus dipaksa menghafalkan itu semua. Toh pada saatnya, seperti si sulung kami Arwen, ia bisa membaca, menulis dan behitung dlm waktu relatif cepat hampir tanpa hambatan dan semua dilakukan tanpa paksaan. Begitu juga Leia di usianya yang 3 tahun dia sdh mengenali abjad dan angka.

Anak-anak gak pernah gue larang ikut ke dapur, mereka udah biasa keluar masuk dapur dan kadang ikutan gue masak atau baking. Di dapur mereka bisa belajar banyak hal. Dari menghitung takaran gula, mengenali tekstur halusnya tepung dan kasarnya garam. Mengenal berbagai jenis sayuran dan warna, tau bedanya kayu dan besi dari alat-alat masak, dll.

Satu hal lagi,kami membiasakan mereka untuk membuat mainannya sendiri. Ini melatih mereka untuk bisa menghargai diri mereka sendiri, belajar menjadi kreatif, dan struggling. Kalau mau mainan gak harus nunggu Mamin dan Papin membelikan tapi mereka bisa bikin sendiri, tentunya dengan kreativitas dan imajinasi mereka sendiri. Heyyy life is tough isnt it? gak semua hal bisa disediain langsung di depan mata mereka kan? hahahahaha…..mereka harus belajar berusaha.

Selain itu kegiatan art and craft itu bisa melepaskan stres mereka juga, thats why kalo mereka udah bosen dan mulai marah-marah, biasanya kita alihkan ke kegiatan art n craft. Ada satu tembok yg bebas mereka coret-coret. Kalo mereka udah mulai cranky, biasanya gue suruh gambar2 di situ hahaha…..

Any tips for parents who do not have a single artistic bone but want to teach their kids to love art too?

Anak-anak gak peduli kita artistik atau nggak. Mereka hanya peduli pada prosesnya. Gimana senangnya mainan lem, gimana asiknya menggunting, gimana bahagianya handpainting, gimana excitednya melukis di gelas minum mereka sendiri, dll. Dan gimana mereka puas melihat hasil akhirnya dan dengan bangganya memamerkan hasil karya mereka pada teman2nya.Buku-buku art and craft for children banyak di pasaran. Buku-buku ini banyak memberikan ide dan bisa dijadiin referensi untuk para orangtua gimana dealing dengan art stuff dan membuat sesuatu menjadi bernilai seni. Sayangnya terbitan Indonesia belum pernah liat….duhh my wish is pengen bikin buat buku art and craft buat anak2 (doain bisa tercapai ya). Mereka bukan juri Indonesian Idol, mereka gak peduli hasil akhirnya jelek atau ancur…hihihi….yg penting mereka fun pada saat melakukan itu semua. Selain itu, internet adalah dunia tanpa batas, maksimalkan fungsi internet. Kita bisa mencari apa aja di sana. Banyak kok source ide dari art blog untuk anak-anak.

You used to work for RCTI and Metro TV. Have you ever missed working life?

Yup gue emang pernah kerja di 2 stasiun TV itu sebagai promo producer. Masa-masa kangen kerja sih cuman dirasain pada setahun pertama setelah brenti kerja. Setelah berhenti kerja, gue masih sempet freelance sebelum akhirnya berhenti total. Dunia kerja gue itu sangat kejam….hahaha….makanya gue memutuskan berhenti. Kalo sampe sekarang gue masih kerja mungkin anak-anak gak kenal emak bapaknya. Cukup 1 orang di rumah yg sering lembur begadang, gak perlu 2 orang :D. Kerjaan gue dan suami itu bisa nyaris 24 hours. Brangkat pagi pulang pagi lagi. Apalagi kalo udah syuting, editing, dll. Tapi anak-anak bisa dititpin di eyangnya? Thats not our style. Anak-anak kami ya harus kami yang ngurus. Saat berhenti kerja gue juga udah pasrahin semua sama yang di atas. Rejeki udah diaturNya. Jadi gak usah pusing mikir-mikir gimana kalo duit gak cukup. Karena hidup bukan semata-mata soal duit kan? Kalo mikirin duit melulu pyusssiiingggg!!! Mending bersyukur dengan apa pun yg sudah kita punya dan gak neko-neko.

What do you do on your “me time” there?

Dulu waktu di Indonesia, kalo mau having “me time”, anak-anak gue titipin ke mama. Nah, sekarang…ya ke hubby dong….bwahahahahaha…. I’m so grateful I have a husband like Pinot. Dia yang insist gue harus punya me time. Dan dia rela meluangkan waktunya sekali dalam sebulan untuk menjaga anak-anak, sementara gue ngadain ladies’ day out dengan temen-temen. Pada saat ladies’ day out itu kita biasanya keluar dari pagi sampe malem, puas2in jalan, makan, nyalon, ketawa ketiwi dengan temen-temen, shopping, ngopi-ngopi, dll. Buat gue me time itu perlu untuk terus nge-charge energi kita, supaya pikiran bisa fresh kembali saat berhadapan dg anak-anak dan suami. Jadi bawaannya gak ngomel terus karena kecapekan…hihihihihi….

What about quality time with hubby?

Hmmmm kalo yg ini agak susah ya….hahahaha….ga mungkin deh mo dinner or nonton berdua doang, secara kemana-mana sama rombongan sirkus. Akhirnya setiap kamis malam (karena di sini jumat sabtu week endnya), kita nonton bareng di rumah saat anak2 udah tidur. Atau ngelipetin cucian kering berdua…bwahahaha….romantis banget sehhh! sambil ngelipetin cucian yg biasanya segabruk itu biasanya kita sambil ngobrol dan bercanda.

How do you describe your style?

Yang jelas gue seneng baju-baju casual yang gak terlalu girly atau style yg cenderung androgini. Apalagi punya anak kecil rada susah buat gw kalo harus ber-rok ria. Pake celana lebih nyaman rasanya karena harus lari-larian, jungkir balik dan jumpalitan *lebayyyyy* baju favorit gue ya jeans/legging,t-shirt plus cardigan/jaket-jaket gaya gitu. Soalnya gw masih nyusuin jadi gue butuh cardi or jaket buat nutup-nutupin saat lagi nenenin. Makanya tempat belanja fave gw adalah H&M karena fashion items mereka tuh gue banget ;) Kalo sepatu, gue itu maniak flat shoes, hampir semua sepatu gue flat. Gw lebih bela-belain belanja sepatu dibanding baju.

Untuk make up gue pake produk dari MAC, MUFE, BeneFit, Dior, Bobbi Brown dan Smashbox. Tapi favorit sih teuteuup MAC. Kebetulan di sini ada Sephora,jadi ya sudah menggilalah gue! Item fave gue adalah blush on & eyeliner. Cant live without ‘em.
Check out Dita’s fashion blog!

What do you miss most about Indonesia?

The foodddddddddddddddd!!! definitely the food!!!! :D dan ITC ITC.


63 Comments - Write a Comment

Post Comment