Woro: (New) Life in Flat Shoes

Woro2Ladies, let’s meet Woro. A new mom-to-be who has been married for almost three years. She blogs about her pregnancy here.

Due nya kapan nih Wor? Jadi udah berapa minggu sekarang?

Due date-nya tanggal 1 Juni 2010, doain lancar2 yaa :D sekarang sudah 14 minggu, masuk trimester kedua. Lebih lega, lebih (sedikit) santai walaupun masih super-cautious.

Kasih tau dong bagaimana ceritanya waktu tau hamil?

Well, gue pulang dari Singapore kalau ngga salah tanggal 22 September, seharusnya tanggal 23-nya period karena cycle gue 28-30 hari dan LMP gue 25 Agustus 2009. Waktu tanggal 24 belum juga period, gue masih tenang-tenang, pernah telat paling lama 5 hari soalnya. Tapi insting gue sudah mulai nyala, gue udah mulai pakai sepatu flats, makan yang sehat sehati, dll. Tanggal 30, perut gue kram pagi-pagi waktu di kantor, dan gue mikir “Oh okey, ternyata mau dapet.”

Agak siang gue bilang sama Andri (suami), “Boleh test? no harm done, kalau seumpama dapet berarti ya nggak berarti apa-apa ini telatnya”. I’ve been dealing with puluhan test (yang hasil akhirnya mengecewakan) Andri lantas bersikap hati-hati dengan bilang “Boleh, jangan kecewa kalau ngga sesuai ekspektasi ya?”.

I rushed into the minimarket downstairs, beli 2 testpack. Dan immediately test di toilet kantor. Test pertama, 2 garis. Test kedua 2 garis. Gemetar luar biasa (karena deg-degan, takut dan excited). Setelah sujud syukur gue langsung foto testpack-nya dan BBM ke Andri (yes for technology!! hahaha). Malemnya tanpa nunda kita langsung balik ke Dr. Djoko Sekhti (hanya dengan pertimbangan dia adalah orang terakhir yang tau record gue) dan dinyatakan gue hamil, walaupun masih berupa kantong janin. Dua minggu kemudian kita ke RSPI, dan sudah ada embrio-nya.

Oh ya, beberapa hari setelah kita dari dokter pertama, Andri cerita reaksi pertamanya waktu tau gue hamil. He cried (untungnya lagi di dalem ruangan kantornya, so no one can see it) :)

Trus trus, kasih tau juga dong sebelumnya sempet usaha apa aja demi hamil?

Sebenernya kita ngga pernah nunda hamil ataupun benar-benar program. Tapi setelah nikah 6 bulan belum hamil, gue sempat test TORCH, hasil semuanya normal. Dokter memprediksikan karena bentuk rahim gue hyper-retroflexted (istilah Indonesianya, kebalik kebelakang). Karena merasa ‘sudahlah ya, gue sepertinya akan susah hamil’  jadinya selama 2 tahun itu gue ngga kemana-mana dan practically ngga berusaha apa-apa serta hanya menikmati hidup, liburan, kerja, dll.

Tahun 2009 awal, mulai tergelitik lagi untuk coba program, kita ke Dr. Djoko Sekthi di RS International Bintaro (praktek juga di RSPI) dan hanya menemukan hasil yang sudah kita tau sebelumnya. Hyper-retroflexted. Kemudian tiba waktunya gue bener-bener pasrah, merencanakan liburan selanjutnya, bersenang2 dan just like that..Gue hamil. :)

Selain happy pastinya, adalagi nggak yang dirasakan?

Happy jelas, Alhamdulillah, setelah menikah 2 tahun 8 bulan ‘akhirnya’ dapet kesempatan hamil. Actually, cepet capek ini adalah tanda-tanda yang paling pertama dateng di gue, sewaktu liburan ke KL & Singapore lebaran kemarin, yang biasanya gue seneng banget naik MRT dan jalan kaki, tiba-tiba jadi fans berat taxi. Keluhan pertama, sakit pinggang belakang terus menerus dan continuesly pee-ing.

Worried? sangat. Banyak yang bilang, jangan terlalu mikirin ini itu , tapi gue rasa wajar ya, setelah lama gue ‘nunggu’ giliran dan pada akhirnya hamil, 3 bulan pertama gue sangat jaga-jaga dan banyak bertanya. Disini gunanya Pregnancy Thread di fashionesedaily.com! Banyak banget pengalaman2 teman2 FD yang bisa di shared dan diikuti.
Ketakutan paling besar adalah kalau mau ke dokter. Selalu ada ketakutan sewaktu di USG janin-nya ternyata kenapa-kenapa. Maka dari itu, sampai saat ini jadwal gue ke dokter 2 minggu sekali, untung dokternya kooperatif & mempersilahkan kapan saja datang.

Any changes in your body so far? Bigger boobs?..hehehe. Bumpnya udah keliatan belum?.

Bigger boobs! haha!! Yes, pastinyaa. Let me be honest, they hurt like hell! Bikin ngga bisa tidur!! Tapi masuk week 12-an sudah berkurang kok dan malah ngga terasa apa-apa. Now they are bigger without pain aja. Hihi.

Oooohhh… The bump’s already here!! Dan gue sangat bahagia menyambut gundukan kecil di perut gue ini. And I have zero concern tentang gaining weight sewaktu hamil, I’ll eat anything, yang penting baby di dalem baik-baik dan asupannya tercukupi :) Soal menurunkan berat setelah itu, jadi pikiran ke sekian ratus aja. My 1st priority adalah the baby inside me.

Kalau lifestyle gimana Wor? Ada yang berubah nggak?

Lifestyle berubah dikit aja, lebih ke menyesuaikan. Sebelumnya gue (selain makanan) ngga pernah konsumsi alkohol, ataupun rokok. Yang bisa dikatakan perubahan adalah gue minum susu! Sebelumnya? Ngga pernah. :p Trik-nya, kalau lagi ngga pingin sama sekali, bisa diganti dengan ice cream, milkshakes, keju, dkk.

Yang paling berat dihindari adalah KOPI! Karena sebelumnya gue daily coffee consumer sekali. Sebenarnya banyak yang bilang kalau kopi boleh (termasuk dokter) asalkan kandungan kafeinnya ngga lebih dari 300mg sehari. Tapi karena melihat lebih banyak bahaya-nya daripada kandungan gizi yang menguntungkan, dengan sangat terpaksa dihindari dahulu.

Kalau makanan, ‘ngga tau kenapa’ (ini adalah kata2 ajaib ibu hamil :D), sekarang ini gue ngga bisa makan makanan rumah. Maunya beli diluar dan jajan terus. My Magic words right now? “Tanpa MSG ya, Mas/Mbak..” :D

woro2

Ayo ngaku, udah beli apa aja yang pregnancy related selama hamil ini?

Banyaaaakkk… hahahaha.. mostly sepatu flats ya, sebelumnya gue sangat jarang pakai sepatu flats. High heels rules! tapi sejak liburan keluar itu, gue sehari-hari langsung berubah pakai flats terus walaupun gue belum tau pada saat itu ternyata gue hamil. I’ve bought 5 flats (or more, can’t remember), 1 bag (yang kemudian dijual lagi, ngga sreg -yang ini pakai alesan baby bag tadinya- hahaha), plenty of dresses dan pernak pernik lainnya.

Sekarang2 ini, gue cenderung untuk pakai dress dibandingkan celana. rasanya lebih aman karena ngga nekan perut. Yang paling enak dipakai tentu aja jersey dress. :) Selain itu, belanja kecil-kecil kaya perawatan muka dari Clinique dan body lotions, and oh! Anti stretchmark yang masih trial and error sampai sekarang.

Ada nggak hal-hal yang bikin Andri rela melakukan demi  istrinya yang lagi hamil muda ini?

He’s basically will do anything for me dari sebelum hamil. Jadi kayaknya dia ga terlalu kaget kalau tiba-tiba gue minta ke BSD malem-malem untuk cari seafood, hahaha.

Yang baru-baru ini, karena saking pinginnya Batagor Kingsley di Bandung, kita bela-belain tek-tok sehari kesana. Padahal one of my best friends lagi ada disana dan dengan senang hati membelikan batagor tersebut untuk gue. Tapi karena pinginnya beli sendiri dan dimakan disana, jadilah kita berangkat ke Bandung, bermacet-macet ria di perjalanan, beli batagor dan PULANG. Jadi kita menghabiskan 5 jam pulang pergi (macet karena long weekend) dan di Bandungnya sendiri cuma sejam. :))

Kalau antri tiket New Moon di hari pertama premiere berjam-jam, atau jalan kaki muterin kompleks demi sate padang dan cravings aneh lainnya ngga usah disebutin lagi ya? :D

Rencananya mau melahirkan dimana nih? Vaginal birth or c-section?

Maunya sih ngga ganti-ganti obgyn sampai terakhir, selain sudah cocok sama yang sekarang (Dr. Fitriyadi Kusuma, RSPI – Women & Fetal Diagnostic), lokasi RS-nya juga deket rumah dan kantor suami. Of course maunya vaginal birth, tapi sama sekali ngga keberatan c-section. Yang paling penting buat gue & Andri adalah keselamatan ibu & bayi-nya.

What’s your plan after the baby is born? Tetap kerja atau jadi stay at home mom?

This is actually a very hard question for me, hahaha. Sampai sekarang sih maunya tetap kerja, karena gue orangnya ngga bisa diam dirumah. Tapi baru-baru ini ada kemungkinan berhenti kerja dan jadi freelancer atau berhenti sementara sampai anak umur sekian. We’ll see later.


41 Comments - Write a Comment

Post Comment